-->

Solikhah

CEO Taupasar.

Apa Itu Riset Pemasaran atau Marketing Research?

Apa Itu Riset Pemasaran atau Marketing Research?

Riset Pemasaran adalah suatu kegiatan yang sistematik dan mempunyai tujuan dalam hal pengindentifikasian masalah, peluang, pengumpulan data, pengolahan dan penganalisaan data, penyebaran informasi yang bermanfaat untuk membantu manajemen dalam rangka pengambilan keputusan identifikasi dan solusi yang efektif-efisien di bidang pemasaran perusahaan.

Produk atau merek yang berhasil bisa lahir salah satunya karena adanya riset pemasaran yang tetap. Riset Pemasaran atau Marketing Research adalah kegiatan penelitian dibidang pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan interprestasi hasil penelitian.

Kesemuanya ini ditujukan untuk masukan pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar.

riset pemasaran - pixabay

Pengembangan produk yang menguntungkan dari perusahaan hanya berasal dari komitmen terus-menerus untuk menyesuaikan kemampuan perusahaan dengan kebutuhan pelanggan. Agar proses penyesuaian ini berjalan efektif, diperlukan arus informasi dua arah antara pelanggan dan perusahaan. Inilah peran riset pemasaran. Riset pemasaran berkaitan dengan proses pemasaran secara keseluruhan. (riset pasar adalah riset tentang pasar).

Definisi dan Penjelasan Riset Pemasaran atau Marketing Research

Menurut Maholtra dalam American Marketing Association (AMA) mengatakan bahwa riset pemasaran adalah identifikasi, pengumpulan, analisis, dan penyebaran (pembagian) informasi yang sistematis dan objektif untuk meningkatkan pengambilan keputusan yang berhubungan dengan identifikasi dan solusi masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan dalam pemasaran.

Dari pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa riset pemasaran adalah proses identifikasi, pengumpulan, analisis, dan penyebaran informasi tentang masalah-masalah dan kesempatan-kesempatan pasar secara sistematis, dimana hasil yang diperoleh dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan-keputusan untuk mengevaluasi, memonitor, dan mengoptimalkan performa pemasaran.

Ada beberapa bentuk riset pemasaran yang dapat dipertimbangkan, yang dikelompokkan ke dalam empat jenis dasar, yaitu:
  1. Internal-analisis catatan penjualan, tingkat periklanan, harga versus volume, dan sebagainya.
  2. Eksternal-menggunakan sumber daya di luar organisasi untuk melengkapi riset internal.
  3. Reaktif-jawaban kuisioner, wawancara terstruktur, dan sebagainya.
  4. Non reaktif-interpretasi terhadap fenomena yang diamati, misalnya merekam pelanggan di toko, mendengarkan panel pelanggan, dan sebagainya.
Oleh karena adanya pro dan kontra untuk masing-masing jenis, bauran dari berbagai jenis itu dapat memberi manfaat. Misalnya, catatan penjualan dapat memberikan wawasan yang berharga, tetapi tidak dapat meramalkan kinerja dengan baik karena terbatas pada kinerja historis. Wawancara telepon dapat dilakukan dengan cepat dan relatif tidak mahal, tetapi jumlah informasi teknis yang dapat diperoleh terbatas.

Titik awal dari setiap program riset pemasaran sebaiknya merupakan penelitian tentang bahan-bahan yang ada, terutama dengan sarana riset meja. Jika dikombinasikan dengan informasi penjualan internal, kekayaan informasi yang tersedia dari informasi yang diterbitkan bisa menjadi metode riset yang paling kuat yang terbuka untuk suatu perusahaan.

Pengumpulan data hanya merupakan langkah pertama dalam riset pemasaran. Data harus mendapat arahan sebelum menjadi informasi yang relevan, dan informasi hanya akan relevan jika perusahaan sudah mempunyai tujuan, beberapa masalah pemasaran yang harus diselesaikan. Informasi yang digabung dengan tujuan menjadi inteligensi: informasi yang dikonsumsi dan digunakan oleh manajemen dalam mengubah ketidakpastian menjadi resiko yang terukur.

