taupasar.com

we read, we create and we share it.

10 Usaha Budidaya di Rumah Bisa Meraup Keuntungan Mencapai Ratusan Juta Rupiah!

10 Usaha Budidaya di Rumah Bisa Meraup Keuntungan Mencapai Ratusan Juta Rupiah!

Mengelola bisnis memiliki keuntungan tersendiri, salah satunya adalah fleksibilitas waktu dan tempat kerja. Hal ini membuat bekerja sesuai preferensi lokasi atau jadwal yang diinginkan, sementara omset yang diraih bisa mencapai ratusan juta rupiah. 
Usaha Budidaya di Rumah
Menariknya, peluang bisnis dapat dijalankan bahkan dari kenyamanan rumah sendiri. Salah satu pendekatannya adalah melalui usaha budidaya di rumah yang memiliki potensi keuntungan besar. Berikut adalah sejumlah jenis usaha budidaya di rumah dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah yang dapat diimplementasikan.

10 Usaha Budidaya di Rumah

1. Budidaya Jangkrik

Budidaya jangkrik semakin populer di tengah perkembangan bisnis ikan hias yang terus berkembang di Indonesia. Tidak hanya sebagai pakan ikan hias, jangkrik juga memiliki peran penting sebagai pakan burung.

Kemudian umpan memancing, dan bahkan bahan baku makanan manusia seperti kerupuk dan stik jangkrik. Meskipun terlihat sepele, jangkrik memiliki nilai jual yang tinggi karena pasokannya masih terbatas. 

Harganya berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, sementara telurnya memiliki harga lebih tinggi, yaitu sekitar Rp320 ribu hingga Rp400 ribu per kilogram.Keuntungan utama jangkrik sebagai usaha budidaya di rumah adalah tidak memerlukan lahan yang luas. 

Dengan menggunakan tong kayu berukuran 2,45 meter dan 3 ons telur jangkrik, hasil panen mencapai 25 hingga 30 kilogram setiap panen, dilakukan dua bulan sekali.

2. Budidaya Cacing

Meskipun terkesan menjijikkan, usaha  budidaya di rumah yaitu cacing menarik perhatian banyak orang karena nilai jualnya yang tinggi. Keuntungan dari budidaya cacing melibatkan pakan yang murah dan berlimpah, perkembangan cepat.

Serta ketahanan terhadap penyakit, perawatan yang sederhana, dan prospek pasar yang luas, terutama dari sektor peternakan belut dan lele. Harga cacing di pasar mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, dan permintaan yang tinggi membuat bisnis ini semakin menjanjikan. 

Budidaya cacing tidak memerlukan lahan ideal 1 x 4 meter, diperlukan 15-20 kilogram indukan cacing, dan masa panennya relatif singkat, 30-40 hari. Menariknya, dalam waktu 40 hari, 15 kilogram bibit cacing dapat berkembang menghasilkan 45 kilogram, menciptakan potensi keuntungan yang signifikan.

3. Budidaya Kroto

Keuntungan dari bisnis kroto, atau telur semut rangrang, ternyata sangat menggiurkan. Dengan nilai jual mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu untuk setiap 50 gram kroto, bisnis ini menarik perhatian. Pemikiran ini lebih mengesankan mengingat jumlah tersebut dihasilkan dari satu toples kecil semut.

Permintaan kroto umumnya berasal dari para peternak burung, ikan, dan pemancing. Untuk memulai usaha budidaya di rumah dengan kroto skala besar, cukup sediakan satu ruangan berukuran empat meter persegi.'

4. Budidaya Jamur Tiram

Jamur tiram, menjadi favorit kalangan masyarakat kelas atas dan sering disajikan di restoran mewah atau hotel berbintang. Tak heran jika jamur dijadikan sebagai usaha budidaya di rumah yang memiliki potensi bisnis yang menjanjikan. 

Meskipun permintaannya tinggi, belum banyak orang melirik peluang bisnis ini, padahal budidaya jamur tiram dapat menjadi sumber penghasilan signifikan. Harga satu baglog (media tanam jamur) seukuran pot tanaman berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp24 ribu. 

