Solikhah

CEO Taupasar.

Marketing Mix 4C : "Consument is our Participant"

Konsep 4C marketing mix adalah konsep yang seharusnya memposisikan konsumen kita sebagai partisipan. Apa sebabnya? Karena marketing 4C (Customers Solutions, Customers Cost, Communication dan Convenience) berfokus kepada Customer Needs and Want, Interest and Resistance bukan hanya produk, price, place dan promotion.


Secara lebih sederhana, konsep 4C ini seakan memiliki pendekaran bahwa pelanggan kita bukanlah target melainkan bagian dari bisnis kita. Karena sudah kita anggap sebagai partisipan dan mempunyai pengaruh penting, sudah sewajarnya kita juga melihat kebutuhan mereka dengan memperhatikan aspek lebih detail.

Namun, bagi yang belum tahu apa perbedaan 4C dan 4P dalam konteks marketing mix, bisa terlebih dahulu dibaca "Apa perbedaan dan penjelasan antara konsep 4C dengan 4P marketing mix". Dari sana kita bisa membahas lebih jauh mengapa konsep 4C disebut memposisikan pelanggan sebagai bagian dari bisnis kita:

1. CUSTOMERS SOLUTIONS

Orang Orang, Gadis, Berdiri, Berbicara, Telepon

Perluasan dari Produk. Bukan hanya physical Benefit maupun emotional benefit. Fokus pada Need and Want. Disini produk sekedar di consume tetapi menjadi habit, ritual bahkan addict pelanggan. Produk yang akan ditawarkan berbasis ‘habit’ konsumen.

Baca juga : Bagaiaman membuat produk yang inovatif?

2. CONSUMERS COST 

Dompet, Uang, Kartu Kredit, Online, Perbelanjaan

(berhubungan dengan Price). Tapi bukan berhubungan dengan product cost melainkan focus pada seberapa besar pengorbanan yang harus dibayar konsumen. Artinya jika biasa kita menentukan harga produk dari besarnya biaya produksi, sekarang kita balik, seberapa besar kemampuan membeli seseorang lalu kita ciptakan produk yang terjangkau oleh segmen itu. Ingat dalam hal ini suatu produk tidak cukup hanya sebatas inovasi, namun juga peka kondisi market.

3. COMMUNICATION

Nenek, Anak Anak, Laptop, Myanmar, Burma, Asia

(berhubungan dengan Promotion). Meski berhubungan dengan promosi perlu diingat bahwa Brand bukan apa yang kita katakan tetapi apa yang dikatakan konsumen. Ini karena hadirnya sosmed ditengah kita. Sederhananya konsep promosi adalah komunikasi yang efektif  dua arah, bukan satu arah sehingga kita bisa menemukan feedback atas pesan promo yang kita sampaikan. Tinggal bagaimana kita membuat konsep komunikasi kasi terbadu yang menarik.

4. CONVENIENCE 

Tas, Membeli, Membawa, Pelanggan, Lucu, Perempuan

(berhubungan dengan Place). Fokus pada kemudahan pelanggan mendapatkan produk. Karena sekarang bukan lagi jamannya konsumen ‘mendatangi’ produk, melainkan produk ‘mendatangi’ pelanggan.

Marketing 4C yang baru muncul di tahun 1990 ini jelas berfokus pada value, baik core value maupun added value dari produk kita. Ini lalu melahirkan Brand with capital B, yang menurut definisi mayoritas praktisi dan peneliti bahwa makna (Value) justru yang utama

Di dalam ilmu Strategic Brand Management, membuat 'Brand' (dengan huruf 'B' besar) jauh lebih sulit dan kompleks daripada hanya membuat 'brand' (dengan huruf 'b' kecil)

PARTICIPANT. Begitulah Consumers jaman now disebut. Karena konsumen jaman now diphoto dan diupload dulu di sosmed sebelum dikonsumsi.

Perubahan perilaku konsumen ini yang wajib diwaspadai karena banyak korporasi terdisrupsi oleh perubahan perilaku konsumen. Contoh paling ekstrimnya adalah bagaimana saaat ini PT POS akhirnya mulai terdisrupsi okeh perubahan pelaku konsumen yg memilih email daripada kirim surat.

Referensi : Materi, Bisa Bikin Brand (Subiakto P.)
Editor : Sigit Ardho