Solikhah

CEO Taupasar.

Definisi Produk Dalam Marketing | Kotler dan Keller (2019) – Djaslim (2003)



Produk (goods) adalah elemen penting dalam pemasaran. Bahkan jika ditarik lebih luas ke dalam dunia salesmanship, maka produk adalah salah satu yang mendasari mengapa ada kegiatan salesmanship. Namun definisi atau pengertian dari kata produk yang kerap kali kita dengar kadang memiliki arti yang beragam. 


produk/goods : pixabay.com

Menurut Kotler & Keller (2009:4), produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide.

Produk merupakan segala sesuatu yang tawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan / keinginan pasar yang bersangkutan produk yang ditawarkan dapat berupa barang, jasa, orang, tempat, property, organisasi dan ide. Jadi produk dapat berupa manfaat tangible maupun intagible yang dapat memuaskan pelanggan.


produk/goods : pixabay.com

Pengertian ini paling lazim dikutip dan akui untuk dasar definisi dalam dunia marketing. Penjelasan akan arti produk ini juga sekaligus menepis beberapa asumsi bahwa produk itu selalu bersifat tangible atau bisa dilihat. Apalagi di era digital ini hampir banyak sekali produk yang kita beli tanpa bisa kita sentuh dan lihat. Contoh paling sederhana tinggal bayangkan bagaiama bentuk kuota internet, pulsa telpon atau token listrik.

Menurut Djaslim (2003 : 121) produk dapat diartikan sebagai berikut: “ Segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai atau dikonsumsi sehinga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan.”

Dalam bukunya yang lain, Kotler juga menyampaikan arti produk yang lebih simple. Menurut Kotler (2002 : 448) produk dapat diartikan sebafai berikut : “ Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.”


produk/goods : pixabay.com

Arti produk menurut Kotler diatas menjadi acuan dalam konsep marketing modern. Konsep tersebut menempatkan keinginan dan kebutuhan target market sebagai titik awal pembutan sebuah produk. Hal ini menandai adanya evolusi dari marketing 1.0 yang meyakini bahwa kita hasus buat produk dulu baru kita tawarkan menjadi konsep markering 2.0 dimana kebutuhan dan keinginan pelanggan adalah dasar dari sebuah keputusan pembutan produk.