Solikhah

CEO Taupasar.

Apa Itu Kinerja Produk dan Hubungannya dengan Dimensi Kualitas Produk?

- taupasar.comApa Itu Kinerja Produk dan Hubungannya dengan Dimensi Kualitas Produk?

Kinerja Produk adalah sesuatu yang dikerjakan baik berupa produk maupun jasa yang dihasilkan atau diberikan seseorang atau sekelompok orang (Dharma 1996). Layanan yang baik merupakan daya tarik yang besar bagi para pelanggan, sehingga korporat bisnis seringkali menggunakannya sebagai alat promosi untuk menarik minat pelanggan.

Dimensi Kualitas Produk

Analogi paling sederhana untuk menggambarkan kinerja produk adalah dengan memberikan sebuah pertanyaan "aspek apa saja yang membuat sebuah produk bisa dikatakan memuaskan?". Misalnya jika kiya memberi sebuah smartphone aspek apa yang anda bayangkan sebelum membeli, seperi brand, harga atau fitur lainnya. Jika semua yang anda inginkan itu bisa terjawab dengan optimal, maka bisa kita sebut produk itu memiliki kenerja yang baik.

Saat ini untuk menonjolkan kualitas produk (barang dan jasa) sebagai wujud layanan, para pelaku bisnis menonjolkan juga pola layanan lainnya sebagai penunjang untuk memberikan perhatian atau keakraban kepada pelanggannya, yang kemudian dikenal kepedulian terhadap pelanggan (customer care).

Baca juga : Tingkatan Produk (Product Level ) Dalam Marketing | Pengertian dan Contohnya

J.M. Juran (Tjiptono 1995) mendefinisikan kinerja produk sebagai ketepatan saat digunakan (fitness for use) dan definisi ini sendiri memiliki empat aspek utama yaitu:
  1. Ciri-ciri produk yang memenuhi permintaan pelanggan.
  2. Kualitas yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan meningkatkan kepuasan pelanggan, membuat produk laku, dapat bersaing dengan pesaing,meningkatkan pangsa pasar dan volume penjualan, serta dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi.
  3. Bebas dari kekurangan stock
  4. Kualitas yang tinggi menyebabkan perusahaan dapat mengurangi tingkat kesalahan,mengurangi pengerjaan kembali dan pemborosan, mengurangi pembayaran biaya garansi, mengurangi ketidak puasan pelanggan, mengurangi inspeksi dan pengujian, mengurangi waktu pengiriman produk ke pasar, meningkatkan hasil dan kapasitas, dan memperbaiki kinerja penyampaian produk atau jasa.
Persaingan pasar menjadi ciri utama dalam kegiatan bisnis pada umumnya. Bagi perusahaan, cara menjaga agar tetap bertahan hidup dan mampu bersaing, harus berupaya memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen serta memberikan pelayanan berkualitas, baik barang maupun jasa yang lebih baik dari para pesaingnya.

Konsep perilaku konsumen menjelaskan bahwa persepsi konsumen terhadap kualitas sebuah produk adalah hal yang sangat penting, karena persepsi konsumen terhadap kualitas suatu produk sangat menentukan didalam pemilihan produk yang akan dibeli oleh konsumen. Konsumen akan memaksimalkan fungsi atau kegunaan produk dengan melakukan proses evaluasi dan penentuan pilihan dari berbagai produk yang tersedia di pasar yang dapat memberikan utilitas tertinggi bagi dirinya (Stanton, 1993).

Persepsi konsumen terhadap kualitas suatu produk seringkali dinilai berdasarkan sekumpulan kriteria yang berbeda karena tingkat kepentingan dan keterlibatan konsumen juga berbeda-beda. Konsumen cenderung menilai kualitas suatu produk berdasarkan faktor-faktor yang mereka asosiasikan dengan produk tersebut.

Faktor tersebut dapat bersifat instrinsik yaitu karakteristik produk seperti ukuran, warna, rasa atau aroma dan faktor ekstrinsik seperti harga, citra toko, citra merk dan pesan promosi yang disampaikan melalui iklan, baik media cetak maupun elektronik (Fandy Tjiptono,1997) Apabila atribut-atribut yang terdapat dalam suatu produk sesuai dengan yang diinginkan konsumen maka akan menimbulkan minat pembelian (Schiffman and Kanuk, 1997).

