-->

Solikhah

CEO Taupasar.

Brand Audit | Faktor Kesalahan Dalam Branding atau Rebranding

Pentingnya Memeriksa Kesehatan Brand

Agar tidak terjadi pemborosan uang dalam branding, maka brand manager harus secara berkala mencari tahu tentang kesehatan brand. Brand yang sehat berarti yang memberikan keuntungan bagi perusahaan. Berarti masih banyak konsumen yang mencarinya.

brand audit
audit brand - pixabay
 

Brand yang sakit, harus segera dicari tahu penyebab penyakitnya dan dicarikan solusi untuknya. Semakin dini diketahui sebab penyakit, maka semakin sederhana penyelesaiannya. Banyak perusahaan yang membiarkan masalah brand secara berlarut-larut. Sehingga pada titik tertentu, sudah sangat mahal biaya untuk mengembalikannya pada kondisi menguntungkan perusahaan. 

Pengambil keputusan yang membuang brand dari perusahaannya, adalah yang sudah secara sadar melihat bahwa brand ini dalam keadaan sekarat, yang justru akan menguras biaya perusahaan dibandingkan memberikan keuntungan.

Sama halnya dengan manusia, kesehatan brand harus dicek serutin mungkin. Dalam evaluasi rutin inilah, akan bisa dideteksi sejak awal, penyakit atau calon penyakit yang menghinggapi. Dengan solusi ringan, brand bisa sehat kembali dan kembali berjalan sesuai dengan cita-cita perusahaan.

 

Apa Itu Brand Audit?

Brand Audit adalah sebuah kegiatan penelitian untuk mengevaluasi brand. Penelitian ini bersifat internal, ke dalam perusahaan, dan juga eksternal, ke arah ke luar perusahaan. Secara holistic sebuah brand akan masuk ke dalam pengujian yang lengkap untuk mendapatkan “rapor” kesehatannya.
Dengan melihat ukuran atau parameter yang jelas, rapor brand dalam segala aspek branding bisa dipotret. Berbekal rapor inilah, seorang brand manager mengatur strategi branding-nya.

Tiga unsur terpenting branding adalah 3C’s yaitu :

  1. 1) Clarity (jelas)
  2. 2) Consistency (tetap pada image-nya)
  3. 3) Constancy (selalu ada di mana dibutuhkan).

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan perusahaan melakukan perubahan pada branding-nya.

  • Pertama, akibat tekanan dari pesaing yang tidak mampu ditahannya.
  • Kedua, tekanan dari perubahan perilaku konsumen, yang mungkin akibat dari berubahnya teknologi.
  • Alasan lainnya yaitu masalah prioritas perusahaan yang telah berubah.

Perubahan branding yang dikenal dengan nama rebranding dan/atau repositioning adalah saran terakhir yang bisa diberikan untuk sebuah brand. Selama masih bisa dipertahankan dan diarahkan kembali ke jalur semula, perusahaan jangan terlalu terburu-buru untuk mengganti cita-cita brand.

Sebuah contoh adalah bagaimana kita mengenal AQUA sebagai brand ternama air Minum mineral. Pernahkah membeli air minum mineral ke warung? Apa yang anda katakan saat ingin membeli air mineral? “Ada jual Aqua? Saya ingin beli satu.“ Kenapa Anda harus menyebut merk “Aqua” sementara ada merk lain?. Itulah yang disebut branding.

Jika branding anda membingungkan, tidak konsisten, dan terlihat umum, maka anda akan dengan mudah menghancurkan kredibilitas bisnis anda dan merusak kesuksesan produk anda. Mari membahas 5 kesalahan branding yang dapat melumpuhkan bisnis anda (dengan tips untuk mencegah itu semua) :

 

Jenis - Jenis Kelasahan Dalam Branding atau Rebranding


Kesalahan 1 : Nama Perusahaan yang Buruk

Sebuah branding yang bagus akan dengan mudah dikenali oleh pelanggan dan calon pelanggan mereka. Pengenalan dimulai dari nama bisnis/perusahaan. Nama tersebut akan tampil pada kartu nama, kop surat, website, materi promosi, social media, produk, dan dimanapun baik di media cetak maupun online untuk mewakili produk, jasa, dan perusahaan Anda.

Melakukan penamaan perusahaan anda akan terasa sulit dan menghabiskan waktu. Baru-baru ini saya dan salah satu rekan saya berdiskusi mengenai sebuah startup yang akan kami bangun bersama. Untuk memilih sebuah nama yang pas kami membutuhkan waktu berhari-hari sampai akhirnya kami menemukan nama yang pas dan sempurna.

