Solikhah

CEO Taupasar.

Definisi dan Penjelasan Tentang Advertising atau Periklanan

Advertising atau Periklanan adalah hal yanh tidak bisa dilepaskan dari dunia maketing. Menurut Kotler yang diterjemahkan oleh Hendra Teguh, Ronny A. Rusli, dan Benyamin Molan (2002:642) menyatakan bahwa “periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran”



Sedangkan menurut Rhenald Kasali (1995:9) mengatakan bahwa secara sederhana definisi “iklan itu adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media”. Maka berdasarkan definisi-definisi di atas penulis menyimpulkan bahwa iklan adalah segala bentuk komunikasi oleh produsen ke konsumennya melalui media untuk menawarkan suatu produk sehingga konsumen terpengaruh dan timbul untuk mencoba tersebut.

Kadangkala perusahaan menyewa biro pembuatan iklan saat ini lebih keren disebut perusahaan iklan untuk mengerjakan iklan komersial mereka. Iklan adalah bisnis besar. Perlu kita ketahui bahwa belanja iklan di seluruh dunia pada tahun 2005 diperkirakan total sedikit di atas US$550 milliar. Belanja iklan di amerika serikat bisa mencapai sekitar US$ 280 miliar pada tahun 2005.

Hal di atas menunjukkan bahwa lebih dari setengah dari belanja iklan di seluruh dunia terjadi di Amerika Serikat, meskipun tidak secara eksklusif oleh perusahaan - perusahaan Amerika. Iklan yang mahal dampaknya sering tidak menentu. Hal ini menjadikan alasan bahwa banyak perusahaan berpikir untuk mengurangi pengeluaran atau bahkan menghilangkan iklan sepenuhnya.

Manajer pemasaran dan mungkin bagian keuangan terutama kepala dan chief executive officer terkadang menganggap tidak perlu untuk mengiklankan merek mereka ketika sudah menikmati sukses besar. Pengiklan di kebanyakan kategori produk, termasuk B2B serta B2C, umumnya menghadapi konteks iklan di mana penonton terus dibombardir oleh iklan. Keadaan ini, disebut sebagai kekacauan iklan , berarti pesan iklan harus cukup kreatif untuk mendapatkan perhatian penerima dan mencapai bahkan lebih ambisius tujuan seperti meningkatkan citra merek dan prospek memotivasi untuk membeli produk yang diiklankan.

Faktanya adalah bahwa iklan tidak hanya biaya saat ini tetapi lebih merupakan investasi. Meskipun pengusaha sepenuhnya apreciate fakta bahwa membangun fasilitas produksi yang lebih efisien atau membeli sistem komputer baru merupakan investasi di masa depan perusahaan mereka , banyak dari orang-orang yang sama sering berpikir iklan adalah biaya yang dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan ketika tekanan keuangan memberi panggilan untuk langkah-langkah pemotongan biaya.

Pengaruh Periklanan Terhadap Ekonomi

Suatu perusahaan mempunyai tujuan-tujuan tertentu, baik yang bersifat sosial maupun bisnis. Salah satu tujuan perusahaan adalah untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Untuk mendapatkan laba atau keuntungan tersebut perusahaan dapat memperolehnya dari hasil penjualan produk atau jasanya. Di dalam penjualan produk inilah, peranan periklanan akan menjadi sangat penting bagi perusahaan mengingat semakin ketatnya persaingan antar perusahaan

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang semakin membaik, mendorong timbulnya laju persaingan dunia usaha. Hal ini menuntut perusahaan untuk semakin kreatif dan inovatif dalam menjalankan kegiatan usahanya. Berbagai upaya dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan penjualan perusahaan dan memuaskan kebutuhan pelanggannya.

Di dalam kondisi persaingan usaha yang semakin ketat ini, perusahaan dituntut untuk lebih kreatif dalam menetapkan strategi yang tepat bagi perusahaan sehingga dapat menarik perhatian konsumen dan mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi produk mereka (forum.detik.com).

