-->

Solikhah

CEO Taupasar.

Hubungan Strategi Pemasaran STP (Segmentasi Targeting dan Positioning) Dengan Marketing Mix

Apa Itu Strategi Pemasaran STP?

Strategi Pemasaran adalah serangkaian upaya untuk yang dilakukan perusahaan atau tim pemasaran berupa pemetaan pelanggan dari berbagaivmacam aspek hingga tercipta suatu presepsi dan keyakinan akan produk atau jasa yang dipasarkan. Dalam dunia marketing konsep paling lazim untuk membuat strategi adalah konsep STP atau Segmentasi, Targeting dan Positioning.

strategi STP
Hubungan STP dengan Marketing Mix

Konsep STP ini sebenarnya sudah ada cukup lama dalam dunia marketing. Konsep dasar dari strategi STP adalah strategi mengklasifikasikan target atau calon pelanggan ke dalam suatu kelompok kelompok yang lebih spesifik untuk mempermudah menentukan aktifitas marketing apa yang cocok untuk pasar yang akan kita bidik.

Berikut ulasan tentang Strategi STP menurut taupasar.com :


1. Segmentasi Pasar (Segmentation)


Pasar terdiri dari berbagai tipe konsumen, produk, dan kebutuhan sehingga pemasar harus menentukan segmen mana yang menawarkan peluang terbaik untuk mencapai tujuan perusahaan. Konsumen dapat dikelompokkan dan dilayani dengan berbagai cara berdasarkan faktor geografis, demografis, psikografis dan perilaku.

Proses membagi pasar ke dalam kelompok pembeli yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilakunya yang mungkin membutuhkan bauran produk atau bauran pemasaran yang terpisah disebut “Segmentasi pasar”.

segmentasi - pixabay

Setiap pasar memiliki berbagai segmen, tetapi tidak semua cara melakukan segmentasi pasar itu sama manfaatnya. Sebuah segmen pasar terdiri dari konsumen yang sama tanggapannya terhadap seperangkat usaha pemasaran. Dalam pasar mobil, misalnya konsumen yang memilih mobil paling besar, paling nyaman tanpa mempedulikan harga membentuk satu segmen pasar.

Segmen pasar yang lain adalah pelanggan yang lebih memperhatikan harga dan biaya operasional yang rendah. Akan sangat sulit untuk membuat satu model mobil yang akan menjadi pilihan utama setiap konsumen. Perusahaan yang bijaksana akan memfokuskan usaha mereka untuk memenuhi kebutuhan tertentu dari satu atau beberapa segmen pasar.


2. Membidik Pasar (Targeting)

Setelah mendefiniskan segmen pasar, perusahaan dapat memasuki satu atau beberapa segmen di pasar tertentu. Membidik pasar meliputi mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau beberapa segmen yang akan dimasuki.

Arrow, Target, Kisaran, Bullseye, Olahraga, Tujuan
targeting - pixabay

Perusahaan harus membidik segmen dimana perusahaan dapat memberikan nilai yang terbesar bagi pelanggan dan mempertahankannya dalam jangka waktu yang lama. Perusahaan yang sumber dayanya terbatas mungkin memutuskan untuk melayani hanya satu atau beberapa segmen khusus atau “relung pasar”.

Strategi ini membatasi penjualan, tetapi mungkin mendatangkan laba yang besar. Atau, perusahaan mungkin memilih melayani beberapa segmen yang saling berkaitan, mungkin segmen yang jenis pelanggannya berbeda tetapi mempunyai keinginan dasar yang sama. Atau perusahaan besar mungkin memutuskan untuk menawarkan jajaran produk yang lengkap untuk melayani semua segmen pasar.

Kebanyakan perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani satu segmen dan bila usaha itu terbukti berhasil, mereka akan menambah segmen. Perusahaan besar akhirnya akan berusaha meliput seluruh pasar. Perusahaan yang menjadi pemimpin biasanya mempunyai rancangan produk berbeda-beda yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap segmen.


3. Penetapan Posisi di Pasar (Market Positioning)

Setelah memutuskan segmen pasar mana yang akan dimasuki, perusahaan harus memutuskan posisi apa yang ingin ditempati dalam segmen tersebut. Posisi suatu produk adalah adalah kedudukan yang ditempati produk tadi dibandingkan dengan produk pesaing dalam benak konsumen. Bila suatu produk dianggap tepat sama dengan produk lain di pasar, konsumen tidak mempunyai alasan untuk memilikinya.

Psikologi, Sukses, Pribadi, Pertumbuhan, Otak, Pikiran
positioning - pixabay

Penetapan posisi di pasar adalah pengaturan agar suatu produk menempati tempat yang jelas, terbedakan dan diinginkan dalam benak konsumen sasaran dibandingkan dengan produk pesaing. Jadi, pemasar merencanakan posisi yang membedakan merek produk mereka dari merek produk pesaing dan yang mampu memberikan keunggulan stratejik terbaik di pasar sasarannya.

Dalam memposisikan produknya, mula-mula perusahaan perlu mengindentifikasikan  kemungkinan keunggulan bersaing yang dapat digunakan untuk membangun posisi. Untuk meraih keunggulan bersaing, perusahaan harus menawarkan nilai yang lebih besar kepada segmen sasaran yang dipilihnya, mungkin dengan menetapkan harga yang lebih rendah dibandingkan pesaing atau dengan menawarkan manfaat lebih banyak agar dapat dijadikan alasan bagi harga yang lebih tinggi.

Tetapi bila perusahaan memposisikan produk sebagai “yang menawarkan lebih tinggi”, maka perusahaan tersebut juga harus memberikan nilai yang lebih tinggi.


Hubungan Strategi STP dengan Marketing Mix

Strategi STP dan Marketing mix adalah dua kombinasi pendekatan strategi pemasaran yang masih paling relevan saat ini. Meskipun banyak yang membuat "variasi" namun jika dirunut maka masih banyak kemungkinan juga ada dasar kedua konsep tadi.

Lalu apa hubungan marketing mix dengan Segmentasi, Targeting dan Positioning?
  1. Dalam membuat strategi Marketing Mix 4 P (product, price, place dan promotion) maupun 7 P maka hatus mengetahui dulu siapa yang akan kita bidik. Artinya sebelum memutuskan 4 P tadi kita mesti melakukan analisis STP terelih dahulu. Contoh paling gampang, bagaimana kita bisa memilih media iklan yang tetap (Promosi) tanpa tahu siapa target audience kita (targeting).
  2. STP memiliki kemungkinan bisa dilakukan apabila sudah jelas produk dan harga dasar (bagian 4 P) produk yang akan dipasarkan. Sederhananya, jika kita sudah tahu produk yang kita buat untuk kalangan menengah ke atas, maka segmentasi market nya juga harus membagi katagori pelanggan berdasar kelas ekonomi atau pendapatan (ruang lingkup STP).

Penulis : Sigit Ardho
Referensi :
  1. Aaker, David A, V. Kumar & George S. Day. 2004. Marketing Research Eighth Edition.USA: John Wiley & Sons Inc.
  2. Kotler Philip & Kevin Keller. 2006. Marketing Management, 12ed. New Jersey: Prentice
  3. Kotler, Philip. 2007. Manajemen Pemasaran di Indonesia: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat.
Related Posts