-->

Solikhah

CEO Taupasar.

Branding Strategy dan Konsep Rebranding Dalam Marketing

Branding ini berasal dari kata brand dalam bahasa inggris yang memiliki arti merek. Namun makna branding dengan brand akan berbeda. Branding adalah berbagai kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dengan tujuan untuk membangun dan membesarkan sebuah brand atau merek. Di sisi lain branding ini juga diartikan sebagai suatu usaha komunikasi yang disusun dan direncanakan dengan baik oleh perusahaan untuk membesarkan brand atau suatu merek tertentu.

Branding Strategi dan Konsep Rebranding Dalam Marketing - pixels


Bagi perusahaan,  branding tidak sekedar berfungsi sebagai corporate identity, namun juga bisa meningkatkan brand image (citra yang terbentuk dalam fikiran konsumen tentang merk tertentu) yang luar biasa, apabila digarap dengan professional. Branding juga dapat diartikan sebagai suatu pernyataan mengenai siapa (identitas), apa yang dilakukan (produk/jasa yang ditawarkan) dan mengenai kenapa suatu merk layak dipilih.

Dalam Komunikasi pemasaran brand atau yang dikenal dengan brand bukan sekedar nama dan logo, brand merupakan janji satu organisasi (satuan kerja) kepada pelanggan untuk memberikan apa yang menjadi prinsip brand tersebut. Tidak hanya manfaat fungsional melaikan manfaat emosional, ekspresi diri dan social.

Namun brand juga bukan hanya sekedar memenuhi janji. Brand adalah sebuah perjalan panjang yang berkembang berdasarkan persepsi dan pengalaman serta penilaian, kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang berhubungan dengan brand tersebut.

Menurut Kotler brand adalah sebuah nama, istilah, tanda, symbol, rancangan atau kombinasi semua unsur yang digunakan untuk mengenali produk atau jasa dari seseorang atau sebuah kelompok penjual dari pesaingnya1. Brand berfungsi sebagai satu ikatan yang kuat secara emosional antara pelanggan dan konsumen, tataran bagi opsi-opsi strategis dan kekuatan yang mempengaruhi financial.

Kekuatan brand atau brand telah mengikat loyalitas pelanggan sehingga menghantarkan keberhasilan bisnis, ketangguhan dan produk yang bersaing. Brand dengan segala kekuatannya memiliki makna yang berbeda-beda dengan tujuan yang berbeda pula.

Tingkatan Brand atau Merek

MarkPlus Institute of Marketing mengidentifikasi 6 (enam) tingkatan brand, yaitu:
  1. Atribut yakni sebuag brand yang diharapkan mampu mengingatkan suatu atributatau sifat tertentu.
  2. Manfaat yakni sebuah brand yang lebih dari seperangkat atribut.pelanggan tidakmembeli atribut melainkan membeli manfaat baik yang fungsional (tahan lama)maupun emosional. Sebuah brand yang bagus tidak hanya memiliki kekuatanmenjelaskan produk kepada pelanggan tetapi juga dibangun dengan konsistensikeunggulan produk. Pelanggan membeli sebuah produk tidak hanya berharap daribrandnya saja melainkan juga fungsi dari produk tersebut omotif.
  3. Nilai yakni suatu brand menciptakan nilai bagi produsen. Nilai yang melekat padaproduk biasanya dimaknai dengan cara yang sederhana tetapi mewakili keseluruhansebuah produk. Pelanggan yang memakai gadget terbaru hendak menunjukkandirinya sebagai sosok yang peduli teknologi, update dengan teknologiterbaru dan berusaha menaikkan prestisenya dengan produk yang dipakai.
  4. Budaya, yakni suatu brand mewakili budaya tertentu. Misalkan Mercedes mewakilibudaya Jerman yang efsisen dan berkualitas tinggi. Honda mewakili budayaJepang yang sarat degan teknologi dan impian masa depan. Produk yang diproduksidinegara dengan budaya tinggi dan tingkat kedisiplinan tinggi dan kualitasyang terjamin akan lebih meyakinkan daripada yang diproduksi di negara yangsecara budaya, kualitas lebih rendah.
  5. Kepribadian, yakni suatu brand juga mampu merancang kepribadian tertentu.
  6. Pemakai, yakni suatu brand akan memberi kesan kepada pengguna brand tersebut.
Kesan tersebut lahir dari pengalaman menggunakan produk. Kualitas produk yang tinggi akan memberikan kesan dan pengalaman yang positif bagi pemakai dan akan melahirkan loyalitas terhadap produk tersebut.

