Solikhah

CEO Taupasar.

Definisi Marketing Dan Penyesuaian Maknanya Dalam Ilmu Pemasaran


Sering sekali seseorang mendengar istilah marketing. Tidak jarang kata marketing  itu membentuk gabungan kata yang menjadikan kata tersebut lebih familiar seperti multi level marketing, strategi marketing dan yang sedang hits akhir – akhir ini ada istilah digital marketing. Delum lagi banyak sekarang juga perusahaan jasa yang menggunakan istilah agent marketing. Dengan banyaknya istilah memakai embel – embel kata marketing tadi tidak jarang definisi marketing menjadi “abu – abu” dengan definisi sales, advertasing (iklan) atau promosi. Lantas definisi marketing sendiri itu apa?


marketing : pixabay.com

Jika kita perdalam mengenai definisi marketing saat ini bisa dipastikan kata marketing memili banyak sekali arti. Bagi anak kuliah jurusan pemasaran definisi marketing dari Philip Kotler (bapak marketing modern) yang mengatakan bahwa marketing adalah serangkaian kegiatan perencanaan produk, mengkomunikasikan, mendistribusikan dan memastikan bahwa produk atau jasa kita bisa memberikan kepuasan pelanggan. Definisi ini juga sering digunakan untuk membantah bahwa marketing sama dengan sales karena di dalam kegitan marketing tidak hanya beorientasi pada aktifitas menjual namun mulai dari riset hingga menganalisa feed back pelanggan atas produk yang kita buat.

Terbaru definisi marketing dipertajam oleh begawan pemasaran Indonesia Bapak Hermawan Kerjataya yang mengatakan bahwa markting adalah strategi bersaing untuk suatu perusahaan atau korporasi. Dalam suatu interview di salah satu stasiun TV swasata beliau pernah berbicara jika definisi marketing saat ini telah mengalami perluasan konsep secara fundamental. Marketing tidak hanya membahas ruang lingkup strategi (segmentasi, target dan positioning) namun juga bagaimana seorang marketer (istilah untuk orang pemasaran) menggunakan aktifitas itu untuk menciptakan keunggulan bersaing tidak hanya hingga tahap produk melainkan juga membawa efek ke company brand yang meproduksinya.


markertig : pixabay.com

Perubahan atau penyesuian makna tadi tidak bisa kita hindari mengingat marketing masuk dalam ilmu sosial yang pastinya sangat adaptif dengan perubahan masa. Tidak menutup kemungkinan marketing dimasa mendatang akan mengalami penyesuaian makna baru. Buti perubahan definisi marketing juga secara sederhana dibuat konsep oleh Bapak Hermawan Kertajaya sehingga orang saat ini mengenal istilah maketing 1.0, marketing 2.0, marketing 3.0 dan yang terbaru dan sedang banyak diulas adalah marketing 4.0.