taupasar.com

we read, we create and we share it.

Begini Ternyata Cara Menghitung Keuntungan Usaha Budidaya Ikan Lele

Begini Ternyata Cara Menghitung Keuntungan Usaha Budidaya Ikan Lele

Sebelum memulai bisnis budidaya ikan lele, ketahui terlebih dahulu bagaimana cara menghitung keuntungan usaha budidaya ikan lele. Tujuan utamanya untuk menghindari kerugian besar. 
Cara Menghitung Keuntungan Usaha
Perlu diingat budidaya ikan memerlukan trik khusus supaya tidak sampai menanggung kerugian besar. Apalagi di musim hujan yang suhunya cenderung dingin sehingga ikan mudah terserang berbagai macam penyakit. 

Cara Menghitung Keuntungan Usaha Budidaya Ikan Lele

Mengingat ikan lele selalu dicari oleh masyarakat, membudidayakannya bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan. Hanya saja kamu perlu mengetahui bagaimana cara pembudidayaan dengan tepat. 

Jangan sampai membiarkan ikan lele begitu saja karena ketika terserang penyakit maka hasil panennya akan sedikit. Memaksimalkan keuntungan dengan mempertimbangkan penggunaan pakan, kualitas bibitan, perawatan kolam, dan pemberian vitamin. 

Khusus untuk kamu yang ingin memulai membudidayakan ikan lele, ada baiknya mengetahui bagaimana cara perhitungan keuntungannya. Penasaran? Berikut pembahasannya :
  • Besaran biaya untuk membuat kolam terpal yaitu Rp 850.000
  • Biaya membeli bibit lele yang diperkirakan Rp 150, jika membeli 1.000 ekor maka 150 x 1000 hasilnya adalah Rp 150.000
  • Pelet khusus untuk lele berdasarkan usianya Rp 500.000
  • Vitamin untuk meningkatkan nutrisi ikan Rp 100.000
Dari keseluruhan biaya yang dibutuhkan dari persiapan kolam sampai pembelian pakan, setidaknya kamu perlu mempersiapkan dana sekitar Rp 1.600.000. Perlu diingat, angka tersebut hanya sebagai contoh, untuk harganya aslinya bisa jadi lebih tinggi atau malah sebaliknya.

Setelah menemukan jumlah dana untuk modal awal, selanjutnya tinggal mencari kisaran pendapatan yang diperoleh oleh para pembudidaya. Rumus perhitungan keuntungan yaitu hasil penjualan - modal awal. 

Agar lebih mudah, contoh kali ini akan menghitung besaran laba hasil dari budidaya lele sebanyak 1.000 ekor. Lebih lanjutnya, silakan simak pembahasannya berikut ini:
  • Jumlah hasil panen lele yang diperoleh selama periode terntentu yaitu sebanyak 80%. Jika memelihara sejumlah 1000 ekor, kemudian dikalikan 80% maka akan didapatkan hasil 800 ekor. 
  • Dihitung per ekornya memiliki berat sama dengan rumus 200 gr x 800 ekor lele, hasil yang didapat adalah Hasil panennya adalah 160 kg. 
  • Karena harga jual per kilonya sering naik turun, penulis menetapkan harganya di angka Rp 15.000. 
Perolehan angka di atas membuat perhitungan perolehan laba semakin mudah. Dalam prakteknya, laba dibedakan menjadi dua, pertama adalah laba kotor dan yang berikutnya berapa laba bersih. Begini lebih jelasnya:
Diketahui:
  • Modal awal: Rp 1.600.000
  • Harga penjualan per kilo: Rp 15.000
Perhitungan laba:
  • Laba kotor: 160 kg x Rp 15.000 = Rp 2.400.000
  • Laba bersih Rp 2.400.000 – Rp 1.600.000: Rp 800.000
  • Agar Untung Banyak, Lakukan Cara Ini
Seorang pembudidaya harus tahu bagaimana cara untuk meningkatkan hasil panen. Pada dasarnya caranya tidaklah susah, hanya saja perlu ketelatenan supaya kerugian dapat ditekan. 

Cara untuk Meningkatkan Hasil Panen

1. Mempersiapkan Kolam dengan Konsep Sesuai Pilihan

Konsep pengembangbiakan ikan termasuk lele semakin beragam, terlebih didukung dengan teknologi terkini. Saat akan memilih salah satunya, teliti terlebih dahulu kekurangan dan kelebihannya. Misalnya saja kamu ingin menerapkan kolam yang dipadukan dengan sistem menanam hidroponik. 

Menentukan hal ini sangat penting karena menjadi kunci untuk mengetahui jenis vitamin dan pakan apa paling cocok. Sebagian besar pembudidaya lele menggunakan kolam terpal karena dinilai efisien dan biayanya tidak begitu besar. Pertimbangkan ukuran, tingkat kedalaman, dan peletakannya. 