Perubahan ketidakpastian menjadi resiko dan minimalisasi resiko mungkin merupakan tugas yang paling penting dari manajemen, dan riset pemasaran dalam proses ini sangatlah penting.

Tujuan Riset Pemasaran:

  1. Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara obyektif kenyataan yang ada.
  2. Bebas dari pengaruh keinginan pribadi ( political biases ). “ Find it and tell if like it is “.
Studi tentang riset pemasaran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:Riset dasardikenal juga sebagai riset murni atau riset fundamental yang bertujuan memperluas batas-batas pengetahuan yang mempunyai kaitan dengan aspek-aspek system pemasaran. Selama ini hanya sedikit perhatian yang dicurahkan terhadap bagaimana pengetahuan tsb digunakan dalam proses manajemen pemasaran.

Klasifikasi Katagori Marketing Research

Menurut Maholtra, 1996 dalam Bilson Simamora, 2004:51 dikatakan bahwa riset pemasaran dibagi ke dalam dua kategori yaitu riset identifikasi masalah (problem identification research) dan riset mengatasi masalah (problem solving research). Secara lebih rinci keduanya dapat diperbandingkan dalam tabel sebagai berikut:

klasifikasi marketing research

Jika melihat beberapa contoh penelitian yang berkategori mengidentifikasi masalah seperti disebut di atas, maka nampak bahwa pada dasarnya penelitian identifikasi masalah lebih bersifat preventif. Suatu perusahaan yang dihadapkan pada situasi pasar yang memiliki tingkat kompetisi ketat, selalu dituntut untuk memperbaharui berbagai informasi dan fenomena pasar yang fluktuatif dan massif.
Seberapa tingkat fluktuasi dan massifitas pergerakan arus barang dan jasa yang ada di pasar, akan sangat berpengaruh terhadap potensi pasar (market potensial), pangsa pasar (market share), maupun persepsi (produk image) konsumen atas barang dan jasa yang dihasilkan.

Selain itu, penelitian identifikasi masalah juga bermaksud memperkirakan (forecast) terhadap kecenderungan (naik-turunnya) permintaan (demand) dan penawaran (supply) suatu produk di pasar. Dengan melakukan serangkaian penelitian yang cermat, teliti, dan terukur, maka akan diperoleh data dan berbagai informasi penting yang dapat digunakan oleh pengambil kebijakan (policy maker) dalam menentukan taktik dan strategi bisnis yang akan diterapkan.

Kemudian jenis penelitian yang lain dalam lingkup pemasaran adalah penelitian bagaimana cara mengatasi suatu masalah yang muncul dalam suatu perusahaan. Dalam konteks perusahaan yang baru akan tumbuh dan berkembang, penelitian bagaimana cara mengatasi masalah yang mungkin bisa timbul di kemudian hari, serta pilihan mana yang akan diambil sangat tergantung pada ketersediaan data hasil penelitian yang dilakukan. Sejauhmana produk yang akan dihasilkan dan siap dilempar ke pasar sehingga direspon oleh khalayak ataukah tidak sangat ditentukan oleh ketepatan dalam melakukan segmentasi pasar (market segmentation) sebelumnya.

Penelitian segmentasi bertujuan untuk memilih sasaran dan menganalisis atribut-atribut seperti demografi, karakter produk, dan profil gaya hidup. Penelitian seputar produk seringkali difokuskan pada bagaimana menentukan desain, kemasan, modifikasi, dan penempatannya di suatu tempat.

Kemudian penelitian tentang harga berorientasikan pada cara pandang pentingnya kebijakan menentukan harga suatu produk yang akan dijual. Penentuan harga akan berimplikasi pada penerimaan atau penolakan pasar, sehingga kegiatan penelitian tentang respon pasar terhadap penentuan harga, perubahan (penurunan atau kenaikan) sangat membantu pihak perusahaan dalam melakukan langkah-langkah selanjutnya.

