Solikhah

CEO Taupasar.

Kopiko : Permen Ber-DNA Kopi yang Mendunia | taubrand

- taupasar.com | Permen Ber-DNA Kopi yang Mendunia inspiring by Subiakto Priosoedarsono

Kisah permen Kopiko ini adalah wujud ketakjuban saya sebagai seorang yang sedang belajar branding. Dikutip dari Instagram, beliau menciptakan Permen KOPIKO pada tahun 1986. "Proses pembuatannya sama saja kok seperti peoses pembuatann produk UKM jaman now. Mungkin bedanya pada kekuatan Strategi Brandingnya. Yang pasti bukan ecek-ecek. Terbukti" ungkapnya.

Kopiko : Permen Ber-DNA Kopi yang Mendunia

Beliau melajutkan bahwa kekuatan Kopiko yang juga dianggap kuat adalah dukungan pabrik dengan 2 mesin dimana masing - masing memiliki kapasitas 2 juta piece per hari.Untuk sekedar informasi bahwa awalnya Kopiko hanya di jual di Indonesia. Namun sekarang sudah tersebar di banyak negara.

Pak Bi, panggilan akrab Subiakto berkata "Pertama kali saya diundang pak Yogi Hendraatmadja pemilik MAYORA, dia ajak saya langsung ke mesin berkapasitas 2 juta pieces per hari. Baru keisi 300.000. Pieces per hari. Lalu saya diminta bikin permen baru buat mengisi sisa kapasitas yg 1.7 juta."

"Lalu saya keluar dengan konsep permen gantinya ngopi yang ada ritual hariannya. Ritual harian itu buat saya sesuatu yang anda kerjakan setiap hari tanpa absen." lanutnya.

Menurut beliau ritual harian ngopi (minum kopi) adalah habbit orang sedunia. Saat duduk manis menyeruput kopi, menjadi moment yang sangat sering terekam di otak bawah Sadar calon konsumen. Otak bawah sadar atau mamal brain adalah otak yg mengambil keputusan membeli atau tidak, brand ini atau brand itu. Keputusan yang diambil bisa berdasarkan habbit, emosi dan memory.

Pemikiran tadi bisa jadi menjadi filosofi awal terciptanya ide permen Kopiko. Dengan pendekatan tadi bisa diambil analogi mengapa Kopiko bisa disebut ber DNA kopi. Yah,  fungsi utama Kopiko adalah untuk ngopi namun dalam bentuk permen.

Terlihat sederhana namun sangat jenius. Mengapa?  Jika pendekatannya adalah permen rasa kopi maka DNA Kopiko adalah permen bukan kopi. Bingung?  Jika kita belajar psikografis, hal semacam tadi adalah hal detail dan menentukan.

Yang sangat menarik dari tulisan Pak Bi adalah soal apakah dalam merancang strategies kopi tadi beliau bicara segmentasi pasar? berbicara mengenai konsumen tertarget? Atau mungkin sedang bicara soal omzet? Ternyata jawabnya tidak. menurutnya jika seorang marketer bicara soal segmentasi pasar, itu sebenarnya untuk kepentingan distribusi. Disebut ranah distribusi karena mereka berbicara mengenai geografis dan demografis.

Sedangkan hal ini berbeda dengan sudut pendant orang brand. Orang brand cenderung fokus pada psychograph dan behaviorist. Bukan potensi pasar. Bukan banyaknya calon pembeli. Tetapi habbit, memory dan emosinya. Dari sudut pandang itu kita bisa tahu pendekatan tujuan yang signifikan berbeda antara aktifitas branding dengan marketing.

Statement yang paling saya suka dan membekas di otak adalah, "Buat orang Brand sasaran utamanya adalah BRAIN. OTAK calon konsumen. Bukan siapa dia, dimana dia.". Sungguh simple dan powerfull.

Maka dari itu menurutnya hal tadilah yang membuat Kopiko bisa mendunia. Kopiko ada karena bukan berawal dari menyasar pasar tertentu melainkan hadir dari inspirasi ritual minum kopi orang di sedunia.

Dari cerita inspiratif bagaimana beliau membangun brand Kopiko, beliau memberikan sebuah wejangan, "Makanya belajar Brand yang bener. Jangan keblinger. Jangan silau sama istilah -istilah asing yang cuma jadi hiasan workshop. Belajar sama yg sudah terbukti saja. Aman."

"Kalau salah strategi Brand anda cuma bakal jadi Brand lokal. Susah besar. Keberatan strategi." imbuhnya.
Kopiko : Permen Ber-DNA Kopi yang Mendunia
Menurut beliau kecenderungan saat ini generasi Millenial susah untuk membedakan mana kisah yang benar dari sebuah pengalaman waktu dengan cerita narasi teori untuk belajar ilmu brand. Sebagian dari mereka justru kata -kata yang bombastis yang membuat mereka tidak menelisih validitas dari informasi yang diberikan.

Itulah tadi kisah "keren" yang inspiratif dari Kopiko. Pantas Kopiko menjadi produk global, karena memang proses pembutannya yang tidak biasa. Ya, DNA produk. Suatu istilah luar biasa yang mengilhami banyak pembuat brand sekaligus dasar teori yang sangat fundamental.

Inspirasi ; Kopiko by Subiakto Priosoedarsono
Editor : Sigit Ardho