2. Memilih Bibit Lele Berkualitas

Anakan yang bagus didapatkan dari indukan berkualitas dengan bobot sedang, artinya tidak terlalu besar atau kekecilan. Meski tetap ada kemungkinan selama proses pemeliharaan mengalami masalah kesehatan, tetapi dengan memilih bibit unggul mampu meminimalisirnya. 

Indukan unggul bisa dilihat dari tampilan fisiknya mulai dari warna kulit, bobot, kelincahan gerakan, dan bagian sirip. Apabila menemukan keanehan seperti kecacatan atau lainnya, sebaiknya menggantinya dengan indukan lain. 

Jangan lupa belajar membedakan antara indukan jantan dan betina. Pada awal budidaya memang disarankan membeli bibitan di penyedia terpercaya, hanya saja untuk selanjutnya sebaiknya membibitkan sendiri supaya lebih hemat dan menjaga kualitasnya. 

3. Pemberian Pakan

Bagi para pemula, harus tahu apa saja jenis pakan dan bagaimana efeknya ketika rutin diberikan pada lele. Sebaiknya tidak hanya memberikan pelet saja, selingi dengan pakan-pakan alami. Ada cara untuk memunculkan pakan alami secara gratis, silakan taruh eceng gondok di kolam. 

Tidak perlu banyak, berikan secukupnya saja dan jangan sampai memenuhi kolam supaya kadar oksigen dalam air tetap banyak. Lama-kelamaan di sekitar tanaman tersebut muncul plankton yang menjadi makanan kaya nutrisi bagi lele. Pilihan lain pakan alami yakni cacing, kuning telur, dan beberapa jenis daun. 

4. Mengganti Air Secara Berkala

Jangan bayangkan penggantian air dilakukan setiap hari, tindakan seperti ini malah membuat lele mudah mati. Cukup ganti ketika air kolam terlihat sangat keruh dan berbau menyengat. Kondisi tersebut jika dibiarkan menjadi tempat paling nyaman untuk virus dan bakteri berbahaya berkembang biak.

Pemicunya sendiri bisa dari sisa pakan yang mengendap, kotoran ikan, dan faktor cuaca. Penting untuk diingat, air lama yang ada di kolam tidak disarankan dibuang seluruhnya. Sisakan sedikit untuk mencegah ikan merasa stres dan mengalami kematian massal akibat PH, kadar oksigen, dan jumlah fitoplankton tidak sesuai. 

Resep Membuat Keripik Lele yang Nikmat

Mengapa diberikan resep mengolah lele pada pembahasan mengenai cara menghitung keuntungan usaha budidaya ikan lele yakni untuk meningkatkan laba. Mengingat, di pasaran peminat lele sering naik turun. Dana yang dikeluarkan selama pemeliharaan tentu harus bisa kembali dan menghasilkan laba. Dengan begitu dapat dikatakan usaha budidaya tidak mengalami kerugian. Ini penjelasannya:

Bahan-bahan:
  • Daging lele 500 g yang sudah dibersihkan tulangnya
  • Tepung tapioka 500 g
  • Air putih 100 ml
  • Telur bebek 2 butir
  • Secukupnya minyak goreng, gula, dan garam
Cara membuat:
  • Taruh lele tanpa tulang ke dalam baskom. 
  • Jika belum dicuci, sebaiknya cuci bersih terlebih dahulu guna menghilangkan lendir dan bau lumpurnya. 
  • Sebelum itu pastikan menghilangkan bagian patil, sirip, kumis, dan isi perutnya. 
  • Panaskan kukusan, kemudian masukkan ikan lele. 
  • Tunggu beberapa saat sampai lele cukup matang. 
  •  Angkat dan taruh di baskom, lalu haluskan menggunakan ulekan atau alat sejenis. 
  • Masukkan tapioka dan tambahkan air sedikit demi sedikit. 
  • Tambahkan juga gula, garam, dan telur bebek. 
  • Campurkan sampai merata hingga tidak terlihat masing-masing campurannya. 
  • Ambil adonan, bentuk pipih atau balok dengan ukuran sedang. 
  • Kukus sampai matang atau berubah warna menjadi kecoklatan. 
  • Iris tipis-tipis adonan yang telah matang sampai habis. 
  • Keringkan adonan menggunakan panas matahari atau mesin pengering. 
  • Goreng sampai matang. 
  • Kripik lele siap dikemas. 
Jangan sampai terlereatkan sejumlah informasi menarik lainnya berikut ini.

Baca juga:





Itulah ulasan mengenai cara menghitung keuntungan usaha budidaya ikan lele yang mudah. Praktekkan sebelum melakukan proses pembudidayaan agar risiko kerugian menurun. 
Penulis: Erisa
Related Posts