-->

Solikhah

CEO Taupasar.

Bagaimana Menjadi Supplier Sayur ke Supermarket

Kebutuhan Sayur Supermarket

Sayur dan buah adalah komoditas pangan yang dianggap selalu ideal menjadi menu keseharian seseorang. Alasannya sederhana, dua katagori bahan pangan tadi memiliki gizi dan manfaat yang sangat dibutuhkan tubuh. Tidak heran sejak kita kecil kita kenal 4 sehat 5 sempurna yang di dalamnya ada sayur dan buah. 

Supplier sayur



Dengan isu kekebalan tubuh dan nutrisi yang saat ini semakin banyak orang peduli, kebutuhan akan sayur semakin meningkat. Tidak heran distribusi sayur disetiap daerah sangat merata mulai dari tukang sayur keliling, warung sayur hingga ke kelas yang lebih besar supermarket. 

Hampir pasti setiap supermarket kebutuhan umum menyediakan barang segar termasuk sayur. Sebut saja nama - nama yang paling sering kita jumpai seperti Giant, Carrefour, Superindo atau Hypermart, bisa dipastikan produk segar termasuk sayur masuk katagori produk jualan andalan. 

Mengapa sayur menjadi pilihan utama jualan supermarket? Alasannya kembali ke hal sederhana di atas yaitu karena kebutuhan akan sayur selalu ada bahkan cenderung meningkat seiring dengan kesadaran orang akan kebutuhan nutrisi tubuh mereka. 

Menjadi Supplier Sayur ke Supermarket

Salah satu data yang kami pernah dapat dari suatu supermarket terkemuka mengatakan bahwa sayur berkontribusi minimal 15℅ dari total omset satu supermarket. Di waktu tertentu angka itu bisa naik hingga 20℅. Artinya kontribusi produk - produk sayur cukup signifikan dalam penjualan toko. 

Selain soal kontribusi penjualan secara keseluruhan sayur juga sering dijadikan "magnet" dalam promosi sebuah toko. Kita tentu tidak jarang mendengar atau melihat promo wortel, brokoli hingga yang paling ekstrim waktu itu promosi supermarket Giant pernah memasang spanduk besar dengan tulisan "sayur segar Rp 999 per ikat". Sebuah tanda betapa kuatnya sayur dalam sebuah atribut promosi. 

Dengan beberapa latar belakang bisnis sayur dalam supermarket tadi membuat seseorang atau pemilik usaha lantas berusaha dengan keras supaya bisa memasukkan produk segar seperti sayur ke supermarket. Namun apa sebenarnya syarat untuk menjadi pemasok sayur di supermarket? 

Berdasarkan pengalaman kami, kurang lebih dari 5 syarat utama seseorang atau sebuah badan usaha bisa menjadi pemasok sayur ke supermarket atau modern trade. Berikut pemaparannya :

1. Bisnis model yang jelas

Bisnis model itu sederhana adalah gambaran umum bisnis yang dijalankan. Analogi sederhana, jika kita mau menjadi Supplier sayur seharusnya memang sudah terjun lebih dahulu ke binis ini. Supermarket sangat menghindari orang yang sifatnya coba - coba atau oportunis. 

Dalam bahasa yang lebih mudah, supermarket atau modern trade lebih memilih Supplier yang sudah pengalaman dan terbukti. Jadi sebelum menawarkan produk ke supermarket, pastikan dulu kita sudah terjun ke dunia bisnis sayur ini. Sehingga saat kita dihadapkan ndengan sistem jual beli sayur di toko tidak bingung. 

2. Ikut standar produk yang ada.

Kualitas produk adalah syarat selanjutnya. Supermarket sudah memiliki standar baku yang jelas seperti apa produk yang mereka nyatakan layak jual di rak pajang mereka. Standar kualitas ini harus diikuti semua supplier jika ingin produknya bisa masuk. 

Standar lainnya adalah soal kemasan. Jika di pasar atau warung - warung sayur kita sering melihat sayur dicurah atau diikat, maka di supermarket ada aturan packaging yang lebih baku. Ada yang diplastik, diwrapping hingga di buat kotak khusus. Tujuannya jelas, membuat penampilan sayur saat dipajang lebih menarik. 

3. Pendaftaran vendor / pemasok

Poin nomor tiga ini adalah identitas suplier. Sebelum kita melakukan pengiriman atau penjualan produk ke Supermarket, kita harus mendaftarkan jenis usaha kita yang nanti akan terdaftar sebagai vendor. Jenisnya boleh perseorangan atau perusahaan tergantung legalitas usaha yang kita miliki. 

Syarat vendor ini biasa berupa pengisian form Supplier, KTP pemilik, NPWP pemilik, ijin usaha dan rekening bank untuk transaksi pembayaran. Apakah berbayar? Ada toko atau supermarket yang mengenakan pendaftaran vendor ini dengan biaya, namun banyak juga yang geratis. 

4. Sistem jual - beli

Jika vendor sudah tersedia, nanti kita akan diberikan treding term atau perjanjian jual beli. Dokumen ini adalah landasan nanti bagaimana sistem jual beli akan berjalan. Apa saja yang di atur didalam treding term? 

Untuk mudahnya, treding term produk sayur biasa terdiri dari tiga hal utama, pertama sistem jual beli, apakah itu beli putus, kredit atau konsinyasi atau titip jual. Kedua adalah berapa lama waktu pembayaran atau term of payment (TOP) . Ketiga adalah biaya - biaya lain yang ada dalam kesepakatan seperti promosi, rabat atau diskon. 

5. Support Toko

Poin terakhir ini sangat jarang dibahas dibanyak forum diskusi. Apa itu support toko? Support toko adalah semua aktivitas atau biaya yang kita (Supplier) keluarkan untuk menunjang penjualan produk kita di toko. 

Contoh paling gampang, diskon atau potongan harga. Beban promo diskon tadi menjadi tanggungan pemilik produk (supplier). Poin ini juga biasa menentukan apakah supermarket mau ambil barang dari kita atau tidak. Sederhananya, semakin kita banyak support supermarket cenderung akan memilih supplier yang demikian. 

Demikian tadi lima hal yang harus kita silakan jika ingin masuk menjadi pemasok sayur di supermarket. Apakah selalu seperti itu? Tentu tidak. Namun hal tadi adalah yang paling lumrah terjadi. Jika ada perkembangan soal materi supplier sayur supermarket paralel juga akan kami update. Semoga bermanfaat. 



Penulis : Sigit Utomo
Related Posts