Solikhah

CEO Taupasar.

Marketing Executive : Pengertian, Job Description, Tugas dan Tanggung Jawabnya

- taupasar.com | Marketing Executive : Pengertian, Job Description, Tugas dan Tanggung Jawabnya

Marketing Executive menjadi profesi yang banyak diminati akhir - akhir ini. Mengapa profesi ini memiliki daya tarik yang cukup kuat? Oleh sebagian orang mejadi executive marketer sering identik dengan penampilan rapi, body language yang keren dan tentunya punya kemampuan komunikasi yang mumpuni. Satu lagi ditambah presepsi bahwa mereka memiliki pengahasilan yang tak terbatas. Apakah semua itu benar?


Jawabanya bisa ya atau tidak. Namun yang kita sering jumpai saat ini memang seperti apa yang ditulis diatas. Apalagi jika sudah menyangkut industri yang memang kelasnya menengah keatas seperti markerting mobil, markerting apartemen atau markerting perhiasan. Akan menjadi masuk akal jika semua marketing tersebut harus berpenampilan "keren" karena memang yang menjadi target customernya memiliki segment yang peduli soal seperti itu.

Pengertian dan Job Description Marketing Executif

Jika merujuk pada ilmu pemasaran (apalagi yang di ajarkan di kampus - kampus) mungkin istilah marketing executive mirip dengan Sales Executive. Apa perbedaan Sales Executive dengan Markering Executive? Pada dasarnya sama. Hanya karena oleh beberapa orang profesi sales dianggap tidak lebih keren dari marketing maka banyak perusahaan menamakan tenaga penjual mereka dengan marketing executive.

Baca juga : Perbedaan Seles dan Markerting

Terlepas dari cara pandang tadi, marketing executive saat ini didefinisikan sebagai seseorang yang secara langsung melakukan aktiftas penjualan kepada calon konsumen. Dalam praktiknya mereka lebih fokus pada bagaimana menciptakan closing sales produk atau jasa yang mereka tawarkan.



Kata executive sendiri muncul dari representatif aktifitas yang dilakukan secara langsung atau direct. Jika ingin menterjemahkan lebih sederhana marketing eksekutif adlah tenaga pemasaran yang berhubungan langsung (eksekusi) keinginan dan permintaan pelanggan.

Tugas dan Tanggung Jawab  Marketing Executive

1. Membuat data prospek pelanggan

Sekali lagi karena sudah disebutkan bahawa profesi ini mirip dengan sales executive, maka sudah pasti semua itu dimulai dari mencari target pasar atau pembeli. Data prospek bisa kita dapat dari berbagai sumber misalnya referensi teman, saudara atau data pelanggan perusahan yang belum ter-follow up. Satu cara yang paling efektif saat ini adalah mencari prospek lewat sosial media seperti facebook atau instagram.

Kita juga bisa memanfaatkan Custome Audience Facebook sebagai sumber data base kita. Namun perlu ketelitian yang cukup jika kita ingin mencari data lewat sosial media mengingat pemalsuan data sangat mungkin terjadi disini.

2. Membuat rencana penawaran 

Data prospe yang kita buat selanjutnya harus kita follow up satu satu. Namun jangan lupa sebelum mulai follow up, kita harus validasi informasinya terlebih jika data yang kita ambil dari sosial media. Rencana penawaran ini pada dasarnya adalah mulai mempersiapkan jadwal atau waktu untuk bisa mulai komunikasi dengan pelanggan.

3. Melakukan promosi 

Marketing dan promosi adalah dua hal yang tak terpisahkan. Sebagai marketing executive maka sudah pasti memiliki tanggung jawab untuk promosi produk atau jasa yang kita jual. Bentuk promosi yang bisa dilakukan beragam. Paling simple adalah memanfaatkan sosial media yang kita punya. Selain itu jika ingin promosi offline kita bisa mencari spot - spot yang potensial terdapat target pelanggan kita.

Baca juga : Menggukan Psikologi Marketing untuk Promosi 

4. Closing penjualan

Tolak ukur marketing executive tidak berbeda jauh dengan sales. Ya, penjualan atau omset. Sudah bukan hal aneh lagi jika semua muara atifitas kita adalah soal closing penjualan. Bukan berarti semua aktifitas kita dihabiskan disana, namun jika berbicara skala prioritas maka sudah pasti sebagian besar waktu seorang markerting executive adalah untuk ini.

5. Menerima dan handle komplain

Sebagai wujud tanggung jawab atas pelanggan seorang marketing executive juga harus bisa handle komplain. Perlu diingat bahwa kepuasan pelanggan adalah tujuan dari proses marketing. Satu hal yang posotif jika kita mampu melakukan ini dengan baik adalah soal referensi. Percayalah jika seseorang merasa puas dan terlayani dengan kita maka peluang dia merekomendasikan kita akan lebih besar.

6. After sales service

Tidak sedikit marketer yang merasa hal ini kurang penting. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa setelah closing tugas mereka adalah proses closing baru. Hal itu salah telak. After sales service adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas marketing. Apa jaminan bahwa produk atau jasa kita tidak ada kendala setelah dibeli? Maka dari itu after sales service juga sangat mempengaruhi citra seorang executive marketer

7. Bersama dengan Marketing manager membuat startegi marketing

Organinasi yang baik seharusnya memiliki jenjang karir yang jelas. Tugas nomor tujuh ini adalah bagian dari "creat new generation". Sebagai seorang pemasar eksekutif  tidak boleh membatasi diri hanya statis pada pekerjaan reguler saja, Dengan kesempatan membuat atau membantu manager marketing membuat strategi, secara tidak langsung sebenarnya kita sedang diajari bagaimana menjadi seorang manager pemasaran.

Demikian tadi uraian tentang marketing executive. Satu hal yang perlu diingat, jangan pernah hanya melihat dari sisi suksesnya saja. Sebaiknya kita juga mulai melihat proses awal dan mungkin kesulitan dalam menjalankannya. Jika bisa melihat secara lebih komperhensif, maka untuk menjadi seorang merketing executive yang handal bukanlah suatu yang sulit dicapai.

Penulis : Sigit Ardho
Editor m: Sigit Ardho