Dewasa ini, konsumen semakin selektif dalam pemilihan produk untuk digunakan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan arus informasi yang sangat cepat dan ditunjang dengan keberadaan teknologi sehingga konsumen dapat menyerap informasi serta pengetahuan tentang keberadaan suatu produk dengan cepat.

Oleh karena itu, perusahaan harus dapat mengkomunikasikan produknya secara tepat kepada konsumen, sehingga konsumen akan memberikan tanggapan positif terhadap produk. Strategi yang dilakukan perusahaan untuk memberikan informasi kepada konsumen adalah dengan melalui media periklanan.

Fungsi-fungsi periklanan atau Advertising

Adapun fungsi periklanan menurut Terence A. Shimp (2003:357) diterjemahkan oleh Revyani Sjahrial, adalah sebagai berikut :

1. Memberikan informasi (Informing)

Salah satu fungsi iklan yang paling penting adalah untuk mempublikasikan merek. Yaitu, iklan membuat konsumen sadar akan merek -merek baru, mendidik mereka tentang fitur merek manfaat dan fasilitas penciptaan citra merek yang positif. Iklan merupakan bentuk komunikasi yang efisien yang mampu menjangkau khalayak massa dengan biaya yang relatif rendah, fasilitas itu memperkenalkan merek baru dan meningkatkan permintaan untuk merek yang ada, terutama dengan meningkatkan konsumen top of mind awareness untuk merek yang didirikan pada kategori produk matang.

2. Membujuk dan mempengaruhi (Persuading)

Iklan yang baik harus dapat membujuk konsumen untuk mencoba produk yang diiklankan. Terkadang bujukan tersebut mengambil bentuk dengan cara mempengaruhi permintaan permintaan primer (Primary Demand), yaitu menciptakan permintaan bagi seluruh kategori produk. Tetapi yang lebih sering, iklan berusaha untuk membangun permintaan sekunder (Secondary Demand), yaitu permintaan terhadap merek dari produk perusahaan.

3. Mengingatkan (Reminding)

Iklan juga dapat menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan konsumen. Iklan membuat ingatan yang segar bagi merek perusahaan dalam memori pelanggan. Ketika kebutuhan muncul yang berhubungan dengan produk yang diiklankan, dampak periklanan di masa lalu memungkinkan mengingat merek pengiklan sehingga merek terlintas dalam pikiran dalam situasi pilihan. Iklan yang efektif juga meningkatkan minat konsumen pada merek dewasa.

4. Memberikan nilai tambah (Adding Value)

Iklan menambah nilai merek dengan mempengaruhi persepsi. Iklan yang efektif menyebabkan merek dipandang sebagai lebih elegan, lebih bergaya, lebih bergengsi kualitas yang lebih tinggi, dan sebagainya. Memang, penelitian yang melibatkan lebih dari 100 merek yang diambil dari lima produk tahan lama dan produk tersebut telah menunjukkan bahwa belanja iklan lebih besar mempengaruhi konsumen untuk melihat merek diiklankan sebagai yang lebih tinggi dalam kualitas.

Iklan yang efektif mempengaruhi persepsi kualitas dan persepsi lainnya sehingga dapat menyebabkan peningkatan pangsa pasar dan profitabilitas yang lebih besar. Dengan menambahkan nilai, iklan dapat menghasilkan untuk merek lebih volume penjualan, pendapatan, dan mengurangi risiko arus kas yang tidak terduga di masa depan. Dalam bahasa keuangan, semua ini dapat ditangkap dalam konsep discounted cash flow.

5. Mendampingi (Assisting other Company Efforts)

Iklan hanyalah salah satu anggota atau alat dari tim atau bauran komuikasi pemasaran. Pada saat lainnya, peran utama periklanan adalah sebagai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran.

Menurut Kotler diterjemahkan oleh HendraTeguh, Ronny A. Rusli dan Benyamin Molan, (2002:659), untuk dapat menghasilkan program periklanan yang baik dan tepat yang dapat menunjang aktifitas perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan, maka seorang manajer pemasar harus membuat 5(lima) keputusan utama dalam pembuatan program periklanan, yaitu :

1. Mission
Yaitu menetapkan tujuan periklana yang merujuk pada keputusan sebelumnya mengenai pasar sasaran, penentuan pasar sasaran, penentuan posisi pasar, dan bauran pemasaran, strategi penetuan posisi pemasaran dan strategi bauran pemasaran mengidentifikasikan tugas yang harus dilaksanakan periklanan dalam program pemasaran keseluruhan.