Masalah yang terbesar dalam penamaan ini adalah ketika anda sudah menemukan nama yang bagus, namun url domain website dengan nama tersebut rupanya tidak tersedia atau telah dipakai orang lain. Jadi kita harus kembali mencari nama yang tepat.

Nama dari perusahaan anda harus simple, mudah untuk disebutkan – dieja – dan ditulis, dan mudah diingat. Mungkin ke depan saya akan menerbitkan artikel baru tentang bagaimana melakukan penamaan yang tepat untuk perusahaan baru anda.


Kesalahan 2 : Desain yang Seadanya

Tidaklah cukup mempunyai sebuah nama yang bagus dan mudah diingat. Sebuah branding juga berhubungan dengan sebuah desain logo. Karena pasti kita menginginkan logo tersebut mencerminkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan kita. Sebuah logo yang bagus akan membangun kepercayaan dan sebuah logo yang hebat akan membantu mendorong brand anda.

Coba ingat beberapa brand yang paling sangat dikagumi di dunia (Apple, Google, Amazon). Bagaimana perasaan anda ketika melihat logo mereka? Ketika melihat logo Apple, bisa merasakan bahwa produk mereka adalah istimewa, mewah, dan elegan. Wajar saja kalau kita memiliki salah satu dari produk Apple, itu bisa meningkatkan rasa gengsi kita.

Sekarang lihat logo perusahaan/bisnis anda. Pernahkah anda bertanya bagaimana perasaan mereka ketika melihat logo Anda? Desain yang hebat tidak hanya berhenti di desain logo saja. Desain ini juga berhubungan dengan desain website anda. Apakah website anda terlihat profesional? Apakah itu sering diupdate?


Kesalahan 3 : Suara yang tidak Konsisten

Sebuah brand adalah kumpulan pengalaman dari pelanggan dan calon pelanggan terhadap perusahaan anda. Brand anda adalah cerita anda. Brand perusahaan anda tercipta dari interaksi sosial yang setiap hari anda lakukan dengan pelanggan dan calon pelanggan anda, gambar-gambar yang anda bagikan, pesan-pesan yang dikirim melalui website anda, video-video yang anda ciptakan, konten-konten dari materi promosi anda, dan postingan di dalam media sosial anda.

“Suara” perusahaan anda adalah sebuah bahasa dan kepribadian anda dan pegawai-pegawai anda yang digunakan untuk mengirim pesan branding anda kepada pelanggan. Brand yang sukses berbicara dengan “suara” yang unik. Coba pikirkan brand yang anda kagumi – apa yang membuat mereka unik? Bagaimana mereka berkomunikasi dengan pelanggan mereka? Apa yang Anda sukai dari “suara” mereka?

Mengapa anda harus peduli dengan konsistensi brand anda? Karena konsistensi brand membawa anda kepada keakraban/kebiasaan, dan keakraban/kebiasaan membawa anda kepada kepercayaan. Para pelanggan membeli produk dari produk yang mereka percayai.


Kesalahan 4 : Tidak Tepat Janji

Berhasil atau hancurnya sebuah bisnis sangat ditentukan dari janji yang mereka buat. Ketika anda mengatakan bahwa anda menawarkan customer support (pelayanan pelanggan) yang baik, maka mereka akan berharap bahwa anda menepati hal tersebut. Setiap waktu. Jika anda terus menepati janji anda, maka secara tidak langsung akan tercipta banyak pelanggan setia yang akan dengan giat membantu pertumbuhan usaha/bisnis anda.

Memang tampak sepele. Namun pelanggan yang senang terhadap pelayanan bisnis anda akan menjadi sumber referral terbaik. Maksudnya referral di sini adalah mereka akan menjadi sumber kepercayaan bagi calon pelanggan anda yang lain. Dengan sendirinya mereka akan menawarkan jasa perusahaan/bisnis anda kepada orang-orang terdekat mereka.


Kesalahan ke 5 : Tidak Punya Visi Branding

Apakah anda punya visi untuk bisnis anda? Bagaimana anda menginginkan seorang pelanggan mengingat bisnis anda? Bayangkan sebuah brand yang anda cintai. Brand tersebut umumnya diciptakan dengan alasan tertentu dan mereka berhubungan dengan pelanggan mereka secara emosional. Secara emosional maksudnya bukan sekedar berkomukasi, tapi ada nilai yang terkandung di dalam komunikasi tersebut. Bisa nilai kekeluargaan, nilai pertemanan, dan lain sebagainya.

Related Posts