taupasar.com

we read, we create and we share it.

7 Cara Mengelola Modal Usaha dengan Baik Agar Bisnis Terus Berkembang

7 Cara Mengelola Modal Usaha dengan Baik Agar Bisnis Terus Berkembang

Modal usaha adalah uang yang digunakan sebagai pokok berdagang atau harta benda yang bisa digunakan untuk menghasilkan sesuatu untuk menambah kekayaan. Tanpa cara mengelola modal usaha dengan baik, pada akhirnya bisnis tidak akan berkembang karena habis modal. 
Cara Mengelola Modal U
Oleh sebab itu, sangat penting mengetahui cara mengelola modal usaha sehingga bisnis yang Anda jalankan akan terus berkembang. Lalu, bagaimana cara mengelola modal usaha? Pada artikel ini, taupasar.com akan membagikan rahasianya.

Berikut Cara Mengelola Modal Usaha Agar Tidak Rugi

Berikut ini beberapa cara mengelola modal usaha yang baik agar tidak rugi:

1. Membuat Rincian Modal Investasi

Semua bisnis akan berjalan dengan baik jika memiliki rencana matang. Langkah pertama yang harus Anda lakukan yaitu mencatat semua modal awal yang dibutuhkan. Catatan pada modal awal yaitu modal investasi awal, modal kerja, dan modal operasional. 

Modal investasi merupakan jenis modal yang Anda butuhkan ketika membuka usaha pertama kalinya seperti peralatan. Contohnya, jika Anda akan membuka usaha kue, maka modal investasinya seperti oven, mixer, cetakan kue, dan alat lainnya yang dibutuhkan untuk membuat kue.

2. Membuat Rincian Modal Kerja & Modal Operasional

Selanjutnya, modal kerja yaitu modal yang Anda butuhkan untuk memodali produk yang akan dijual. Contoh, jika Anda akan menjual kue seharga Rp 150.000. Itu berarti modal kerja adalah modal yang Anda butuhkan untuk membuat kue tersebut katakanlah bahan-bahan untuk pembuatan kue habis Rp. 70.000. Nah, yang Rp 70.000 itu lah yang disebut dengan modal kerja.

Sedangkan modal operasional yang berhubungan dengan pengeluaran setiap bulan untuk listrik, sewa ruangan jika menyewa toko, gaji pegawai, dan pengeluaran lainnya yang harus dikeluarkan tiap bulan terlepas laku atau tidaknya produk Anda.

3. Membuat Laporan Laba dan Rugi dengan Jelas

Cara mengelola modal usaha selanjutnya, membuat laporan laba rugi. Dengan adanya laporan ini, Anda akan lebih jelas mengetahui berapa banyak keuntungan dan kerugian yang sudah didapatkan. Selain itu, Anda juga mengetahui kesehatan perusahaan dengan adanya laporan ini.

Jika ternyata, bisnis yang Anda jalankan mengalami kerugian cukup banyak, segera ambil langkah untuk mengatasi kerugian tersebut.

4. Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Bisnis

Ketika menjalankan bisnis meskipun bisnis masih kecil, sebaiknya pisahkan uang pribadi dan uang bisnis pada rekening terpisah. Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tidak sengaja menggunakan uang perusahaan untuk membeli keperluan pribadi.

Disamping itu, memisahkan uang pribadi dan juga uang bisnis akan membantu Anda menganalisa kesehatan finansial bisnis yang sedang Anda jalankan.

5. Menghindari Pemborosan

Dalam suatu bisnis, pemborosan menjadi hal yang harus Anda hindari. Contohnya, jika Anda menjalankan bisnis yang berhubungan produksi kue, pastikan membeli bahan baku dengan jumlah yang sesuai.

Hindari pemborosan supaya tidak ada tambahan biaya lagi. Ketika belanja bahan baku yang terlalu banyak atau tidak sesuai, hal itu akan menambah biaya pemeliharaan. Oleh sebab itu, pastikan teliti saat Anda membeli bahan baku produk yang akan dijual.

6. Menghindari Meminjam Uang 

Banyak pebisnis yang gulung tikar karena terjerat hutang. Jika Anda baru mulai bisnis, sebaiknya hindari dulu meminjam uang. Misalnya, jika modal Anda belum cukup untuk membeli kendaraan mengantarkan pesanan, Anda dapat mengirimkan melalui jasa pengiriman barang yang sudah tersedia seperti GoJek.

Jangan lantas memaksakan, terus meminjam uang. Ada baiknya, kembangkan usaha dari modal yang sudah Anda miliki terlebih dulu. Jika dirasa sudah cukup mampu, Anda bisa melakukan pinjaman untuk pengembangan usaha pada pihak yang terpercaya.

7. Monitor Arus Keuangan

Bagi pebisnis pemula justru harus harus sering melakukan monitor arus keuangan. Semakin lancar keuangan, kewajiban perusahaan akan semakin terpenuhi. 

Jika ternyata arus keuangannya tidak lancar, kemungkinan ada yang salah dari cara mengelola modal usaha selama ini. Anda bisa monitor arus keuangan selama satu bulan 2 kali, sedangkan untuk bisnis yang sudah besar bisa per bulan, per tiga bulan, atau per enam bulan. 

Dapatkan juga sejumlah informasi menarik lainnya berikut ini.

Baca juga:





Dari ke tujuh cara mengelola modal usaha di atas, Anda bisa mengetahui arus keuangan usahanya berjalan lancar atau tidak. 

Penulis: Erisa Agustira
Related Posts