Sekitar akhir tahun 1980-an muncul sebuah ide dahsyat, yaitu pemikiran bahwa brand adalah asset, memiliki ekuitas dan menggerakkan strategi serta performa bisnis.

Konsepsi brand sebagai asset menimbulkan arus perubahan yang dramatis dan besar pengaruhnya, mengubah persepsi pemasaran dan manajemen brand, bagaimana brand seharusnya dikelola dan diukur, dan peran para eksekutif pemasaran.

Perusahaan yang mampu mengadopsi dan berhasil mengimplementasikan pandangan diatas dapat menyaksikan bahwa brand building beralih dari upaya taktis yang dapat didelegasikan dengan aman melalui satu tim komunikasi menjadi sebuah strategi penggerak bisnis.

Strategi Branding Yang Baik

Branding memiliki banyak jenis dan strategi. Branding seringkali berkaitan dengan produk-produk yang akan dipromosikan kepada khalayak dengan menyesuiakan dengan nama merek yang tepat dan terstruktur agar terlihat lebih spesifik. Saat ini untuk memperkenalkan suatu merek biasanya dilakukan suatu cara yang berkaitan erat dengan kegiatan promosi dan pemasaran.

Hal-hal tersebut kemudian diikomunikasikan melalui media diantaranya adalah sesuatu yang memiliki keterkaitan dengan nama suatu merek dan logo. Selain melalui media, seorang informan juga biasa melakukan kegiatan pemasaran dari mulut ke mulut atau word of mouth yang juga terbukti ampuh untuk menarik minat konsumen dan agar konsumen mudah menerima dan mengingat nama merek yang ada sehingga mudah dikenali. 

Strategi branding adalah sebagai suatu sistem komunikasi yang mengatur semua kontak point dengan suatu produk, jasa atau organisasi dengan stakeholder dan secara langsung men-support bisnis secara keseluruhan.

Objektif strategi branding yang baik sebagai brikut :
  1. Menyampaikan pesan dengan jelas.
  2. Mengkonfirmasi kredibilitas pmilik brand.
  3. Dapat dihubungkan dengan target pemaaran yang lebih personal.
  4. Memotivasi pembeli atau calon pembeli.
  5. Menciptakan kesetiaan pelanggan.
Salah satu cara agar sukses dalam melakukan strategi branding, maka terlebih dahulu harus memahami kebutuhan serta keinginan pelanggan atau konsumen dengan melihat prospek calon pelanggan. Selain itu kita juga harus melihat kondisi pasar yang menjadi target utama dari strategi branding ini. Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam strategi branding adalah berkenaan dengan loyalitas produk yang akan diluncurkan.

 Mengapa loyalitas dianggap penting ? hal ini dikarenakan melalui loyalitas yang baik, konsumen akan semakin tertarik dan memiliki kepercayaan penuh terhadap sebuah brand. Berhasil tidaknya sebuah strategi itu bergantung pada bagaimana pesan itu dikemas kemudian disampaikan sehingga dapat diterima dan dipahami oleh konsumen yang bertujuan untuk mendapat respon positif berupa daya tarik tersendiri dari seorang calon konsumen.

Konsep Strategy Rebranding


Rebranding adalah suatu usaha komunikasi pemasaran yang dilakukan untuk memberikan suatu kepribadian baru kepada brand atau produk melalui perubahan tampilan dalam atau luarnya. Sedangkan menurut Anholt kegiatan rebranding adalah proses merancang, merencanakan dan mengkomunikasikan ulang nama atau identitas produk atau jasa yang bertujuan untuk mengelola reputasi di masyarakat.

Perubahan logo atau Rebranding berasal dari kata re- dan branding. Re berarti kembali, sedangkan branding adalah proses penciptaan brand image yang menghubungkan hati dan benak pelanggannya. Jadi rebranding adalah suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga untuk merubah total atau memperbaharui sebuah brand yang telah ada agar menjadi lebih baik, dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan, yaitu berorientasi profit.

