Solikhah

CEO Taupasar.

Cara Memasukkan Produk Ke Supermarket | Real Story

taupasar.com - Memasukkan produk ke supermarket terkenal adalah harapan dari banyak pemilik produk. Nama yang terkenal, jumlah pengunjung yang relatif tinggi dan banyaknya toko adalah daya tarik sendiri mengapa orang mau produknya masuk ke supermarket.

produk masuk supermarket - pixabay.com

Nama - nama terkenal seperti Superindo, Hypermart, Carrefour, Giant, Yogya atau Lotte Mart adalah sederet supermarket yang sudah memiliki banyak sekali cabang. Supermarket tersebut sudah berkiprah dalam bisnis ritail lebih dari 10 tahun rata - ratanya.

supermarket - pixabay.com

Namun yang kadang menjadi pertanyaan adalah bagaimana caranya supaya produk kita bisa masuk ke supermarket tersebut? taupasar.com akan coba memberikan gambaran sederhana bagaimana suatau produk bisa diterima oleh supermarket dari real story;

1. Produk yanng memiliki potensi pasar menjanjikan

Saat ini, poin nomor 1 ini bisa disebut semacam "password". Jika suatu produk tidak memiliki daya saing, potensi pasar atau daya tarik bisa dipastikan tidak akan mudah produk tersebut bisa masuk ke etlase supermarket. 

produk supermarket - pixabay.com

Bagaimana cara mengetahui apakah suatu produk itu potensial? Cara paling sederhana adalah dengan datang ke supermarket yang akan ditawarkan produk, cari produk yang mirip atau sejenis dan buat perbandingan. Dari sana kita bisa lihat bagaimana kekuatan poduk kita dibanding produk - produk yang sudah ada di toko saat ini. Kalau ingin lebih koperhensif teman - teman bisa lakukan riset pasar baik sendiri atau lewat pihak ke tiga.

2. Vendor Supplier

Vendor supplier ini adalah istilah yang jarang diperbincangkan. Padahal dengan sistem yang rata - rata sudah terintergrasi oleh komputer dan internet saat ini mengharuskan semua supplier supermarket memiliki vendor. Sederhananya vendor adalah profil resmi supplier yang berisi identitas lengkap untuk memudahkan transaksi jual beli ke supermarket.

3. Persyaratan Produk

Jika suatu produk sudah dianggap memiliki potensi dan daya saing, maka pastikan semua syarat dokumen pendukungnya terpenuhi. Contoh jika kita menjual produk olahan makanan, sangat wajar supermarket akan meminta kita untuk melengkapi dokumen halal dan izin edar (BPOM / P- IRT).

4. Biaya Support

Poin ini adalah bagian yang paling jarang diungkap oleh banyak media. Biaya support biasanya meliputi biaya masuk produk, biaya potongan tetap (rabat) atau bisa juga dalam bentuk alokasi biaya promosi.

Berapa jumlahnya? sangat relatif tergantung kebijakan masing - masing supermarket dan skill negosiasi kita. Apakah bisa geratis? mungkin saja walau menurut taupasar.com agak sulit untuk bisa full geratis.

Untuk memperlajari biaya apa saja yang perlu dipersiapkan untuk sebuah produk masuk supermarket bisa dibaca : Biaya Yang Harus Disiapkan Ketika Produk Masuk Supermarket

5. Program Promosi

Sebagai seorang supplier yang baik kita juga harus punya andil dalam penjualan produk kita. Bukan berarti jika produk masuk ke toko otomatis akan langsung terjual. Oleh sebab itu perlu adanya support promosi misalnya diskon, pemberian sample atau adanya direct selling (biasanya SPG) dari supplier

promo supermarket - pixabay.com

Semua uraian diatas tidak bersifat mutlak. Sekali lagi karena salesmanship juga ilmu sosial yang bisa sangat dinamis kejadiannya. Namun base on real story, taupasar.com mencoba membagi pengalaman bagaimana memasukkan produk ke supermarket. Tapi jangan lupa sebuah produk bisa gagal juga dijual di supermarket. Mengapa? baca Mengapa sebuah sebuah produk gagal di Supermarket?

Penulis : Sigit Utomo
Editor : Sigit Utomo