Solikhah

CEO Taupasar.

Persuasi dalam Komunikasi Pemasaran Terpadu | Persuasion in Integrated Marketing Communication

Salah satu unsur penting dari komunikasi pemasaran adalah adanya kontenten yang bersifat membujuk atau dalam bahasa pemasaran biasa disebut “persuasi”. Sudah menjadi syarat utama mengapa pesan harus mengandung unsur persuasi karena pada salah satu ujung dari kegiatan pemasaran adalah respon positif berupa pembelian. Oleh karena itu menurut taupasar.com penting bagaimana mengemas aktifitas pemasaran terutama dalam komunikasi agar pesan persuasif itu dapat tersampaikan secara efektif.

Integrated marketing communication : pixabay

Pengertian Komunikasi Pemasaran Terpadu (integrated marketing communications/IMC) 

Integrated Marketing Communication (IMC) Adalah proses pengembangan dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi persuasive kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan. 

#Tujuan IMC (Komunkasi Pemasaran Terpadu)

adalah mempengaruhi atau memberikan efek langsung kepada perilaku khalayak sasaran yang dimilikinya. 

Karakteristik IMC:
  • Mempengaruhi perilaku  
  • Berawal dari pelanggan dan calon pelanggan (prospect)  
  • Menggunakan satu atau segala cara untuk melakukan “kontak ” 
  • Berusaha menciptakan sinergi Menjalin hubungan 

Perubahan dalam Praktek komunikasi Pemasaran : 
  • Mengurangi ketergantungan pada iklan di media massa 
  • Meningkatkan kepercayaan pada metode komunikasi yang highly intargeted  
  • Tingkat permintaan yang lebih tinggi akan supplier komunikasi pemasaran 
  • Berbagai upaya untuk mengukur pengembalian modal (return on investment) dalam komunikasi  

#Implikasi Praktis : Modifikasi Perilaku Konsumen
  
Sebagai upaya mengenali cara alternatif pembentuk sikap dan persuasi, bentuk persuasi bergantung kepada karakteristik pasar serta kekuatan posisi komunikator pemasaran secara relatif dibadingkan kompetitornya. Jika konsumen tertarik untuk belajar mengai produk, dan mereka perusahaan memiliki keunggulan yang jelas dibandingkan mereka kompetitor, maka taktik persuasi yang dapet dilakukan jelas konsumen akan menyetujui argumen anda, yang akan menghasilakan pembentukan sikap yang bersiaf tetap ( enduring ) serta peluang yang kuat bagi terpilihnya merek Anda di antara merek-merek lain. 

Namun, realita di pasar adalah bahwa sebagian besar merek dalam suatu kategori produk adalah sama, dan karenanya, konsumen umumnya tidak merasa perlu untuk berusaha memproses pesan yang mengandung sedikit informasi. Sehingga, kominkator pemasaran, yang harus menghadapi dua informasi. Sehingga, komunikator pemasaran, yang harus menghadapi dua masalah ini harus menemukan cara untuk menimbulkan antusiasme yang cukup dari konseumen agar mereka mau mendengar dan/ atau membaca pesan sang konumikator. 

#Meningkatkan Motivasi untuk Menangkap dan Memproses Pesan

Sebagai pengiklan atau komunikator pemasaran dalam kapastias yang berbeda, tujuan kita adalah meningkatkan kecenderungan bahwa konsumen akan termotivasi untuk menangkap dan memproses informasi yang kita berikan dalam pesan kita. Diantara hasil yang kita harapkan, mengingkatnya motivasi untuk memproses telah terbukti dapat memperkuat pengaruh perilaku mereka pada kecenderungan pembelian. 

Untuk meningkatkan motivasi konsumen dalam memproses informasi mengenai merek, komunikator pemasaran dapat menggunakan pertanyaan retorik fear appeal, dan drama untuk meningkatkan relevasi merek denganself-interest konsumen. Memulai sebuah pesan dengan ketegangan atau kejutan juga dapat meningkatkan motivasi untuk mengangkap pesan. 

Cara-cara lain untuk meningkatkan motivasi adalah dengan menggunakan humor atau memberikan sedikit informasi semua teknik tersebut dapat digunakan untuk memperkuat motivasi konsumen dalam memproses informasi mengenai merek, serta mempelajari atribut, manfaat, dan potensi yang dimiliki merek untuk memenuhi kepuasan konsumen. 

Integrated Marketing Communication : pixabay

#Meningkatkan Peluang untuk Menerjemahkan Informasi dan Mengurangi Waktu Pemrosesan 

Pesan pemasaran tidak dapet berfungsi efektif kecuali konsumen memahami informasi mengenai merek dan menghubungkannya dengan informasi yang terkait dengan kategori produk dalam struktur memori mereka.  

Tujuan komunikator adalah agar konsumen dapat menterjemahkan informasi secara sederhana dan secepat mungkin. Dalam usaha memfasilitasi aktivitas ini dengan pengulangan. Komunikator pemasaran perlu mengulang informasi mengenai merek, menggunakan kembali tema-tema kunci serta menayangkan ulang iklan dalam berbagai acara. 

Peluang juga ditingkatkan dengan mengurangi waktu yang diperlukan untuk memproses informasi. Pengguna gamar dan cerita ( Image )  dapat menciptakan sebuah bentuk total-message processing  di mana konsumen dapat segera menerjemahkan seluruh pesan, dan tidak harus memproses infromasi tersebut sedikit demi sedikit. 

#Meningkatkan Kemampuan untuk Mengakses dan Menciptakan Struktur Pengetahuan   
     
Tugas Komunikator Pemasaran adalah untuk memungkinkan konsumen mengakses struktur pengetahuan  (knowledge structure) yang telah ada atau menciptakan struktur pengetahuan baru.

Untuk memfasilitasi pengaksesan struktur pengetahuan oleh konsumen, komunikator pemasaran perlu menyediakan sebuah konteks untuk teks atau gambarnya.Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan verbal famring.Yaitu menempatkan gambar-gambar iklan dalam konteks atau dibingkai oleh kata-kata dan frase yang sesuai.

Kadangkala, komunikator pemasaran perlu menciptakan struktur pengetahuan untuk informasi yang mereka ingin konsumen ketahui mengenai merek mereka.Hal ini dicapai dengan memfasilitasi pembelajaran berdasarkan eksemplar. Sebuah eksemplar adalah spesimen atau model dari suatu konsep atau ide tertentu. Dengan menggunakan konkretisasi, demonstrasi, atau anolgi, komunikator pemasaran dapat memfasilitasi proses belajar dengan menarik perhatian kepada eksemplar ini. 

Referensi :
Shrimp, Terence. 2003. Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Edisi ke 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga 

Penulis : Sigit Ardho
Editor : Sigit Ardho