Solikhah

CEO Taupasar.

Mengapa sebuah produk gagal di Supermarket?

taupasar.com | Mengapa sebuah produk gagal di Supermarket ?

Sebuah produk bisa dikatakan gagal di supermaket dengan beberapa indikator. Yang paling umum adalah nilai sales atau penjualan produk itu sendiri. Indikator ini paling relevan digunakan karena memang tujuan utama produk ada di sebuah supermarket adalah untuk bisa terjual.

Mengapa sebuah sebuah produk gagal di Supermarket?

Indikator yang umum juga digunakan adalah "turn over". Istilah turn over sederhanaya adalah nilai perputaran produk dalam satu periode. Produk yang bagus memiliki tingkat turn over yang tinggi. Istilah lain yang sering muncul untuk indikator ini adalah "bukan produk slow moving".

Indikator terakhir yang sering juga jadi poin dalam penilaian produk adalah nilai retur. Bisa jadi sebuah produk penjualannya bagus, turn overnya tinggi namun memiliki nilai retur yang tinggi pula. Artinya produk ini perlu dievaluasi lebih lanjut penyebab adanya retur.

Apa saja faktor yang dapat menyebabkan produk bisa gagal di supermarket?

1. Segmentasi, target dan positioning yang kurang tepat

Faktor pertama ini signifikan mempengaruhi berhasil tidaknya sebuah produk dijual di supermaket. Tidak sedikit pemilik produk atau brand belum menganalisa siapa calon pembelinya. Tidak heran saat produk telah masuk supermarket penjualannya tidak optimal karena ternyata market yang dibidik salah.

2. Tim marketing yang belum kuat

Tidak bisa dipungkiri offline market memang memiliki effort sumber daya manusia yang lebih kompleks. Hal itu karena untuk memastikan produk di toko bisa terjual butuh koordinasi yang baik antara team salesman, merchandising dan brand atau promotion. Mengapa perlu tim sebanyak itu?

Untuk diketahui setiap tim tadi memiliki fungsi berbeda beda. Misal apa sebenarnya Jobdes salesman untuk toko ritel, fungsi merchandising dalam aktifitas marketing di toko dan tentunya peran branding dan promosi.

3. Aktifitas promosi yang kurang efektif

Promosi adalah salah satu syarat produk bisa masuk di supermarket. Tanpa adanya support ini sangat kecil sebuah toko mau menjual produk kita. Namun tidak jarang promo yang kita berikan atau yang toko minta tidak sesuai dengan produk yang kita jual. Contoh paling ekstrim adalah memberikan promo diskon untuk produk yang segmennya sebanrnya premium.

Bagaimana membuat konten promosi yang terpadu? bisa baca bagaimana membuat Persuasi dalam Komunikasi Pemasaran Terpadu | Persuasion in Integrated Marketing Communication

4. Atmosfir toko yang cenderung sepi

Yang terakhir ini adalah faktor eksternal. Faktor ini sangat sering terjadi bahkan memimpa brand yang besar. Sederhananya bagaimana bisa kita pendapatkan penjualan yang optimal sedangkan toko tempat kita menjual dalam kondisi sepi pengunjung.

Adakah faktor lain selain yang di atas? Banyak sekali. Sebuah produk juga bisa gagal dipasarkan di supermaket seperti kalah bersaing soal harga, tidak adanya koordinasi yang baik dengan pihak toko hingga produknya sendiri yang belum siap dipasarkan. Lalu bagiaman mengatasi semua masalah tadi? Kita akan bahas lebih jelas di artikel selanjutnya

Penulis : Sigit Ardho
Editor : Sigit Ardho