Rebranding sebagai sebuah perubahan merek, seringkali identik dengan perubahan logo ataupun lambang sebuah merek. Dengan kata lain, ketika melakukan rebranding maka yang berubah ialah nilai-nilai dalam merek itu sendiri.

Pada umumnya sebuah perusahaan melakukan rebranding karena beberapa alasan:
  1. Alasan finansial, perusahaan secara finansial melakukan reorganisasi dan sebuah identitas baru diperlukan untuk hal itu.
  2. Adanya kepemimpinan baru, untuk mengiringi awal kepemimpinannya, mereka ingin “tanda atau simbolnya” sendiri di perusahaan yang dipimpinnya.
  3. Analisa prospektif pasar, setelah sekian tahun perusahaan perlu menegaskan kembali targetnya dan merencanakan mengubah positioningnya pada area yang baru, sehingga perlu citra yang baru pula untuk merefleksikan hal tersebut.
  4. Merger, beberapa perusahaan bergabung menjadi satu perusahaan yang baru dengan nama baru.
Ada beberapa alasan lain dilakukannya rebranding dalam sebuah perusahaan yaitu:
  1. Identitas dari perusahaan tersebut tidak dapat mewakili pelayanan dari perusahaan tersebut.
  2. Perusahaan tersebut sudah memiliki reputasi yang buruk di mata masyarakat.
  3. Perusahaan tersebut ingin memberikan sesuatu yang baru, berupa pembenahan dalam perusahaan.
Rebranding memakan waktu yang lama karena harus mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya faktor internal dan eksternal. Faktor internal misalnya, perusahaan harus mempertimbangkan secara matang apakah perubahan ini membawa pengaruh yang besar bagi karyawannya dalam menjalankan tugasnya, karena karyawan harus memperkenalkan kembali logo baru tersebut ke masyarakat.

Dalam melakukan rebranding perusahaan sedikit banyak harus mendapat kesempatan bersama dari para karyawannya. Faktor eksternal ialah masyarakat dan stakeholder. Perusahaan harus mempertimbangkan juga apakah dengan perubahan logo, masyarakat memahami maksud dan tujuan yang hendak dicapai perusahaan.

Untuk menciptakan brand sebuah perusahaan dalam hal ini ialah logo, tidaklah mudah. Ada dua komponen penting yang perlu dipertimbangkan, yakni tampilan dan bahasa. Tampilan berhubungan dengan logo bisnis atau produk. Sebuah logo yang efektif seharusnya :
  1. Unik.
  2. Dengan segera memberitakan sifat alami bisnis, produk, atau servis. Hal ini dapat ditafsirkan dengan dua cara yaitu literal dan abstrak.
  3. Menarik bagi target penonton.
  4. Tidak tergantikan karena pergantian waktu (tahan lama).
  5. Dapat bekerja dalam semua konteks potensi komunikasi.
Aspek kedua yang sama pentingnya dalam membuat brand ialah bahasanya atau cara mengungkapkannya. Hal ini sering dijelaskan sebagai tagline atau cara memposisikan pernyataan. Hal ini digunakan untuk meyakinkan konsistensi dan kelanjutan dari kedua hal yaitu penampilan dan bahasa menggambarkan perusahaan yang sekarang kepada pelanggan.

Contoh perusahaan BUMN yang pernah melakukan rebranding antara lain Bank Mandiri, BNI, Indosat, Pertamina, Pegadaian, Pos Indonesia, Bulog dan Garuda Indonesia. Sementara perusahaan swasta yang melakukan rebranding antara lain BII, Danamon dan Garudafood.

Kegiatan rebranding bagi perusahaan adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan. Sekuat apapun posisi perusahaan tetaplah suatu saat harus melakukan rebranding baikkarena faktor internal ataupun karena tekanan eksternal atau competitor.

sumber :
  1. Fandy Tjiptono. 2006. Brand Management dan Strategy. Yogyakarta : Penerbit Andi
  2. Freddy Rangkuti. 2002. The Power of Brand (Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama


Related Posts