Solikhah

CEO Taupasar.

Pengertian Brand dan Penjelasan Dasarnya dalam Marketing

Brand adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. (David A.Aaker). Maka dari itu suatu brand membedakannya dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh kompetitor.

Sedangkan menurut William J. Stanton brand adalah nama, istilah, simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur- unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual.

definisi brand marketing - pixabay
 Dengan demikian, dapat disimpulkai bahwa brand mempunyai dua unsur, yaitu Brand name yang terdiri dari huruf-huruf atau kata¬ kata yang dapat terbaca, serta Brand mark yang berbentuk symbol.brand mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli.

Brand lebih dari sekadar jaminan kualitas karena di dalamnya tercakup enam pengertian berikut ini.
  1. Atribut produk, seperti halnya kualitas, gengsi, nilai jual kembali desain, dan lain-lain. Mercedes menyatakan sesuatu mahal, produk yang dibuat dengan baik, terancang baik, tahan lama, bergengsi tinggi, dan sebagainya.
  2. Manfaat. Meskipun suatu brand membawa sejumlah atribut konsumen sebenarnya membeli manfaat dari produk tersebut. Dalam hal ini atribut brand diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional atau manfaat emosional. Sebagai gambaran, atribut "mahal" cenderung diterjemahkan sebagai manfaat emosional, sehingga orang yang mengendarai mercedes akan merasa dirinya dianggap penting dan dihargai.
  3. Nilai. brand juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen. Mercedes menyatakan produk yang berkinerja tinggi, aman, bergengsi, dan sebagainya. Dengan demikian produsen Mer¬cedes juga mendapat nilai tinggi di mata masyarakat.
  4. Budaya. brand juga mencerminkan budaya tertentu. Mercedes mencerminkan budaya Jerman yang terorganisir, konsisten, tingkat keseriusannya tinggi, efisien, dan berkualitas tinggi.
  5. Kepribadian. brand juga mencerminkan kepribadian tertentu. Sering kali produk tertentu menggunakan kepribadian orang yang terkenal untuk mendongkrak atau menopang brand produknya.
  6. Pemakai. brand menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Pemakai Mercedes pada umumnya diasosikan dengan orang kaya, kalangan manajer puncak, dan sebagainya. Pemakai Dimension Kiddies tentunya adalah anak-anak.
Jadi, brand adalah nama, terminologi, tanda, simbul atau desain atau kombinasi diantaranya, yang ditujukan untuk mendidentifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk mebedakannya dari pesaing. Beberapa bagian brand antara lain adalah nama brand, tanda brand, brand dagang, dan copyright.
  • Nama brand adalah bagian dari brand dimana bagian dari brand yang dapat disebutkan atau dieja.
  • Tanda brand adalah bagian dari brand yang tidak dapat dieja atau disebutkan, seperti simbol, desain atau warna atau huruf yang berbeda. 
  • Brand dagang adalah brand atau bagian brand yang diberikan untuk melindungi secara hukum-yaitu melindungi penjual untuk menggunakan hak eksklusif untuk menggunakan nama brand atau tanda brand.
  • Copyright adalah hak hukum eksklusif yang diberikan untuk menggandakan, mempublikasikan, dan menjual segala sesuatu yang berbentuk buku, musik atau karya artistik.

Brand Ibarat Matahari


Matahari yang sama, yang bersinar setiap hari, memiliki arti yang berbeda untuk setiap orangnya. Untuk sebagian orang berarti panasnya, sebagian lagi melihat terangnya, warnanya, energinya, indahnya, sisi mitos spritualnya, nilai filosofinya, dan sebagainya. Namun semua hal itulah yang membentuk konsepsi  utuh sebuah identitas bernama ‘matahari’. Demikian juga brand. Terdapat banyak persepsi terhadap brand, yangdilihat dari berbagai kacamata profesi dan posisi berbagai pihak. Bagi seorang konsumen, brand adalah A. Bagi seorang marketer, brand adalah B. Bagi pengusaha, C, bagi desainer, D, dan seterusnya. Namun semua pendapat inilah yang membentuk konsepsi utuh sebuah brand.

Brand : persepsi, pengalaman, harapan, terhadap sebuah produk, jasa, pengalaman, personal, ataupun organisasi; merupakan gabungan dari berbagai atribut, baik secara nyata maupun tidak nyata, disimbolkan dalam merek barang, dan apabila dikelola secara baik akan menciptakan nilai dan pengaruh.

Brand merupakan sebuah kata yang sering tidak dipahami arti kesungguhannnya dan sering menimbulkan interprestasi yang bermacam-macam. Brand sebenarnya bukanlah konsep baru. Konon, kata brand berasal dari bahasa Skandinavia kuno yaitu “Brandr” yang berarti membakar.


