Solikhah

CEO Taupasar.

Tahapan Pembentukan Kelompok atau Organisasi | Manajemen dan Bisnis

taupasar.com – Tahapan pembentukan kelompok atau organisasi pada dasarnya sangat terkait dengan tujuan. Hal itu tidak lepas dari dari aspek mengapa suatu keompok dibentuk yaitu adanya kesepahaman visi yang diyakini bersama. Kelompok juga menjadi sebuah ikatan kesepakatan mencapai tujuan secara bersama – sama.

team - organisasi : pixabay.com
Dakam sudut pandang manajemen, pada umumnya sebuah kelompok atau organisasi bisa memiliki berbagai tahapan. Tidak jarang kelompok yang sudah memiliki history lama saja bisa “hancur” pada akhirnya. taupasar.com disini akan membahas tahapan apa saja yang umumnya dilalui oleh sebuah kelompok atau organisasi. Untuk mempermudah analogi taupasar.com ilustrasikan dalam contoh membentuk sebuah group band musik.

1. Forming (Pembentukan)

Tahap ini sering disebut tahap mencari bentuk.  Adanya tarik menarik kepentingan,  perbedaan rasa optimis dan pesimis, masih bersifat skeptis, ketakutan akan  ketidakmampuan dan ketidaksesuaian, masih menetukan apa yang akan dikerjakan. 

Dalam case band musik, tahap ini bisaanya lebih kepada tau karakter masing – masing. Sangat wajar selera musiknya berbeda. Kunci melalui tahap ini adalah saling terbuka akan porsi dan pemikiran masing – masing anggota ke anngota lain.

2. Storming (Perdebatan Pandangan)

Kelempok sudah terbentuk tetapi masih ada terkesan rasa kurang percaya  di masing-masing anggotanya (ditandai dengan saling menyalahkan, menghindar, berargumentasi defensif, adanya ketegangan, masih mengeluh atas beban kerja). 

Jika dalam analogi band musik, tahap ini paling krusial apakah band akan lanjut atau tidak. Masih belum sepakatnya “genre” musik yang akan digarap adalah alasannya. Kunci tahap ini adalah mencoba sama – sama membedah positif negatif masing – masing ide yang diyakini.

3. Norming (Kompak dan Sepakat)

Kelompok membentuk nilai-nilai dan aturan untuk kebersamaan  ditandai dengan mulai mau menerima perbedaan, mengadakan rekonsiliasi, konflik dpt dikendalikan, lebih harmonis “sense togetherness”, memberikan kritik yang konstruktif, merasakan dialam anggota tim, saling akrab, memahami kewajiban, aturan dan norma, anggota mengutamakan untuk bekerja sama.
kelompok - organisasi : pixabay.com
Band yang dibentuk kini sudah mulai latihan bersama. Sudah ada standar musik yang disepakati untuk dimainkan. Semua anggota kelompok sudah bisa mengambil peran masing – masing untuk membentuk suatu harmoniasasi nada yang diinginkan.

4. Performing (Kelompok Siap Bekerja)

Kelompok merasakan dalamsatu tujuan  dan dalam kesamaan arah dalam harmonisasi gerak langkah ditandai dengan kematangan keputusan dan tidak, tahu kemanfaatan yang diharapkan darinya, membicarakan penyempurnaan, mengembangkan solusi., mencoba melakukan perubahan, dengan cirri-ciri:
tim - organisasi : pixabay.com
a. anggota lebih mengerti satu sama lain,
b. mampu mengendalikan diri
c. trampil dalam bekerja
d. melaksanakan fungsi manajemen dengan baik 
e. menikmati rasa suasana persahabatan

band yang kita bentuk telah siap untuk tampil. Sudah ada aransemen yang matang karena latihan. Semua anggota tim sudah menemukan porsi kontribusi dan tanggung jawab masing – masing. Tim siap jalan untuk mulai mewujudkan tujuan mereka.

5. Bubar 

Tidak ada kelompok yang ingin bubar. Namun faktanya tidak sedikit pula kelompok yang solid akhirnya bubar atau memutuskan diri keluar dari ikatan awal.

Setiap kelompok dapat bubar dikarenakan:
a. perubahan nilai
b. perbedaan tujuan
c. perubahan persepsi
d. perkembangan dan kemajuan