Solikhah

CEO Taupasar.

Strategi Pengembagan Produk Inovatif Baru | Teori Dasar Phipil Kotler

taupasar.com - Tidak ada satupun statistik yang bisa memberikan garansi bahwa suatu bisnis akan bisa sukses atau bertahan lama. Situasi pasar yang sangat dinamis membuat setiap perusahaan atau pebisnis rela mengeluarkan banyak uang dan melaukan banyak hal demi menjaga eksistensi bisnisnya. Salah satu yang paling sering dilakuakn adalah strategi pengembangan produk baru
.
pengembangan produk baru

Sebagai contoh, tahun 2005 hingga tahun 2008 sangat jarang yang berpikir bahwa perusahaan sekelas Nokia akan seperti saat ini. Atau jika kita menarik ke era yang lebih jauh, kita bisa menyaksikan fenomena “runtuhnya” dinasti kamera lensa negatif oleh kamera digital. Kedua hal tersebut memiliki benang merah utama bernama inovasi pengembangan produk baru.

Produk baru yang inovatif selalu dapat menhadirkan banyak kejutan. Terbaru yang kita sama -sama rasakan adalah munculnya berbagai platform hasil inovasi teknologi yang mampu merubah tatakan pasar "konfensional". Bagaiaman Go-jek dan Grab menggantikan transportasi konvensional? Tokopedia dan Bukalapak lebih "ramai" dari pada toko- toko di mall? 

pengembangan produk baru : pixabay

Semua hal tadi tida lepas dari adanya pengembangan produk yang inovatif. Lantas bagaiama caranya dapat melahirkan atau mengembangkan produk yang memiliki potensi sukses dimasa mendatang? taupasar.com akan memaparkannya menggunakan sudut pandang teori Philip Kotler sang maestro marketing modern :

1. Pemunculan Ide – Idea Generation

Dalam pemunculan produk baru di perusahaan kami teknik yang digunakan adalah dengan daftar attribut dan indentifikasi kebutuhan/masalah.

# Daftar attribut

disini dilakukan dengan mendata attribut / kelengkapan dari produk lama sebagai contoh produk permen , terlebih dahulu dicari komposisinya. Produk baru dimunculkan dengan cara ditata ulang komposisinya dan flavour lain yang dapat memberikan daya tarik pada produk. Misal lebih murah dan inovatif, sehingga dimunculkan produk-produk baru.

# Identifikasi kebutuhan/masalah

Produk baru yang dihasilakan juga berassal dari permintaan konsumen. Sebagai contoh konsumen meminta dikembangkan suatu produk yang lebih baik dari produk serupa (misal: permen), maka bagian R & D akan mengkreasikan sesuai permintaan konsumen tersebut. Biasanya konsumen juga memberi masukan dari produk sampel sebelumnya agar sesuai dengan permintaan mereka.

2.  Penyaringan Ide – Screening

# Studi Potensi

Studi potensi dilakukan dengan meninjau langsung peluang untuk memunculkan ide baru di pasaran. Sebagai contoh minat konsumen terhadap produk teh di suatu daerah tinggi, tetapi jenuh dengan jenis produk yang sudah ada karena hanya itu-itu saja jenisnya. Sehingga itu merupakan potensi pasar yang merupakan peluang untuk memunculkan ide-ide baru bagi perusahaan. Dengan melakukan studi potensial pasar perusahaan juga dapat mengetahui tingkat pembelian terhadap produk yang akan kita kembangkan dan strategi dalam menghadapi kemungkinan munculnya pesaing-pesaing.

# Pengujian konsep

Sebelum sebuah formula produk baru dikembangkan bagian product development terlebih dahulu mengirimkan prototype kepada konsumen. Selanjutnya konsumen kan memberikan penilaian terhadap karakteristik terhadap prototype yang dikirimkan, apakan sesuai keinginan mereka atau tidak. Dari penilaian tersebut dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan terhadap ide yang akan dikembangkan.