Sedangkan penelitian yang tidak kalah pentingnya dalam mengatasi/memecahkan masalah pemasaran adalah bagaimana menentukan promosi dan distribusi produk. Penelitian tentang aspek promosi berfokus pada penentuan anggaran, efektifitas, dan efisiensi anggaran promosi tersebut dijalankan. Apa efek dari promosi terhadap volume penjualan, jenis bauran promosi yang paling tepat dan efektif dalam mendongkrak volume penjualan?. Menentukan model saluran distribusi yang tepat dengan kombinasi biaya dan jarak serta biaya dan waktu tempuh, sangat membutuhkan data dan informasi yang diperoleh melalui serangkaian kegiatan penelitian.

Dalam konteks perusahaan yang sudah matang (mature), penelitian mengatasi masalah adalah sebagai upaya dalam mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pelanggan (costumer satisfaction) setianya disatu pihak, serta bagaimana tetap bisa menjaga persaingan terhadap perusahaan lain sejenis di pihak yang lain. Disamping itu, kegiatan penelitian pemasaran yang dilakukan akibat dari tuntutan perusahaan dalam merespon, mengantisipasi, mencari solusi, dan kemudian menerapkannya dalam strategi bisnis adalah wujud dari penelitian mengatasi masalah.

Proses Riset Pemasaran (Marketing Research)

Riset merupakan kegiatan yang dilakukan oleh periset (peneliti) baik secara perorangan, kelompok, maupun institusi yang memikiki tujuan dan target tertentu. Agar dalam pelaksanaan penelitian yang dilakukan dapat mencapai hasil sesuai tujuan dan target, maka perlu menentukan dahulu apa langkah-langkah yang mesti ditempuh selama melakukan riset tersebut. Alur proses seseorang yang akan melakukan riset minimal melalui tahap-tahap seperti pada gambar sebagai berikut:

proses riset pemasaran

Dari gambar alur proses suatu riset di atas, secara garis besar periset harus mulai dari menentukan dan mendefinisikan riset. Pada tahap ini hal-hal yang perlu dilakukan adalah menetapkan masalah, mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah dengan kalimat pertanyaan, membatasi masalah, menentukan apa yang menjadi tujuan penelitian, dan mengidentifikasi apa saja manfaat yang akan diperoleh dalam penelitian tersebut.

Langkah selanjutnya adalah melakukan pendekatan masalah dengan kajian teori dan landasan pustaka, menentukan pa yang menjadi variabel penelitiannya, apa model analisis yang akan digunakan untuk menganalasisis, serta membuat hipotesis penelitian/statistik. Langkah pembuatan hipotesis ini hanya berlaku untuk jenis penelitian kuantitatif (penelitian sampel), sedangkan untuk penelitian kualitatif (deskriptif dan eksploratif) pada umumnya tidak membuat hipotesis penelitian.

Selanjutnya adalah dengan membuat desain riset yang terdiri dari penentuan populasi sekaligus menentukan sampel, teknik sampling yang digunakan, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, penyusunan instrumen sekaligus teknik pemberian skala. Kemudian langkah terakhir dalam proses riset adalah pembuatan laporan hasil dari seluruh kegiatan yang telah dilakukan.

Dalam pembuatan laporan hasil penelitian mengacu pada format penyusunan laporan yang telah ditentukan sebelumnya oleh pihak pemberi kerja (pemilik dana) atau pihak yang memiliki otoritas untuk hal tersebut. Pada dasarnya format penulisan laporan antara institusi/lembaga satu dengan yang lain telah memiliki pedoman masingmasing yang mengacu pada standart pedoman penulisan ilmiah secara umum.

Jenis - Jenis Riset Pemasaran

Setidaknya ada 2 jenis penelitian yang dapat diaplikasikan ke dalam kegiatan pemasaran dalam upaya memperoleh data dan informasi serta mengolahnya sehingga dapat dijadikan sebagai alat mengantisipasi/memecahkan masalah pemasaran, masing-masing sebagai berikut:

1. Penelitian Eksplorasi

Penelitian eksplorasi bertujuan untuk menjawab pertanyaan apa (what) terhadap suatu objek atau masalah, sehingga akan muncul pemahaman dan pengertian yang mendalam atas fenomena yang ada.

