taupasar.com

we read, we create and we share it.

Yuk, Simak Aspek-Aspek Pengelolaan Usaha Koperasi yang Penting untuk Diketahui!

Yuk, Simak Aspek-Aspek Pengelolaan Usaha Koperasi yang Penting untuk Diketahui!

Koperasi termasuk ke dalam salah satu lembaga organisasi di bawah hukum dan tidak lagi menjadi hal yang asing di kalangan masyarakat. Pengertian dari koperasi adalah badan usaha pro rakyat yang berperan penting dalam pembangunan ekonomi negara. Adanya koperasi juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.
Aspek-Aspek Pengelolaan Usaha
Koperasi diharuskan memiliki pengelolaan yang baik agar dapat mencapai tujuannya. Pengelolaan pada koperasi juga harus efektif dan efisien agar membuat fungsi koperasi berjalan lancar saat menjalankan operasinya. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas mengenai aspek-aspek pengelolaan usaha koperasi yang penting untuk diketahui.

Apa itu Pengelolaan Koperasi?

Pengelolaan koperasi atau manajemen koperasi adalah suatu ilmu manajemen yang berfokus pada ruang lingkup koperasi. 

Setiap anggota koperasi tersebut memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, dan juga pengendalian sumber daya koperasi. Adanya pengelolaan pada koperasi juga agar tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai dengan maksimal.

Tujuan lain dari adanya pengelolaan usaha koperasi adalah sebagai titik awal dari seluruh kegiatan koperasi. Dari perencanaan tersebut akan dikembangkan menjadi arahan dan sebagai standar kerja. Selain itu, dengan mengelola koperasi, maka hal tersebut dapat membantu mempersiapkan peluang bagi koperasi.

Pentingkah Mengelola Usaha Koperasi?

Pengelolaan usaha koperasi dinilai sangat penting karena dapat membuat fungsi koperasi berjalan dengan lancar. Tidak hanya itu, usaha koperasi yang dikelola dengan benar dapat mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalamnya. Hal tersebut karena adanya pengelolaan usaha koperasi sangat berperan dalam bidang sosial dan ekonomi.

Apa Saja Aspek-Aspek Pengelolaan Koperasi?

Untuk dapat mengelola usaha koperasi dengan benar, maka diperlukan setidaknya tiga aspek dalam menjalankannya. Di antara ketiga aspek tersebut adalah:

1. Manajemen Operasi

Aspek pertama adalah manajemen operasi yang berarti pengelolaan tersebut berfokus pada pengelolaan variabel-variabel kunci. Variabel-variabel kunci itulah yang dapat menentukan efektivitas dan efisiensi koperasi dalam mencapai tujuan secara optimal. 

Hal-hal yang tercakup dalam manajemen operasi adalah manajemen peralatan, manajemen pemasukan, sumber daya manusia, dan manajemen pengeluaran.

2. Manajemen Keuangan

Aspek lainnya yang juga dibutuhkan dalam mengelola usaha koperasi adalah manajemen keuangan. Pusat dari manajemen keuangan adalah pengelolaan berbagai macam sumber keuangan koperasi, karena memegang peran utama dalam berlangsungnya sebuah usaha koperasi. Cakupan dari manajemen keuangan dalam koperasi adalah:
  • Manajemen modal kerja
  • Manajemen kas
  • Manajemen piutang
  • Manajemen persediaan
  • Manajemen investasi jangka pendek
  • Manajemen Pemasaran
Sama halnya dengan bidang bisnis yang lainnya, bisnis atau usaha koperasi juga penting untuk memiliki manajemen pemasaran. Koperasi juga memiliki kewajiban untuk menjual barang dan jasa sehingga dapat meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa yang ditawarkan. Manajemen pemasaran ini memiliki beberapa tahapan, di antaranya adalah:
  • Identifikasi kebutuhan konsumen
  • Analisis pasar
  • Penyusunan rencana kebutuhan konsumen
  • Pengujian rencana
  • Evaluasi

Apa Saja Prinsip Dasar Pengelolaan Usaha Koperasi?

Dalam mencapai tujuannya, koperasi juga perlu memiliki prinsip dasar pengelolaannya. Di bawah ini terdapat lima prinsip dasar manajemen koperasi, di antaranya:

1. Keanggotaan Bersifat Terbuka dan Sukarela

Keanggotaan dalam sebuah koperasi bersifat sukarela dan terbuka. Hal ini berarti bahwa koperasi akan menerima siapa pun yang ingin mendaftar sebagai anggota. Karena alasan tersebut, koperasi termasuk ke dalam salah satu badan usaha yang toleran terhadap segala perbedaan yang ada di dalam masyarakat.

2. Pengelolaan Koperasi Secara Demokratis

Prinsip dasar yang lainnya adalah koperasi harus dikelola secara demokratis. Artinya, dalam membentuk struktur organisasi, koperasi menggunakan asas kekeluargaan dan menjunjung tinggi nilai demokrasi. 

Nilai demokrasi dalam koperasi tersebut dapat dilihat dari penyelenggaraan rapat anggota koperasi, pembentukan pengurus, pembentukan pengawa, manajer, dan karyawan yang akan bekerja di koperasi.

3. Pembagian Sisa Hasil Usaha yang Adil

Sesuai dengan tujuan koperasi yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka para anggota koperasi dituntut untuk berlaku adil dan merata. Sikap adil tersebut berlaku dalam hal kewajiban dan usaha, juga dalam pembagian sisa hasil usaha. Jika pembagian SHU ini dilakukan secara adil dan merata, maka hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada koperasi tersebut.

4. Pemberian Balas Jasa yang Terbatas Terhadap Pemberi Modal

Koperasi juga memiliki kewajiban memberikan timbal balik dan balas jasa kepada para investor. Para investor telah memberikan kepercayaan dengan penanaman modal, sehingga koperasi membalas jasanya sesuai dengan keseimbangan, keadilan, dan keterbatasan.
 
Akan tetapi, balas jasa yang dapat diberikan oleh koperasi tidak begitu besar dan bersifat terbatas. Karena adanya sifat transparan pada koperasi, maka koperasi harus menyatakan besaran modal secara transparan kepada semua anggota koperasi. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan manajemen koperasi yang berlaku, sehingga tidak akan ada istilah balas jasa yang banyak pada pemberi modal.

5. Kemandirian

Prinsip dasar yang terakhir adalah kemandirian yang berarti koperasi tidak berada dalam naungan payung organisasi lainnya. Koperasi dapat berdiri sendiri, termasuk dalam membentuk struktur organisasinya. Dengan begitu, koperasi dapat menjalankan operasionalnya dan mewujudkan tujuan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anggota koperasi.

Simak informasi lainnya di bawah ini.

Baca juga:





Itulah beberapa aspek dan prinsip pengelolaan usaha koperasi yang penting untuk diketahui. Bagi Anda yang ingin bergabung menjadi anggota koperasi atau mendirikan sebuah usaha koperasi, maka jangan lupa untuk memperhatikan hal-hal di atas agar dapat menjalankan usaha koperasi secara lancar dan optimal.
Related Posts