Menurut Philip Kotler terdapat dimensi-dimensi kualitas produk, meliputi: 

1) Ciri-ciri (Features)

Ciri atau features adalah sifat yang menunjang fungsi dasar produk. Ciri adalah kiat kompetitif untuk membedakan produk perusahaan. Dalam implementasinya, ciri diartikan sebagai persepsi pelangnuk membedakan produk badan usaha dengan pesaing yang digunakan untuk menunjang fungsi dasar produk.

2) Kinerja (Performance)

Kinerja atau performance memiliki dimensi untuk menunjukkan tingkat operasi produk atau kegunaan dasar dari suatu produk. Dalam implementasinya, kinerja diartikan sebagai persepsi pelanggan terhadap manfaat dasar dari produk yang dikonsumsinya.

3) Kesesuaian (Conformance)

Kesesuaian atau conformance adalah acuan untuk mengukur sejauh mana sifat rancangan dan operasi produk mendekati standar yang dituju. Dalam implementasinya, kesesuaian diartikan sebagai persepsi pelanggan terhadap spesifikasi sasaran yang dijanjikan terhadap produk yang dikonsumsinya.

4) Daya tahan (Durability)

Ketahanan atau durability adalah aspek untuk mencermikan suatu ukuran usia operasi produk yang diharapkan dalam kondisi normal dan atau berat. Ketahanan dapat juga diartikan sebagai ukuran harapan hidup produk. Dalam implementasinya, daya tahan diartikan sebagai persepsi pelanggan terhadap umur ekonomis produk yang akan dikonsumsi.

5) Keandalan (Reliability)

Keandalan atau reability adalah aspek untuk mengukur kemungkinan produk tidak rusak selama jangka waktu tertentu. Dalam implementasinya, kendalan diartikan sebagai persepsi pelanggan terhdap keandalan produk yang dinyatakan dengan waktu garansi atau jaminan produk tidak rusak sebelum masa kadaluwarsa ditetapkan.

6) Kemudahan perbaikan (Service Ability)

Dimensi service ability ini mencerminkan kemampuan memberikan pelayanan pada produk tersebut, yang meliputi perbaikan dan penanganan keluhan (complain) yang memuaskan. Dalam implementasinya, perbaikan atau layanan diartikan sebagai persepsi pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan badan usaha atau agen penjual kepada pelanggan.

7) Keindahan (Aesthetics)

Keindahan (aesthetics) menunjukkan bagaimana penampilan atau daya tarik produk terhadap pembeli. Dimensi ini dapat dijadikan senjata untuk membedakan dua produk yang terlihat sama. Dalam implementasinya, keindahan diartikan sebagai persepsi pelanggan terhadap daya tarik produk.

Kinerja produk sebagai salah satu dimensi persepsi kualitas produk, juga seringkali disikapi secara berbeda oleh konsumen karena perbedaan faktor kepentingan masing-masing konsumen. Untuk mengevaluasi kinerja produk, konsumen memiliki kriteria-kriteria mengenai kualitas produk yang baik.

Baca juga : Bagaimana Membangun Psikologi Marketing Untuk Bisnis Online?

Konsumen dapat menggunakan bermacam-macam standar kinerja (performance) dalam evaluasi pasca pembelian. Pengalaman penggunaan dan pengetahuan produk akan menjadi penentu yang penting dalam penilaian kinerja produk. Dan pada akhirnya aribut-atribut penting yang dinilai oleh konsumen tersebut akan mempengaruhi kepuasan/ketidakpuasan konsumen pasca pembelian.

Referensi :
  1. Fandy Tjiptono.1997. Strategi Pemasaran. Edisi Kedua. Cetakan Kesatu, Penerbit Andi.Yogyakarta
  2. Kotler., Philip 1997. Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Jakarta: PT Prenhallindo
Editor : Sigit Ardho