Cukup sediakan satu ruangan di rumah yang dapat dijadikan kubung atau bangunan penyimpanan jamur. Sebanyak 5.000 buah bag log dapat disimpan di kubung berukuran 4×4 meter persegi. Meski masa panennya cukup lama, empat bulan sekali, potensi keuntungan dihasilkan memberikan nilai tambah cukup besar.

5. Budidaya Ulat Hongkong

Budidaya ulat hongkong, meskipun terkesan kurang umum dan mungkin sedikit menjijikkan bagi beberapa orang. Sebenarnya usaha budidaya di rumah ini merupakan peluang usaha yang menjanjikan. 
Kelebihannya terletak pada kemampuannya untuk dikerjakan di tempat terbatas, sementara memiliki permintaan yang tinggi di pasar. 

Ulat hongkong kaya akan protein, mencapai sekitar 62%, menjadikannya sebagai alternatif pakan yang disukai oleh peternak burung. Udang windu, ikan koi, arowana, bahkan landak mini. Harga jual ulat hongkong mencapai Rp30 ribu per kilogram.

6. Beternak Kelinci 

Beternak kelinci terbukti sangat mudah, terutama bagi mereka yang telah memiliki pengalaman dalam dunia peternakan kelinci. Hasil yang dihasilkan dari beternak kelinci adalah dalam bentuk anakan kelinci, memiliki tingkat reproduksi yang tinggi.

Dengan kelinci betina mampu melahirkan 6-8 ekor dalam satu kali kelahiran dengan masa kebuntingan hanya 30-40 hari. Hal ini mempermudah perputaran modal. Karena setiap kelinci yang lahir bisa dijual setelah mencapai usia 40 hari, harga jual per ekor kelinci berkisar antara 30-40 ribu. 

Dengan memiliki 10 indukan saja, Anda sudah bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat. Beternak kelinci ternyata merupakan salah satu jenis usaha budidaya di rumah peternakan yang menguntungkan.

7. Budidaya Ikan Lele

Beternak ikan lele saat ini menjadi pilihan populer di kalangan masyarakat karena dianggap mudah dalam perawatan dan memerlukan modal yang relatif kecil. Metode beternak ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan alternatif seperti kolam terpal atau drum/tong.

Hasil panen ikan lele dapat dinikmati dalam waktu 40-50 hari, membuatnya menjadi pilihan yang cepat menghasilkan. Keuntungan lain biaya pakan yang terjangkau, karena dapat mengandalkan pakan limbah tanpa mengurangi gizi dan kebutuhan nutrisi bagi ikan lele. Oleh karena itu, beternak ikan lele bisa menjadi opsi usaha yang ekonomis dan efisien.

8. Budidaya Burung Walet'

Bisnis budidaya burung walet memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait dengan modal awal yang harus disiapkan. Meskipun demikian, hasil yang diperoleh dari beternak burung walet dapat sebanding dengan investasi yang dilakukan pada awalnya.

Memulai usaha budidaya di rumah ini, perlu mempersiapkan sarana khusus memanggil burung walet dan membangun gedung kecil tempat tinggal mereka. Walaupun modalnya cukup besar, potensi penghasilan yang diperoleh dari bisnis budidaya burung walet memberikan keuntungan sepadan dengan investasi.

9. Budidaya Ayam Kampung

Daging ayam kampung memiliki preferensi tinggi di kalangan masyarakat, lebih disukai daripada daging ayam broiler. Hal ini karena rasa daging ayam kampung yang lebih lezat dan rendah lemak. meskipun memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan ayam broiler.

Permintaan terhadap daging ayam kampung tetap tinggi, terutama saat bulan Ramadhan tiba. 
Selain dapat dimanfaatkan untuk dagingnya, keuntungan tambahan dapat diperoleh dengan menjual telur ayam kampung.

10. Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly)

Budidaya maggot BSF menawarkan potensi yang menjanjikan, mengingat manfaat yang dihasilkan oleh hewan ini. Selain mampu mengurai sisa sampah makanan, maggot BSF juga dapat dijadikan pakan untuk berbagai hewan ternak. Potensi ini menjadikan usaha budidaya di rumah, maggot BSF sebagai opsi yang menarik dan berkelanjutan.

Simak informasi lainnya berikut ini.

Baca juga:





Itulah ide usaha budidaya di rumah yang dapat dijajal bisa meraup keuntungan besar, semoga informasi ini bermanfaat.
Related Posts