taupasar.com

we read, we create and we share it.

10 Tips dan Cara Mengelola Laba Usaha Agar Terus Berkembang

10 Tips dan Cara Mengelola Laba Usaha Agar Terus Berkembang

Seorang pengusaha seharusnya sudah menetapkan visi dan misi bisnis pendek maupun panjang. Untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu cara untuk mengembangkan bisnisnya adalah dengan terus meningkatkan laba usahanya. 
Cara Mengelola Laba
Laba usaha adalah kelebihan yang didapatkan dari hasil penjualan dikurangi dengan biaya dan beban produksi produk dan jasa. Seorang pengusaha seharusnya sudah bisa mengatur dan mengelola keuangan perusahannya, termasuk dalam mengelola laba usahanya. Berikut ini 10 tips dan cara mengelola laba usaha agar terus berkembang.

Cara Mengelola Laba Usaha

1. Memahami Pengelolaan Keuangan

Keuangan perusahaan sudah seharusnya difahami betul oleh seorang pengusaha. Beberapa yang harus dipahami antara lain seperti masuk dan keluarnya uang dan barang, harga produk pembelian dan harga produk penjualan, biaya produksi, beban produksi dan lainnya. 

Pengelolaan keuangan ini selain dipahami juga dibuatkan laporannya. Membuatkan laporan ini tujuannya agar mempermudah kamu dalam menemukan berapa uang yang keluar dan uang yang masuk. 

2. Menghitung Jumlah Laba Usaha

Setelah kamu membuat laporan pengeluaran dan pemasukan uang, juga jumlah pembelian dan penjualan produk, selanjutnya adalah mencari tahu laba usahanya. Cara mencari laba usaha adalah dengan mencari jumlah harga pokok produknya. 

Untuk menemukan HPP atau Harga Pokok Produk adalah dengan menjumlahkan semua pembelian bahan baku dan semua biaya produksinya. 

Setelah menemukan biaya harga pokok produk, selanjutnya adalah menjumlahkannya dengan beban gaji, beban sewa dan lainnya. Untuk kemudian jumlah penjualan dikurangi dengan hasil penjumlahan HPP dengan semua beban usaha. 

3. Pisahkan Uang Perusahaan dengan Uang Pribadi

Sebagai pemula dalam menjalankan bisnis terkadang banyak yang tidak memisahkan uang pribadi dengan uang perusahaan. Sehingga mereka terkendala dalam mengontrol keuangannya dan mengembangkan bisnisnya. Bisnis pun menjadi jalan di tempat atau tidak berkembang sama sekali. 

Pemisahan keuangan pribadi dengan perusahaan salah satunya dengan memisahkan rekening banknya terlebih dahulu. Hal ini juga akan mempermudah kamu dalam menghitung laporan keuangan perusahaan.

4. Menggunakan Sebagian Laba Untuk Perputaran Modal

Modal dalam berbisnis adalah hal yang penting. Modal usaha adalah dana untuk memulai bisnis atau untuk mengembangkan bisnis kamu. Setidaknya ketika bisnis sudah berjalan maka modal harus terus berputar bahkan meningkat jumlahnya. 

Jika modal awal 1 juta maka bulan berikutnya modal harus tetap berjumlah 1 juta rupiah. Bahkan jika perusahaan untung maka jumlah modalnya harus ditambah. Modal ini bisa kamu gunakan untuk menambah stok bahan baku untuk meningkatkan jumlah produksi usaha kamu. 

Suatu keberhasilan bisnis adalah jumlah modal usaha terus meningkat dengan menyisakan dari laba usaha setiap bulannya. Kamu harus menyisakan setidaknya 45% hingga 50% untuk peningkatan modal usaha kamu. 

5. Menggunakan Sebagin Laba Untuk Mengembangkan Usaha

Cara mengelola laba usaha selanjutnya adalah dengan menggunakan sebagian laba usaha untuk mengembangkan bisnis kamu. Tetapkan jumlah setiap bulannya untuk mengembangkan bisnis kamu. Misalnya setiap bulannya 10% hingga 15% dari laba bersih usaha untuk mengembangkan bisnis kamu. 