#Model skoring

Setelah dilakukan pengujian konsep, konsumen diminta untuk melakukan skoring. Biasanya dilakukan dengan mengisi kartu panelis. Sehingga  dapat mengetahui serangakaian karakteristik yang berakaitandengan peluang pasar, selaian itu melakukan model skoring apakah kesesuaian produk dan perusahaan saling menguntungkan.angkan.

#Faktor penunjang

Faktor-faktor penunjang kesuksesan produk baru meliputi: kualitas produk , manfaat , keunikan , keunggulan ekonomis bagi konsumen, sinergi antara produk baru dan perusahaan , kebutuhan, pertumbuhan dan situasi persaingan serta peluang apakah mendapat skor yang baik , apabila mendapat skor/ penilaian yang baik maka pengembangan produk akan dapat diteruskan.

3. Pengembangan Produk-Produk Development

#Pengembangan aesitektur produk (product architecture)

pengembangan produk baru : pixabay

Rencana dasar dalam mengembangkan suatu produk baru berdasarkan atas permintaan customer. Kemudian dari permintaan customer tersebut dicari  ide-ide baru maupun pengembangan yang memungkinkan untuk diimplementasikan. Tentunya dalam mengimplementasikannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ketersediaan bahan baku (flavor).

# Aplikasi desain industri (industrial design)

Setelah muncul ide- ide yang mungkin diimplementasikan dan sesuai dengan permintaan konsumen (standar permintaan konsumen), kemudian akan muncul ide inovatif untuk mengoptimalkan fungsi, nilai, dan tampilan produk. Misalnya sample prototype  selain memiliki cita rasa (flavor) sesuai permintaan customer juga mempunyai penampilan yang menarik (colour and appearance) atau mungkin mempunyai khasiat yang menjadi nilai fungsional tambahan dan tentunya customer menyukainya.

# Penilaian atas persyaratan /kebutuhan manufactur dan uji kinerja

Setelah rencana dasar dan design dalam pengembangan produk memungkinkan untuk diimplementasikan, kemudian dilakukan analisa persyaratan / kebutuhan untuk memperoleh  informasi berkenaan dengan keputusan penetapan harga dan biaya pemasaran lainnya. Produk tidak akan dikembangkan apabila harga yang ditawarkan tidak sesuai yang ditentukankan oleh customer, sekalipun flavor maupun design sudah cocok dengan selera konsumen. Akan tetapi kadang- kadang bagian marketing melakukan negosiasi dengan customer dengan menawarkan penurunan harga (discount) sehingga bagian personalia R and D dapat melanjutkan pengembangan ide/produknya. 

4. Pengujian Pasar / Produk – Produk Testing / Market Testing

# Pengujian Teknis

Setelah dilakukan suatu development ( pengembangan ), selanjutnya dibuat prototype. Tujuan pembuatan prototype ini selain untuk menguji kekutan flavor setelah proses pemanasan juga untuk mengetahui berapa lama prototype tersebut tahan dari kerusakan baik fisik, biologi, maupun mikrobiologi.

# Uji preferensi aktual dan uji teknis

Prototype yang telah  diuji coba oleh customer kemudian dibandingkan dengan produk pesaing. Biasanya keunggulan yang ditawarkan yaitu harga yang lebih terjangkau dengan citarasa yang hampir sama atau bahkan melebihi dari produk pesaing.

# Estimasi tingkat pembelian ulang

Apabila dalam pengembangan produk yang sebelumnya mengalami penolakan oleh customer, maka kami menawarkan produk lain untuk dikembangkan, supaya hubungan dengan pihak customer tidak terjadi kekosongan (vacuum). Sehingga pengembangan produk terus berlanjut.
Selain itu, pengembangan yang kami lakukan biasanya menghasilkan lebih dari satu hasil pengembangan produk. Sehingga memberikan alternatif bagi kcustomer untuk memilih mana ynag cocok.