Awareness

Persentase khalayak sasaran yang mengenali keberadaan sebuah brand ketika ditanyakan dalam sebuah survei. Ada 2 tipe awareness, yang pertama adalah ‘spontaneous (spontanistas),’ yang mengukur persentase dari sejumlah orang yang secara spontan menyebut sebuah brand tertentu ketika diberi pertanyaan tentang kategori sebuah brand; dan yang kedua adalah ‘prompted (ketepatan),’ yang mengukur persentase dari sejumlah orang yang mengenal sebuah brand dari ketegori tertentu pada saat diperlihatkan daftar yang diberikan.


Brand Architecture

Arsitektur brand; hirarki atau tata urutan beberapa brand yan mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya; seringkali diawali dengan masterbrand, kemudian dijelaskan hubungannya dengan sub-brand, dan co branding.

Beberapa skenario arsitektur brand:

1. Monolithic brand
Skenario brand yang menggunakan satu brand tunggal dalam setiap produknya. Brand dipakai di semua lini produk dan jasa. Konsumen diharapkan mempunyai satu gambaran yang jelas tentang perusahaan ini, dan membuat keputusan pembelian karena loyalitas atau kepercayaan terhadap brand ini. Brand extension biasanya dinangun lewat general description. Kadang sering juga disebut Standalone atau Freestanding Brand.

2. Pluralistic Brand/Branded/Freestanding Brand
Skenario brand yang menggunakan banyak brand dalam setiap lini produk dan jasa. Setiap brand disesuaikan dengan pasar sasaran yang spesifik. Biasanya nama dari parent brand atau masterbrand tidak terlihat, atau hanya diketahui dikalangan investor.

3. Sub-brand atau subsidiary
Skenario sebuah brand yang menggunakan masterbrand digabungkan dengan brand lainnya yang berfungsi dengan nama atau jenis produk dan jasa.

4. Endorsed Brand
Adalah skenario brand dimana terjadi sinergi pemasaran antara nama produk/divisi dengan brand utaanya. Sub-brand didukung penuh oleh kredibilitas masterbrand-nya.


Brand Association

Perasaan, kepercayaan, dan pengetahuan konsumen (pelanggan) mengenai sebuah brand. Hubungan ini didapat dari pengalaman konsumen dengan brand tersebut. Ketiga hal tersebut diatas harus tetap konsisten dengan brand positioning dan keunikanya. Proses asosiasi ini bisa disandingkan dengan tokoh, karakter, sifat, atau sikap tertentu.


Brand Positioning

Ada beberapa pengertian yang berkaitan dengan konsep positioning:
  • Keunikan posisi yang diadopsi oleh brand dalam lingkungan yang kompetitif untuk menjamin agar konsumen dalam pasar sasaran dapat mengenal brand tersebut dinanding brand yang lainnnya. Positioning melibatkan setiap elemen dalam bauran pemasaran yang ditetapkan.
  • Merupakan ide yang berbeda dan selalu diingat di dalam brand, di mna ide tersebut diharapkan selalu berada dalam benak pelanggan/calon konsumen
  • Adalah janji yang diperoleh berupa pengalaman setiap hari, baik besar maupun kecil; melalui pesan, produk/jasa. Apabila dilakukan dengan baik, positioning menciptakan hubungan emosional antara brand dengan pelanggan.

Brand Attribute

Keunikan sebuah produk, jasa, perusahaan(brand), di mana seorang pelanggan yang potensial akan menyeleksi dan menggunakannya dalam mengambil keputusan terhadap manfaat yang diperolehnya.


Brand Building

Proses yang sistematik dalam memahami dan mengelola persepsi/pengalaman yang dimiliki pelanggan dengan brand tertentu, dalam rangka menciptakan nilai tambah brand tersebut di tengah berbagai alternatif yang kompetitif.


Brand Experience

Interaksi masyarakat/konsumen dengan brand. Bebrapa interaksi dapat dipantau; sperti lingkungan ritel, periklanan, produk/jasa, situs, dsb. Beberapa interaksi lainnya tidak dapat dipantau; seperti komentar jurnalistik dan (promosi) dari mulut ke mulut (buzz); brand yang kuat akan timbul dari pengalaman yang konsisten (yang merupakan gabungan bentuk yang jelas dan unik secara keseluruhan pengalaman brand). Brand experience juga merupakan keseluruhan interaksi yang dimiliki masyarakat dengan prosuk, jasa atau organisasi.


sumber :
  1. Materi Manajemen Pemasaran . Edi Trenggono, Unversitas Mercubuana. 2013
  2. http://www.yptrading.co.id/artikel/detail/107/pengertian-brand.html/
  3. Kamus Brand Karangan Mendiola B. Wiryawan

Related Posts