Solikhah

CEO Taupasar.

4 Kesalahan Dasar Membranding Produk di Sosial Media dan Market Place

- taupasar.com | 4 Kesalahan Dasar Membranding Produk di Sosial Media dan Market Place

Tidak bisa dipugkiri bawah era digital telah memberikan dimensi baru dalam dunia marketing khususnya soal branding. Dengan segala kecanggihannya saat ini seseorang atau sebuah bisnis mampu melakukan aktiftas branding dengan lebih terteraget karena ditunjang dengan data dan analisa yang lebih koperhensif.



Apa itu branding produk?

Branding produk bisa dibilang adalah proses pemberian identitas pada sebuah produk yang dapat mempengaruhi konsumen untuk memilih produk tersebut dibanding produk pesaing. Pada dasarnya branding produk adalah upaya untuk menggabungkan seluruh identitas perusahaan yang memiliki kekuatan untuk menarik perhatian masyarakat.

Apa beda branding produk dengan promosi?

Jika dilihat dari kaca mata dunia marketing promosi dan branding memiliki tujuan yang berbeda. Sederhananya, branding adalah upaya membuat brand kita dilihat, di kenal bahkan di ingat. Sedangkan promosi adalah upaya membuat branding tadi lebih besar kemungkinan untuk berhasil.

Contoh paling gampang adalah melihat iklan Shopee. Sebagai market place shopee tidak ragu menggelontortka dananya untuk branding sehingga nama Shopee bisa setenar saat ini. Namun jika tanpa embel - embel diskon atau promo apakah menjamin bahwa branding yang dia lakukan itu akan seberhasil sekarang?

Kesalahan dalam membranding lewat sosial media atau market place?

Sebenarnya panduan untuk bisa membuat program promosi kita berhasil sudah banyak sekali beredar di internet.Misalnya tips sederhana untuk untuk membangun produk di Instagram. Contoh lain adalah bagaimana membuat iklan lewat Facebook yang tertarget? 

Lalu apa saja yang bisa disebut kesalahan dalam promosi dan branding lewat sosial media dan market place?

1. Beriklan tanpa target pasar yang jelas

Tanpa target pasar yang jelas iklan yang kita jalankan sudah pasti tidak akan berhasil. Pelajari terlebih dahulu target pasar yang hendak kita bidik. Sekali lagi kita harus yakin dengan slogan ini "tidak semua orang adalah target pasar kita".

2. Penggunaan visual yang terlalu biasa

Elemen visual dari branding produk seperti nama dan logo menggambarkan dan mengomunikasikan produk. Merek yang kuat dibangun dengan menggunakan visual yang menarik. Oleh karenanya, jangan gunakan visual yang terlalu biasa.

Jika berpikir membranding atau promosi harus mahal itu salah. Kuncinya ada di diferensiasi. Yang akan diingat itu yang unik dan yang beda jadi kreatifitas adalah hal yang harus menjadi modal dalam membangun konten yang tidak biasa.

Baca juga : Milenialas vs Centenials | Content and Branding for Gen - Y dan Gen - Z

3. Terlalu fokus dengan kata diskon, promo atau murah

Tidak ada yang salah dengan memposisikan brand kita dengan sudut pandang harga. Namun konsekuensi logisnya adalah adalah siap untuk "bakar duit" terus menerus untuk mempertahankan posisi kita.

Lalu apa yang bisa kita lakukan selain promo dan diskon? banyak sekali seperti memberikan service plus, garansi lebih terpercaya dan kualitas yang memang teruji.

4. Profil gambar tidak seperti realitas

Sepele namun paling banyak dilakukan, apalagi di online shop atau market place. Kita mungkin berpikir orang bisa tertarik dengan gambar yang kita upload. Tapi dengan transparansi informasi seperti saat ini apakah kita tidak memikirkan efek jangka panjangnya?

Paling mudah menggambarkan ini adalah dengan adanya reting yang jelek akibat kualitas produk tidak sesuai dengan penawaran, Penilaian itu bisa diakses oleh semua calon pembeli, dan jika itu jelek siapa yang akan menjamin produk yang kita tawarkan akan menjadi laku?

Sebenarnya masih ada beberapa hal yang juga bisa dikatakan kesalahan dalam promosi atau membranding produk atau jasa di sosial media atau market place. Namun bisa kita urai lebih lanjut di pemmbahasan selanjutnya.

Creat by : taupasar.com