# Uji preferensi
Prototype yang sudah dibuat selanjutnya dilakukan uji preferance skala laboratorium, yaitu dengan diuji oleh tim R and D dan marketting. Jika dalam uji preference skala lab masih banyak yang belum puas ( belum suka ) maka akan dilakukan perbaikan formula kembali sampai semua panelis menyatakan OK. Baru kemudian prototype tersebut dipanelkan ke costumer.

o Sales-Wave Research

Dalam metode ini pada mulanya menawarkan suatu sampel prototype kepada customer sesuai dengan permintaan mereka. Kemudian, biasanya ada beberapa hal yang kurang cocok dengan sampel yang ditawarkan, misalnya harga terlalu mahal. Maka pada gelombang kedua, produk dikembangkan lagi, sampai customer menerimanya.

o Test Markets

Metode uji pasar yang diterapkan yaitu perusahaan menghasilkan pasokan produk dalam jumlah terbatas dengan dukungan promosi, katallog tercetak, dan sebagainya. Dengan begitu perusahaan dapat mempelajari apa yang mungkin terjadi dalam pemasaran dengan penyajian informasi yang lengkap untuk memutuskan tindak lanjutnya. 

5.  Analisis Bisnis – Business Analysis

# Marketing Plan

Pengembangan produk disesuaikan dengan sasaran penjualan. Biaya yang digunakan untuk pengembangan produk harus sesuai dengan harga yang akan ditawarkan ke customer atau tidak boleh melebihi dari harga yang diminta oleh customer tetapi boleh  lebih rendah dari harga yang mereka minta. Tentunya dalam perbedaan harga antara produk yang satu dengan produk yang lain juga berpengaruh pada kualitas dan kuantitas produk yang akan dikembangan. Tentunya hal tersebut harus sudah disetujui oleh pihaj customer.

# Operation Plan

Analisa bisnis terhadap rencana cara kerja dalam antara yang dilaksanakan skala laboratorium dengan skala produksi  dalam pabrik harus sama. Sehingga tidak ada kerancuan antara keduanya.

# Organization and Management Plan
Sistem manajemen yang diterapkan dalam  pengembangan produk harus sejalan dengan tujuan perusahaan dan  tidak boleh menyimpang dari tujuan perusahaan.

# Financial Plan
Pengembangan produk harus sesuai dengan modal yang dimiliki perusahaan.. Apabila suatu produk mustahil untuk dikembangkan maka tidak akan dilanjutkan apabila modal yang dimiliki tidak dapat memenuhinya. 

6. Komersialisasi – Commercialization

# Penentuan timing introduksi produk baru

Timing penawaran sampel prototype kepada customer biasanya disesuaikan dengan peluang yang mungkin dapat dimanfaatkan. Misalnya menjelang musim hujan, protptype yang ditawarkan ke customer adalah sejenis produk-produk minuman penghangat badan. Dengan demikian customer akan tertarik dengan pengembangan produk yang kita lakukan, karena memiliki potensi untuk dikomersialisasikan.

# Pemilihan strategi merek ( branding strategy )
Stretegi ini akan diulas dengan lebih dalam di artikel lain karena sangat perlu penjelasan detail, Namun secara sederhana bisa dikatakan bahwa merek yang baik adalah yang unik, mudah diingat dan memberikan asosiasi positif terhadap konsumen

# Program harga, promosi, distribusi
Biasanya, penawaran produk baru kepada customer disertai dengan promosi-promosi berupa penawaran harga yang lebih terjangkau daripada produk lain yang serupa.

pengembangan produk baru : pixabay

Apakah harus sperti itu jika mau mengembangkan produk baru? Tidak serumit itu pada dasarnya. Pengembangan produk dalam setiap perusahaan memiliki ciri khas masing - masing. Ada yang menggunakan pola terstruktur seperti konsep diatas, ada yang hanya menggunkan beberapa tahap saja, bahkan ada yang "hanya" lewat feeling saja sudah yakin terhadap produk barunya. Tidak ada yang salah, namun informasi tadi adalah "rute" dasar yang lazim dilakukan dan sudah teruji dalam berbagai study case.

Penulis : Sigit Ardho
Editor : Sigit Ardho