taupasar.com

we read, we create and we share it.

Pengertian Positioning dalam Strategi Marketing

Positioning adalah bagian dari konsep dasar strategi pemasaran modern yang dikenal dengan STP atau segmentation, targeting dan positioning. Konsep STP atau marketing strategi ini berangkat dari pemikiran bahwa suatu produk atau jasa harus jelas dulu siapa yang menjadi sasaran penjualannya. Sederhananya, saat kita berpikir untuk membuat sebuah produk atau jasa, STP ini adalah alat untuk memudahkan kita membagi calon target pasar kita.

Apa itu sebenarnya postioning produk?

Positioning produk secara sederhana adalah jawaban dari pertanyaan "akan diingat sebagai apa produk kita di benak konsumen?'. Jika masih terlalu rumit pengartiannya, boleh mulai dengan pertanyaan "apa yang diingat saat merek atau produk kita disebut?". Supaya lebih mudah, mari kita menggunakan contoh. Apa yang ada bayangkan terhadap dua merek Hp Apple dan Xiomi misalnya?

positioning - pixabay
 Presepsi atau bayangan terhadap merek Apple dan Xiomi tadi adalah contoh bagaimana produsen men-set positioning produk mereka masing - masing. Atau jika mau contoh lain misalnya apa pesepsi yang timbul saat membandingkan motor Kawasaki Ninja dengan Harley Davidson? Nah, presepsi tadi adalah contoh paling sederhana dari strategi positioning.

Mengapa positioning penting dalam marketing?

Sebelum masuk ke mengapa, pastikan dulu kita tidak salah memahami apa itu positioning dan apa itu diferensiasi. Dua istilah ini sering sekali "overlap" makna. Jika ingin tahu lebih dalam bisa dibaca pada konsep PDB Bapak Hermawan Kertajaya. Namun inti dasarnya deferensiasi adalah cara membuat produk kita beda dengan lainnya, sedang postioning adalah presepsi apa yang ingin customer ingat dari produk kita.

Banyak pakar pemasaran meyakini bahwa inti dari strategi STP ada pada P nya. Mengapa? karena P (positioning) adalah faktor non-control. Segmentasi dan Targeting adalah dua strategi yang bisa kita atur dan tentukan tanpa harus melibatkan customer kita. Namun untuk positioning alat ukur atau parameternya adalah presepsi pelanggan. Bisa jadi kita seakan sudah sangat keren dalam membuat segmentasi namun tidak masuk dalam benak konsumen ya sama saja.

Paling utama soal pentingnya suatu produk atau merek memiliki positioning yang jelas adalah soal eksekusi program marketing. Paling gampang, jika dari awal kita punya produk makanan dengan positioning misalnya alami atau kesehatan, sudah pasti kita akan memikirkan konten, platform, sosial media dan public figure untuk iklannya juga harus mendukung positioningnya.



Penulis,
Sigit Ardho
Related Posts