Solikhah

CEO Taupasar.

Membangun Persona Binis dengan Karakter yang Tepat

- taupasar.comMembangun Persona Binis dengan Karakter yang Tepat

Membangun sebuah persona bisnis adalah suatu yang penting saat ini. Persona bisnis adalah pemunculan icon atau tokoh imajinatif yang bisa membantu merepresentasikan dan memvisualisasikan siapa sebenarnya target pasar atau konsumen kita. Sederhananya jika produk atau jasa kita memiliki segment premium, sudah jelas persona yang kita bangun adalah tokoh elegan, berkelas atau luxury.

Membangun Persona Binis
Lalu bagaimana kita bisa membangun sebuah persona yang tepat untuk bisnis kita? Untuk menjawab itu maka pastikan bahwa bisnis yang akan kita bangun persona sudah ada dan memiliki konsumen. Mengapa? karena ide imajinatif persona itu datang dari orang - oran yang berhubungan langsung dengan bisnis kita. Bisa berupa kerabat, supplier dan yang paling penting tentunya konsumen atau klien kita.

Baca juga : Basic Skill Yang Harus Anda Kuasai Untuk Menjadi Digital Marketer

Sekali lagi, pastikan kita telah menentukan siapa orang-orang yang sudah dan akan (biasanya calon pembeli atau klien) berhubungan dengan bisnis kita. Jika sudah, uraikan karakteristik orang-orang itu dan buatlah senyata mungkin. Proses ini biasa disebut pengembangan persona.

Persona akan menunjukkan perilaku, pola, motivasi, dan tujuan dari mereka. Kita perlu mendeskripsikan secara realistis dan detail bagaimana perilaku mereka, apa saja keterampilan mereka, hingga tujuan yang akan mereka capai.

Berikut tahapan untuk membangun atau menciptakan sebuah persona bisnis : 

#Langkah 1  : Tabulasi Informasi

Membangun Persona Binis #1
Gali informasi sebanyak-banyaknya dari beberapa orang yang mewakili target pasar kita, biasanya melalui hasil interview. Selain itu informasi juga bisa kita dapat dengan membuat observasi sederhana yang bisa memberikan gambaran umum siap orang yang selama ini menjadi target pasar atau klien kita.

#Langkah 2 : Screening dan validasi

Membangun Persona Binis #2
Saring informasi yang berkaitan dengan pola perilaku, motivasi, tantangan, dan kebutuhan dari masing-masing individu yang telah diinterview. Kita juga sangat perlu memastikan validitas dari informasi yang kita peroleh. Perlu dicermati bahwa orang terkedekat mungkin bisa memberikan informasi kurang akurat jika berupa hal yang kurang sesuai akibat ketidakenakan.

#Langkah 3 : Tentukan Persona

Membangun Persona Binis #3
Buatlah satu persona dengan menggabungkan informasi yang telah disaring itu dengan nama yang sesuai untuk membuatnya lebih hidup. Misalnya,  Andi umur 25 tahun, baru memulai bisnis online dengan produk sepatu, menyukai berbelanja online daripada offline, menyukai kepraktisan. Motivasi yang "dia banget" juga bisa ditambahkan. Selain itu informasi ketertarikan (misal buku atau musik) juga bisa memperkuat persona yang sedang dibangun.

#Langkah 4 : Buat Narasi Menarik

Membangun Persona Binis #4
Tambah beberapa narasi atau cerita untuk mengungkapkan bagaimana gaya hidup dan aktivitasnya. Misalnya, Iqbal biasanya memulai aktivitas di pagi hari dengan membaca buku motivasi selama 15 menit/nonton youtube tentang insight dunia bisnis. Akhir-akhir ini Ia sedang berfokus pada pengembangan diri. Di sore harinya Ia kadang melakukan Yoga atau nge-Gym, kadang lari sore keliling komplek.

Jika kita masih bingun contoh riil dari membangun personal branding maka lihat contoh berikut ini :
  • Contoh bisnis yang sedang dibangung : Makanan Organik dan Sehat
  • Targer market : Ibu Muda - Ekonomi Menengah ke atas - Perkotaan
  • Contoh Persona Bisnis yang bisa merepresentasikannya : 

Namanya Caroline, ibu muda usia 24 tahun. Anak satu berumur 3 tahun. Hobby memasak dan berolah raga. Mempunyai bisnis online baju. Omset penjualan onlinenya sekitar 10 juta rupiah per bulan.

Caroline memiliki grup arisan dengan teman seusianya. Mereka sering nongkrong di cafe yang menyajikan menu sehat. Caroline berbelanja kebutuhan sehari - hari di supermarket. Dia juga ikut kelas aerobic dan zumba di salah satu fitness centre.

Grup atau komunitas Caroline sering membahas soal gizi, diet dan makanan rendah kalori. Mereka juga tergolong sangat fashionable. Satu hal lagi Caroline dan teman - temannya sangat suka mengikuti sosial media tentang healthy life style.

Baca juga : Persuasi dalam Komunikasi Pemasaran Terpadu | Persuasion in Integrated Marketing Communication

Tahap terakhir dari proses pembuatan persona bisnis ini adalah menemukan siapa "Caroline" bisnis kita. Sangat dianjurkan bahwa tokoh imajiner ini lebih dari satu untuk membuat kesan produknya lebih bisa dijangkau banyak segment.

Penulis : Sigit Ardho
Editor : Sigit Ardho