2. Penelitian Konklusi

Penelitian yang bertujuan untuk mencari kesimpulan tentang suatu masalah, yang masih dibedakan lagi menjadi dua yaitu (1) untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang menjadi latar belakang penelitian (descriptive research) dan (2) untuk mencari hubungan antar fenomena (causal research).

Menurut A Parasuraman, secara sederhana jika kedua jenis riset diatas diperbandingkan maka akan nampak perbedaannya sebagai berikut:

riset ekplorasi dengan riset konklusi

Riset terapan

Riset Terapan bertujuan membantu para manajer mengambil keputusan yang lebih baik. riset terapan ini diarahkan kesituasi organisasi yang spesifik dan pelaksanaannya dibimbing oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam proses pengambilan keputusan. Proyek riset pemasaran formal dapat dipandang sebagai seperangkat langkah yang disebut proses riset.

Untuk melaksanakan proyek riset secara efektif diperlukan antisipasi terhadap seluruh langkah proses riset dan memahami saling ketergantungannya. sembilan langkah-langkah dalam proses riset yaitu :
  1. Menetapkan kebutuhan akan informasi
  2. menentukan sasaran riset dan kebutuhan akan informasi
  3.  menentukan sumber data
  4. mengembangkan bentuk pengumpulan data
  5. merancang sample
  6. mengumpulkan data
  7. mengolah data
  8. menganalisis data
  9. menyajikan hasil riset
Ada empat sumber utama dari data pemasaran :
  • responden
  • situasi analogis
  • eksperimentasi
  • data sekunder
Setelah sasaran penelitian ditetapkan dan kebutuhan informasi didaftar dengan terinci langkah selanjutnya adalah menentukan dari mana sumber data diperoleh.
Keterangan atau ilustrasi mengenai sesuatu hal bias berbentuk kategori, misalnya : rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal, dsb, atau bias berbentuk bilangan. Kesemuanya ini dinamakan data atau lengkapnya data statistik.

Data menurut bentuknya dapat dikatergorikan sbb:

1. Data yang berbentuk bilangan disebut data kuantitatif, harganya berubah-ubah atau bersifat variable. Dari nilainya, dikenal dua golongan data kuantitatif ialah :
  • data diskrit yaitu data dengan variable diskrit
  • data kontinu yaitu data dengan variable kontinu
  • data yang dikategorikan menurut lukisan kualitas obyek yang dipelajari adalah data kualitatif. sehingga
golongan ini dikenal pula dengan nama atribut. Misalnya: sembuh, rusak, gagal, berhasil, dsb.
Menurut sumbernya data dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu :

1. data intern
adalah data data yang bersumber dari dalam perusahaan. Pengusaha mencatat segala aktivitas perusahaannya sendiri, misalnya: keadaan pegawai, pengeluaran, keadaan barang di gudang, hasil jualan, keadaan produksi pabriknya dan lain-lain aktivitasyang terjadi di dalam perusahaan itu.

2. data ekstern

adalah data yang bersumber dari luar perusahaan. suber data ekstern mencakup laporan riset komersial, majalah bisnis, laporan industri, laporan pemerintah, dsb.
Data ekstern dapat digolongkan atas dua bagian:
  • data ekstern primer atau data primerdata primer merupakan data yang dikeluarkan dan dikumpulkan oleh badan yang sama untuk kebutuhan riset yang sedang berjalan.
  • data ekstern sekunder atau data sekunderdata sekunder merupakan data yang sudah dipublikasikan untuk konsumsi umum

Penulis : SigitArdho

Sumber :
  1.  Buku Manajemen Pemasaran, Kolter & Keller, Edisi 12, Jilid 1
  2. Bilson Simamora. 2004. Riset Pemasaran: Falsafah, Teori, dan Aplikasi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
    Widayat. 2004. Metode Penelitian Pemasaran: Aplikasi Software SPSS, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang.
Related Posts