2. Money
Setelah menentukan tujuan periklanan, perusahaan kemudian harus membuat anggaran periklanan untuk tiap produk. Dana yang harus dikeluarkan untuk periklanan ini jumlahnya harus tepat. Jika perusahaan membelanjakan terlalu sedikit, pengaruhnya akan tidak berarti dan jika perusahaan mengeluarkan terlalu banyak, maka biaya tersebut dapat digunakan untuk hal yang lebih penting dan lebih diperlukan.

3. Message
Yaitu memilih pesan yang akan disampaikan di dalam iklan, pada prinsipnya pesa produk atau manfaat utama yang ditawarkan merek, harus diputuskan sebagai bagian dari pengembanga konsep produk. Faktor kreatifitas berpengaruh dalam periklanan maka hal ini lebih penting dari pada jumlah uang yang dikeluarkan, karena suatu iklan baru dapat membantu penjualan hanya setelah mendapat perhatian dari konsumen dan untuk lebih efektif digunakan Endorser sebagai penyampai pesannya agar lebih menarik perhatian dari konsumen.

4. Media
Yaitu periklanan harus memilih media periklanan untuk menyampaikan pesan iklannya. Tahap-tahap antara lain adalah memutuskan jangkauan, frekuensi, dan dampak yang diinginkan; memilih diantara berbagai jenis media utama; memilih sarana media tertentu; memutuskan waktunya; dan memutuskan alokasi-alokasi media secara geografis.

5. Meansurement
Yaitu melakukan evaluasi efektifitas periklanan, banyak perusahaan mengembangkan kampanye iklan, menempatkannya di pasar nasional dan baru mengevaluasi efektifitasnya. Akan lebih baik jika membatasi pada satu atau beberapa terlebih dahulu dan mengevaluasi pengaruhnya sebelum melaksanakan kampanye secara nasional dengan anggaran yang sangat besar.

Keuntungan dan Kerugian Periklanan

Menurut Rhenald Kasali (1995:16), beberapa keuntungan periklanan adalah sebagai berikut :

  1. Periklanan memperluas alternative bagi konsumen. Dengan adanya periklanan konsumen dapat mengetahui adanya beberapa produk, yang pada gilirannya menimbulkannya adanya pilihan.
  2. Periklanan membantu produsen menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya. Iklan-iklan yang dengan bagusnya tampil dihadapan masyarakat dengan ukuran besar dan logo yang cantik menimbulkan kepercayaan yang tinggi bahwa perusahaan yang membuatnya bonafit dan produknya bermutu.
  3. Periklanan membuat orang menjadi ingat, kenal, dan percaya.

Disamping memberikan keuntungan, periklanan juga memberikan kerugian, dan kerugian periklanan itu antara lain :

  1. Menimbulkan dampak negatif misalnya : merangsang remaja untuk mulai merokok dan terkadang menimbulkan sadisme.
  2. Pemirsa salah menafsirkan peran yang terdapat pada iklan, karena pemaparan yang selalu cepat.
  3. Karena kurang selektif, maka dapat terjadi iklan tersebut meraih pasar yang salah.
Referensi : 

  1. Davis, John. (2006). Magic Numbers for Consumer Marketing. Jakarta: ElexMedia Komputindo.
  2. Duncan, Tom (2005). Advertising & IMC, 2nd Ed., McGraw-Hill.
  3. Fill, Chris & Prentice Hall (1995). Marketing Communication, frameworks, theories and application.UK.
  4. Kotler, Philip & Kevin Lane Keller (2009). Manajemen Pemasaran. Jakarta : Erlangga.
  5. Shimp, Terence A and J.C. Adrews, 2013, Advertising, Promotion and Other aspects of Integrated Marketing Communication, International Edition, South Western, Cengage Learning.