Pengembangan bisnis bisa untuk menambahkan alat, menambah jumlah SDM, meningkatkan promosi usaha, atau untuk menambah outlet bisnis baru. Semua tergantung pilihan kamu dan keadaan bisnis kamu. Jika produk kamu memang memiliki peminat yang banyak dari luar daerah kamu bisa menambah stok dan menambah outlet baru. 

6. Menggunakan Sebagian Laba Untuk Dana Cadangan

Keadaan perusahaan akan mengalami perbedaan setiap bulannya. Kamu harus memikirkan kemungkinan bisnis kamu mengalami kerugian bahkan bangkrut. Agar terhindar kehabisan dana ketika mengalami kebangkrutan kamu bisa mengatasi ini dengan menyisakan sebagian laba untuk dana cadangan.

Setidaknya kamu harus menyisakan sekitar 20% untuk dana cadangan atau dana investasi. Uang ini bisa kamu gunakan untuk membeli properti seperti tanah kosong, rumah, tabungan, atau bisa juga untuk emas.  Dengan menyisakan dana untuk investasi kamu bisa tetap memiliki sesuatu untuk dijual kembali dan nantinya kamu tetap bisa memiliki uang untuk kehidupan kamu. 

7. Menggunakan Laba Usaha Untuk Dana Sosial

Bisnis kamu bukan hanya karena kerja keras kamu sendiri, tetapi ada peran karyawan yang membantu kamu, ada konsumen yang setia menggunakan jasa dan produk kamu. Sebagai bentuk rasa syukur atas hasil yang kamu terima sudah seharusnya kamu menyisakan sebagian laba untuk dana sosial.

Setidaknya kamu harus menyisakan 10% dari laba usaha digunakan untuk dana sosial. Uang ini bisa kamu gunakan untuk membantu korban banjir, pengembangan lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, dan untuk lainnya. Semua tergantung kemauan kamu untuk diserahkan kesiapa dana tersebut. 

8. Menggunakan Sebagian Laba Usaha Untuk Keperluan Pribadi

Keberhasilan usaha bisa kamu nikmati dengan menggunakannya untuk keperluan pribadi kamu. Gunakan sebagian laba usaha untuk keperluan sehari-hari seperti makan, kebutuhan hiburan, rumah, dan lainnya. 

Penggunaan uang perusahaan bisa ditetapkan hanya sekitar 10% dari laba usaha yang kamu dapatkan. Jangan sampai semua laba usaha kamu alokasikan untuk keperluan pribadi saja. seperti yang dibahas di atas, alokasikanlah laba usaha untuk hal-hal tersebut dan sekitar 10%nya untuk keperluan pribadi kamu. 

9. Cari Cara Untuk Terus Meningkatkan Laba Usaha

Selain mengelola laba usaha, yang harus kamu pikirkan adalah bagaimana caranya untuk meningkatkan laba usahanya. Ada banyak cara untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Misalnya dengan menambah stok barang, meningkatkan promosi, mencegah kemungkinan terjadinya pencurian, dan lainnya. 

Tentu cara untuk meningkatkan jumlah laba usaha sangat penting untuk kamu pelajari. Hal ini akan meningkatkan dana untuk dialokasikan ke dana pribadi, untuk sosial, untuk dana cadangan dan lainnya. Dengan meningkatkan alokasi dana tersebut bisnis kamu akan terus berkembang.

10. Terus Meningkatkan Kualitas dan Pelayanan Usaha

Kualitas produk sangat penting untuk kesehatan bisnis kamu. Semua konsumen akan terus menggunakan produk kamu hanya jika kualitas dan pelayanan usaha kamu terus dijaga bahkan ditingkatkan menjadi lebih baik. 

Kepuasan dan kesetiaan konsumen tentunya akan mempengaruhi laba usaha yang akan kamu dapatkan nantinya. Semakin meningkat laba usaha yang kamu dapatkan maka semakin lebih banyak dana yang bisa kamu alokasikan untuk hal-hal di atas. 

Jangan lupa untuk menyimak sejumlah informasi lainnya berikut ini.

Baca juga:





Di atas adalah 10 tips dan cara mengelola dana usaha agar bisnis terus berkembang. 10 cara di atas dijamin ampuh untuk kesehatan dan pengembangan bisnis kamu. Semoga artikel ini bermanfaat dan laba usaha kamu terus meningkat ya. 
Related Posts