taupasar.com

we read, we create and we share it.

Ada Dua Jenis Contoh Faktur Penjualan dan Cara Membuatnya yang Bisa Anda Pelajari

Ada Dua Jenis Contoh Faktur Penjualan dan Cara Membuatnya yang Bisa Anda Pelajari

Faktur penjualan adalah dokumen ataupun surat dari suatu perusahaan yang memuat informasi mengenai barang yang dijual kepada pembelinya, biasanya diterbitkan atas barang yang belum selesai pembayarannya atau  yang dilakukan secara kredit. 
Contoh Faktur Penjualan
Di Faktur penjualan atau invoice penjualan berisi informasi tentang nama perusahaan, alamat perusahaan dan pembeli, tanggal transaksi, harga barang, rincian spesifikasi barang, dan lainnya. Selain itu, ada hal penting yang wajib ada di faktur penjualan yakni tenggat waktu pembayaran yang harus dilunasi oleh si pembeli. 

Contoh Faktur Penjualan dan Cara Membuatnya 

Faktur penjualan dibedakan menjadi dua jenis yang wajib Anda pelajari. Jenis faktur tersebut yakni faktur proforma dan faktur konsuler. Faktu penjualan proforma adalah faktur yang dibuat untuk mengirimkan tagihan sementara kepada pelanggan. Faktur ini memuat informasi penagihan pembayaran. Faktur ini biasa digunakan untuk pembelian barang yang pembayarannya bertahap. 

Jenis faktur konsuler adalah faktur yang dibuat untuk perdagangan internasional seperti ekspor dan impor berfungsi sebagai dokumen penagihan pembayaran. Kedua jenis faktur ini memiliki penggunaan yang berbeda, tetapi keduanya memberikan informasi yang sama yakni mengenai detail pesanan barang, harga barang, tanggal pembelian dan jatuh tempo pembayaran.

Membuat faktur penjualan bertujuan untuk bukti transaksi pembelian dan juga sebagai bukti konkrit ketika dalam proses pembelian terdapat kelebihan atau kekuranga jumlah barang yang diterima. Maka sangat penting untuk membuat faktur penjualan dengan teliti dan akurat. Diisi dengan teliti dan memastikan tidak ada kesalahan. 

Anda sebagai pengusaha pemula penting untuk mengetahui contoh faktur penjualan dan cara membuatnya. Hal ini demi keberlangsungan bisnis, karena faktur penjualan berguna sebagai bukti transaksi penjualan. Berikut di bawahnya cara membuat faktur penjualan disertai dengan contohnya. 

1. Membuat Format Faktur Penjualan

Dalam mengumpulkan buktri transaksi kegiatan usaha, pertama kali yang harus Anda lakukan adalah membuat format faktur penjualan terlebih dahulu yang sesuai dapat memuat informasi lengkap dan rinci menganai transaksi-transaksi penjualan dalam kegiatan bisnis Anda. berikut di bawah contoh format faktur yang bisa Anda tiru. 

2. Mencantumkan Identitas Perusahaan

Setiap dokumen perusahaan harus dipastikan menyertakan identitas perusahaan Anda. Termasuk juga faktur penjualan harus mencantumkan identitas perusahaan. Hal ini untuk bukti bahwa faktur penjualan tersebut dikeluarkan oleh perusahaan. 

Mencantumkan identitas perusahaan ke dalam dokumen bisa dengan berupa logo, nama perusahaan, alamat email, nomor telepon, alamat toko, dan sebagainya. Identitas perusahaan ini biasanya dicantumkan di header atau bagian atas dokumen/faktur. 

3. Mencantumkan Tanggal Transaksi

Selain identitas perusahaan yang sangat penting untuk dicantumkan, tanggal transaksi juga penting untuk dituliskan di dalam faktur penjualan. Hal ini bertujuan untuk bukti historis bahwa pernah terjadi transaksi penjualan dengan pihak lain. Hal ini juga akan mempermudah dalam mengurus adminitrasi bisnis Anda ketika ada masalah. 

4. Menambahkan Tenggat Waktu Pembayaran

Setelah Anda menuliskan tanggal, bulan dan tahun terjadinya transaksi. Tak kalah penting juga Anda harus menuliskan batas akhir waktu pembayaran yang harus dilunaskan oleh pihak pembeli. 

Sebelum menuliskannya Anda bisa membuat kesepakatan terlebih dahulu dengan pembeli misalnya sepakat membayar sebulan sekali, maka perusahaan akan menerbitkan faktur penjualan untuk pembeli tersebut setiap bulan sekali. 

5. Menuliskan Deskripsi Produk dengan Rinci

Hal penting yang wajib dicantumkan di dalam faktur penjualan adalah rincian deskripsi produk yang dijual. Hal tersebut dapat berisi informasi mengenai nama produk, type item, harga produk per-item, jumlah yang dibeli dan total keseluruhan penjualan.

Penting juga untuk menghitung pajak yang dikenakan terhadap total keseluruhan penjualan. Sehingga para pembeli mengetahui rincian yang dibebankan kepada mereka. Selain itu, bisa juga dengan menambahkan rincian warna, bentuk produk dan ukuran. Dengan begitu akan membantu megidentifikasi secara detail mengenai produk yang terjual.

6. Mencantumkan Sistem Pembayaran

Faktur penjualan merupakan dokumen yang diterbitkan atas barang yang belum selesai pembayarannya atau yang dilakukan secara kredit. Maka sangat penting untuk mencantumkan sistem pemabayaran yang disediakan oleh penjual, misal dengan uang tunai, transfer via bank, dompet digital, atau dengan jenis pembayaran lainnya. 

7. Membubuhkan Tanda Tangan

Cara membuat faktur yang terakhir adalah dengan membubuhkan tanda tangan di akhir dokumen. Hal ini berguna untuk bukti resmi bahwa faktur tersebut dikeluarkan oleh perusahaan sekaligus sebagai pihak yang bertanggung jawab. 

Simak informasi lainnya berikut ini.

Baca juga:



Demikianlah contoh faktur penjualan dan cara membuatnya. Dalam membuat dokumen perusahaan yang wajib Anda perhatikan adalah kejelasan dan detail mengenai informasi yang hendak disampaikan di dalamnya. Termasuk juga dalam membuat faktur penjualan harus jelas agar tidak terjadi kesalah pahaman di kemudian hari. 
Related Posts