Solikhah

CEO Taupasar.

Product Life Cycles | Pengertian, Penjelasan dan Strategi Setiap Tahapan

- taupasar.com | Product Life Cycles | Pengertian, Penjelasan dan Strategi Setiap Tahapan

Siklus Hidup Produk (Product Life Cycles) adalah perjalanan penjualan dari suatu produk dalam masa hidupnya. Siklus hidup produk merupakan suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Suatu produk dinyatakan memiliki siklus hidup, didasari oleh kenyataan bahwa: 
  1. Produk memiliki umur yang terbatas. 
  2. Penjualan produk melalui berbagai tahap yang berbeda, masing-masing memberikan tantangan, peluang, dan masalah yang berbeda bagi penjual.. 
  3. Laba naik dan turun pada berbagai tahap siklus hidup produk 
  4. Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan, manufaktur, pembelian, dan sumber daya manusia yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidup produk.


Product Life Cycle Template 

Produk baru perusahaan mengalami rentang usia yang terbatas dan harus digantikan oleh produk yang lebih baru. Suatu perusahaan harus piawai dalam mengembangkan dan mengelola produk baru. Semua produk pasti mengalami siklus hidup mulai dari produk dilahirkan, melalui beberapa fase, dan pada akhirnya mati ketika ada produk baru yang datang dan produk baru itu dapat melayani kebutuhan konsumen dengan lebih baik. 

Seorang Manager Marketing dituntut memiliki strategi dalam menentukan posisi dari siklus hidup produk (Produk Life Cycle) yang dijual. Identifikasi siklus hidup produk ini dapat ditentukan dengan kombinasi tiga faktor yang menunjukkan ciri, status produk dan membandingkan hasilnya dengan pola yang umum. Siklus hidup ini menghadirkan dua tantangan utama: 

1) Pertama, karena semua produk pada akhirnya mengalami penurunan, perusahaan harus mampu mengembangkan produk baru untuk menggantikan produk lama (tantangan pengembangan produk baru). 
2) Kedua, perusahaan harus mampu menyesuaikan strategi pemasarannya dalam menghadapi perubahan selera, teknologi, dan persaingan ketika produk melewati tahap tahap siklus hidup (tantangan strategi siklus hidup produk).

product life cycle : marketing insider

#1. Tahap Perkenalan (Introduction)

Siklus dimulai dengan tahap pengembangan produk ketika perusahaan menemukan dan mengembangkan ide produk baru. Tahap pengenalan ditandai dengan pertumbuhan yang lambat dan laba yang rendah ketika produk didistribusikan ke pasar. Jika berhasil, produk memasuki tahap pertumbuhan, yang menawarkan pertumbuhan penjualan yang pesat dan peningkatan laba. Berikutnya, tahap kedewasaan ketika pertumbuhan penjualan melambat dan laba stabil. Terakhir, produk memasuki tahap penurunan di mana penjualan dan laba menurun. Tugas perusahaan selama tahap ini adalah mengenali penurunan dan memutuskan apakah perusahaan harus mempertahankan, memanen, atau menyingkirkan produk. 

Strategi dalam tahap Pengenalan : 

a) Strategi Peluncuran Cepat (Rapid Skimming Strategy) Yaitu saat peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan promosi juga tinggi. Pada tahap ini perusaaan menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang akan digunakan utnuk menutup biaya pemasaran. Banyak uang yang dibutuhkan untuk menarik distributor dan membangun persediaan mereka serta memberitahu konsumen tentang produk baru dan serta memberikan tester/ uji cobanya. 

b) Strategi Peluncuran Lambat (Slow Skimming Strategy) Peluncuraan produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan, dan sedikit promosi untuk menekan biaya pemasaran. 

c) Streategi Penetrasi Cepat (Rapid Penetration Strategy) Merupakan strategi peluncuran produk dengan biaya rendah dan biaya promosi besar. Startegi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar yang besar. 

d) Strategi Penetasi Lambat (Slow Penetration Strategy) Merupakan Strategi peluncuran produk baru dengan harga rendah dan promosi rendah.

#2. Tahap Petumbuhan (Growth)

Selama tahap pertumbuhan, perusahaan terus mendidik konsumen dan distributor potensial. Perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk tetap memimpin persaingan dan mempertahankan pertumbuhan pasar yang cepat.

Strategi dalam tahap Pertumbuhan : 

a) Meningkatkan kualitas produk dan menambahkan keistimewaan produk baru serta gaya yang lebih baik. 

b) Perusahaan menambahkan model-model baru dan produk-produk penyerta (Produk dengan berbagai ukuran, rasa dsb dengan tetap melindungi produk utama). 

c) Memasuki segmen pasar baru (Ekspansi) 

d) Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi baru. 

e) Perusahaan beralih konsep iklan dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising). 

f) Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitive terhadap harga pada lapisan berikutnya. 

#3. Tahap Kedewasaan (Maturity) 

Tahap ini ditandai dengan tercapainya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan. Normalnya tahap ini merupakan tahap terlama dalam PLC. Hal ini disebabkan pada tahap ini pemenuhan inti kebutuhan oleh produk yang bersangkutan tetap ada. Sebagian besar produk yang ada saat ini berada dalam tahap ini, karena itu sebagian besar strategi pemasaran ditujukan untuk produk-produk dalam tahap ini.

Baca juga : Pengembangan Produk Baru Tidak Cukup Hanya Butuh Inovatif Saja

Strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup suatu produk disebut innovative maturity. Penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian. Pasar semakin tersegmentasi, sehingga untuk masing masing segmen diperlukan promosi yang berbeda dengan lainnya. Umumnya tahap ini terdiri dari tiga tingkatan.

1) Tingkat pertama disebut growth maturity, yaitu pertumbuhan penjualan mulai berkurang yang disebabkan oleh dewasanya distribusi. Tidak ada lagi saluran distribusi baru yang bisa ditambah. 

2) Dalam tingkat kedua, stable maturity, penjualan menjadi mendatar yang disebabkan oleh jenuhnya pasar. Sebagian konsumen potensial telah mencoba produk baru yang ditawarkan perusahaan. 

3) Pada tingkat ketiga, declining maturity, penjualan mulai menurun dan konsumen mulai bergerak ke produk lain atau produk substitusi. 

Ada dua strategi utama yang dapat diterapkan pada tahap kedewasaan, yaitu: 

a) Defensive strategy, yang bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar dari pesaing dan menjaga kelompok produk (product category) dari serangan produk substitusi. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan. Strategi bertahan ini lebih menitikberatkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan produk.

b) Offensive strategy, yang lebih menitik beratkan pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang lebih baik. Bentuk strategi ini dapat berupa modifikasi pasar, yaitu dengan menggaet kelompok bukan pemakai (non-user), mengintensifkan penawaran produk kepada non-user, dan merebut konsumen pesaing. Bentuk lain dari strategi ofensif adalah modifikasi produk, yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli, dengan cara menawarkan manfaat baru dari suatu produk kepada konsumen sekarang untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan pemakaian yang lebih sering (usaha seperti ini sering disebut dengan product relaunching). 

#4. Tahap kemunduran (decline) 

Penjualan perusahaan yang semakin bergerak ke arah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan teknologi. Sejumlah alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini.

Baca juga : Mengapa sebuah produk gagal di Supermarket?

Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan.