Solikhah

CEO Taupasar.

Konsep Marketing Plan Beserta Penjelasan Lengkapnya

Marketing plan adalah salah satu alat yang sangat penting dalam melakukan assessment terhadap kesempatan yang sebenarnya dimiliki oleh organisasi bisnis. Dalam marketing plan digambarkan secara garis besar tentang bagaimana melakukan penetrasi, meraih, serta melakukan perbaikan atas market position. Dengan demikian marketing plan menjadi landasan penting bagi penyusunan operasi perusahaan.

Konsep Marketing Plan Beserta Penjelasan Lengkapnya - pixabay
Pengertian Marketing Plan (Rencana Pemasaran)

Kata “perdagangan dan pemasaran” memiliki keterkaitan yang erat antara satu dengan yang lain. Perdagangan lebih lazim digunakan dalam ekonomi makro, sedangkan pemasaran lebih akrab terdengar bagi telinga manajemen. Perdagangan atau pertukaran dalam ilmu ekonomi diartikan sebagai proses transaksi yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing pihak.

Perdagangan seperti ini dapat mendatangkan keuntungan kepada kedua belah pihak, atau dengan kata lain perdagangan meningkatkan utility (kegunaan) bagi pihak-pihak yang terlibat. Di sisi lain, pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Jadi penggunaan dua kata ini berbeda dari sisi pandangan semata.

Pemasaran umumnya dipandang sebagai tugas untuk menciptakan, memperkenalkan, dan menyerahkan barang dan jasa kepada konsumen dan perusahaan.

Kegiatan pemasaran yang dilakukan setiap perusahaan perlu dikoodinasikan dan diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan umumnya dan tujuan bidang pemasaran khususnya. Alat koordinasi dan pengarahan kegiatan pemasaran tersebut adalah rencana pemasaran.

Yang dimaksudkan dengan pemasaran dalam hal ini adalah kegiatan yang langsung berkaitan dengan mengalirnya barang atau jasa dari produsen ke konsumen dalam rangka memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan masyarakat konsumen melalui pertukaran. Sedangkan rencana pemasaran merupakan perumusan usaha yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran, dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam suatu perusahaan, guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu dibidang pemasaran pada suatu waktu tertentu di masa yang akan datang.

Kegiatan penyusunan rencana pemasaran inilah yang disebut dengan perencanaan pemasaran. Jadi perencanaan pemasaran merupakan kegiatan merumuskan usaha-usaha yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran pada masa yang akan datang, dalam rangkai pencapaian tujuan dan sasaran yang diharapkan di bidang pemasaran.

Marketing plan merupakan salah satu alat yang sangat penting dalam melakukan assessment terhadap kesempatan yang sebenarnya dimiliki oleh organisasi bisnis. Dalam marketing plan digambarkan secara garis besar tentang bagaimana melakukan penetrasi, meraih, serta melakukan perbaikan atas market position. Dengan demikian marketing plan menjadi landasan penting bagi penyusunan operasi perusahaan.

Peranan Marketing Plan

Pemasaran lebih dari sekedar kemampuan organisasi untuk berproduksi barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan, karena organisasi harus mengetahui bagaimana menyajikan tawaran yang lebih baik dipasar sasaran daripada para pesaing.

Konsumen dapat membeli dari berbagai sumber dengan kebutuhan, pilihan dan keinginan yang selalu berubah. Sehingga organisasi harus selalu siap menghadapi segala perubahan tersebut dan terus menerus meninjau dan memperbaiki penawarannya.

Perencanaan pemasaran suatu perusahaan dapat memberikan manfaat bagi:
  1. Usaha untuk mendorong cara berfikir jauh kedepan.
  2. Usaha mengkoordinasi kegiatan pemasaran secara lebih baik.
  3. Usaha mengawasi kegiatan pemasaran yang telah dilakukan yang didasarkan atas standar prestasi kerja yang ditetapkan dalam rencana.
  4. Perumusan tentang tujuan yang ingin dicapai dan kebijakan operasional yang dapat dilakukan secara lebih mantab.
  5. Usaha untuk menggairahkan partisipasi dan mempertebal rasa tanggung jawab para pelaksana.
Dengan demikian dapatlah dikatakan, perencanaan pemasaran bertujuan untuk memberikan pendekatan yang sistematik dan teratur bagi usaha:
  1. Menyeimbangkan dan menyelaraskan kegiatan pemasaran yang dapat menjamin tercapainya tujuan dan sasaran.
  2. Menggunakan cara-cara berusaha di bidang pemasaran secara intensif dan optimal.
  3. Menjamin keselarasan dan keserasian antara bagian yang terdapat dalam perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan dan sasaran perusahaan.
  4. Pengendalian yang cepat, tepat dan teratur atas catatan, gagasan atau pemikiran dan usaha-usaha atau kegiatan pemasaran dalam perusahaan.

Dari uraian tersebut, dapatlah diketahui bahwa peranan perencanaan pemasaran sangat menentukan keberhasilan usaha perusahaan mencapai tujuannya.

Jenis - Jenis Marketing Plan

Dalam suatu perusahaan terdapat beberapa macam perencanaan pemasaran, yang dapat berupa:

1) Perencanaan pasar yang strategis (strategic Market Planning)

Perencanaan ini berkaitan dengan perencanaan usaha perusahaan (business planning), kearah mana usaha perusahaan akan dikembangkan. Untuk melakukan perencanaan pasar yang strategis perlu dikaji:
a) Langganan (customers) yang akan dilayani
b) Pesaing (competitors) yang harus dihadapi
c) Trend lingkungan (environmental trends) yang terdapat, meliputi sosial ekonomi, politik, dan teknologi yang mempengaruhi pasar yang diramalkan.
d) Ciri pasar yang ada, untuk mengetahui perubahan yang terdapat dan interaksinya.
e) Ciri perusahaan (internal company characteristics), bagi penilaian kemampuan sumber daya yang ada dalam perusahaan.

2) Perencanaan strategis pemasaran perusahaan (corporate marketing planning)

Perencanaan ini merupakan suatu perencanaan jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok di bidang pemasaran perusahaan, yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam suatu jangka waktu tertentu. Dalam melakukan perencanaan ini, dilaksanakan:

a) Analisa sumber daya dan lingkungan perusahaan strategi acuan produk (product mix strategics)

b) Analisa situasi yang mencakup:
(1) Analisa pasar dan segmentasinya
(2) Pengukuran pasar, dan
(3) Analisa produktivitas dan rentabilitas

c) Penetapan strategi perusahaan, dengan mempertimbangkan pasar dan produk, yang dapat berupa:
(1) Strategi penetrasi pasar, untuk jenis produk yang lama dan pasar lama.
(2) Strategi pengembangan produk, untuk jenis produk yang baru dan pasar yang lama.
(3) Strategi pengembangan pasar, untuk jenis produk lama dan pasar yang baru.
(4) Strategi diversifikasi, untuk jenis produk yang baru dan pasar yang baru.

3) Perencanaan pemasaran yang strategis (strategic marketing planning).

Perencanaan ini berkaitan dengan usaha untuk memasarkan produk perusahaan. Perencanaan ini mencakup strategi pemasaran yang terpadu. Yang dimaksud dengan acuan pemasaran (marketing mix), yaitu strategi produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi. Keempat strategi itu harus terarah pada sasaran pasar yang dituju.

4) Perenacaan pemasaran yang operasional (operational marketing planning).

Perencanaan ini merupakan perencanaan kegiatan pelaksanaan di bidang pemasaran yang rinci atas daerah/wilayah niaga, produk, dan waktu yang lebih pendek. Dalam perencaan ini akan dicakup:

a) Rencana penjualan per daerah, per produk, per bulan.
b) Rencana penyaluran atau distribusi.
c) Rencana promosi per produk, per daerah dan per bulan
d) Rencana pendidikan dan pengembangan tenaga penjualan.
e) Rencana penelitian dan pengembangan pasar.
f) Rencana penelitian dan pengembangan produk.
g) Rencana kunjungan dan pembinaan langganan.

Untuk penyusunan rencana pemasaran yang operasional perlu didahului dengan analisa atas:

a) Kemampuan masing-masing unit pelaksana pemasaran.
b) Target penjualan per unit pelaksana pemasaran.
c) Situasi dan kondisi pasar dari unit pelaksana pemasaran tersebut, dan
d) Besarnya dana anggaran yang disediakan untuk unit pelaksana pemasaran tersebut.
5) Perencanaan pemasaran produk baru (planning of lounching of new product).

Perencanaan ini merupakan perencanaan atas kegiatan pelaksanaan memasarkan produk baru. Dalam perencanaan ini tercakup sasaran pasar yang dituju, kegiatan pengjuian pasar (market test), meramalkan potensi pasar dan memperkirakan target penjualan, serta penetapan sumber daya yang dibutuhkan.

Marketing Plan Management

1) Penentuan dan pemilihan sektor dan area pasar

Suatu tempat di mana perusahaan itu malakukan kegiatan fisik. Kedudukan perusahaan dapat berbeda dengan lokasi perusahaan, karena kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik perusahaan. Contoh bentuk lokasi perusahaan adalah pabrik tempat memproduksi barang.

2) Menetukan kebutuhan (Need), keinginan (Want), harapan (Expectation) pelanggan

Bagian ini menyajikan latar belakang yang relevan tentang pasar, Menetukan kebutuhan (Need), keinginan (Want), harapan (Expectation) pelanggan. Data diperoleh dari buku fakta produk yang dibuat oleh manajer produk.

3) Membuat profil calon konsumen

Untuk membuat profil calon konsumen, diperlukan data mengenai calon konsumen tersebut. Data mengenai konsumen meliputi usia, jenis kelamin, menikah atau belum, lokasi calon konsumen, tingkat pendapatan, jenis pekerjaan, sosial dan budaya.

4) Memilih pasar sasaran (Segmentasi Pasar)

Memilih Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagibagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen.

Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

5) Menentukan jenis strategi pemasaran dalam persaingan produk


Manajer produk sekarang merancang strategi pemasaran umum atau “rencana permainan” yang akan digunakan untuk mencapai tujuan rencana.

Strategi pemasaran memadukan kegiatan-kegiatan yang menyangkut penjualan (sales), pemasaran (marketing), periklanan (advertising), humas (public relation), dan networking. Tiap komponen dari keseluruhan strategi pemasaran ini mengandung suatu maksud tertentu, menawarkan manfaat-manfaat khusus, dan saling mengisi dengan komponen lainnya. Semua komponen harus seiring guna memperluas citra (image), memperkuat merek (brand), dan meyakinkan keunikan perusahaan.

6) Perencanaan strategi pemasaran


Rencana pemasaran harus menentukan program pemasaran secara luas yang dirancang untuk mencapai tujuan bisnis. Masing-masing unsur strategi pemasaran sekarang harus dikembangkan secara rinci untuk menjawab pertanyaan: Apa yang dikerjakan? Kapan akan dilaksanakan? Siapa yang melaksanakannya? Berapa biayanya?

7) Pengendalian

Bagian terakhir dari rencana pemasaran memuat pengendalian untuk memonitor kemajuan pelaksanaan rencana. Biasanya sasaran dan anggaran dipecah menjadi bulan atau kuartal. Manajer yang lebih tinggi dapat menelaah hasil setiap periode. Beberapa bagian pengendalian mencakup rencana kontingensi. Rencana kontingensi menguraikan langkahlangkah yang akan diambil manajemen dalam menanggapi perkembangan yang tidak menguntungkan, seperti perang harga atau pemogokan.

Pendekatan Dalam Mempelajari Marketing

Menurut Alex S Nitisemito dalam buku “Marketing”, ada
beberapa cara pendekatan dalam mempelajari Marketing antara lain adalah :

1) Institutional approach

Cara mempelajari marketing dengan melihat dan mempelajari dari sisi institusionalnya, yaitu lembaga-lembaga yang menyalurkan produk-produk perusahaan. Seperti halnya di sini adalah agen, grosir, pengecer, dan sebagainya.

2) Functional approach

Cara mempelajari marketing dengan mempelajari fungsifungsinya antara lain fungsi pembelian, fungsi penjualan dan sebagainya.

3) Commodity approach

Cara mempelajari marketing dengan mengamati jenis barang atau jasa yang akan dijual. Untuk itu dibutuhkan pemahaman terhadap barang/jasa tersebut. Dan agar memudahkan kita mempelajari, maka barang/jasa dikelompokkelompokkan sehingga bisa ketahui sifat-sifat barang/jasa yang sama dan/atau yang hamper sama.

4) Economic theoretical approach

Cara mempelajari marketing dengan melihat beberapa teori ekonomi yang ada. Misalnya tentang bentuk-bentuk pesaingan, hukum permintaan dan penawaran dan sebagainya.

f. Customer Needs dan Wants

Customer dalam mengkonsumsi sebuah produk atau jasa biasanya selalu mendasarkan pada lima kriteria yang biasa disebut dengan Five’s F. Kelima criteria tersebut adalah:
  1. Function, produk atau jasa yang dibeli harus dapat memenuhi kebutuhannya.
  2. Finance, pembelian akan berpengaruh terhadap situasi keuangan seseorang, bukan hanya terhadap produk atau jasa, tetapi juga saving dan peningkatan produktivitas.
  3. Freedom, kebebasan yang dimaksud menyangkut kebebasan dalam memilih barang dan jasa serta penggunaannya. Dalam konteks freedom ini seorang konsumen biasanya menginginkan waktu yang lebih banyak untuk mempertimbangkan barang dan jasa yang akan dibeli dengan tanpa rasa khawatir dalam mengonsumsi produk/service tersebut.
  4. Feeling, feeling ini menyangkut perasaan konsumen yang diakibatkan karena mengkonsumsi produk atau service. Perasaan konsumen itu biasanya memunculkan self-image terhadap produk atau jasa yang bersangkutan.
  5. Future, future (kondisi yang akan datang) berhubungan denganproduk atau jasa dari perusahaan dari waktu ke waktu. Produk atau jasa, dalam konteks future ini, juga berpengaruh terhadap kehidupan konsumen untuk masa yang akan datang.
Dalam setiap pembelian produk atau jasa konsumen biasanya menginginkan untuk mendapatkan manfaat dari semua produk yang mereka beli. Untuk itu perusahaan harus berhati-hati terhadap produk dan jasa ini, artinya produk dan jasa tersebut harus dapat memenuhi berbagai range dari kehidupan. Pertimbanganpertimbangan yang didasarkan atas kriteria yang biasanya ditentukan oleh konsumen itu harus dijelaskan di dalam marketing plan.

Tujuan aktivitas pemasaran adalah berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memperbaiki hubungan antara produsen dan masyarakat demi peningkatan kesejahteraan pihakpihak terkait.

sumber :
  1. Sofjan Assauri, Manajemen Pemasaran, RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2002, 
  2. A. Usmara, Strategi Baru Manajemen Pemasaran, Amara Book, Jogjakarta, 2003, 
  3. Mursid, Manajemen Pemasaran, Bumi Aksara, Jakarta, 2003,